Berkurban bukanlah Beban, Namun Ibadah Penuh Keajaiban

Jumat, 26 Syawal 1443 H bertepatan dengan 27 Mei 2022, DKM Baitussalam PT Akebono Brake Astra Indonesia, menyelenggarakan Sholat Jumat Berjamaah tepat pada pukul 12.00 WIB, yaitu 10 menit lewat dari waktu sholat tiba, hal ini untuk memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk dapat secara bersama-sama melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah.

ust
Ust. Maryono, Khotib Sholat Jumat Berjamaah

Khutbah Jumat kali ini disampaikan oleh Ust. Maryono, S.Pd.I, dengan mengangkat tema "Hakekat Berkurban, Berkurban bukanlah Beban, Nmaun Ibadah Penuh Keajaiban."

“Tidak lama lagi, kita akan memasuki bulan Dzulhijah, yang di dalam-nya terdapat hari Raya Idul Adha 1443 H, dimana terdapat syariat agung yaitu berkurban sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.” buka Ust. Maryono dalam khotbahnya setelah membacakan rukun-rukun khotbah.

Dalam khotbahnya, khotib menyampaikan sejarah terkait perintah berkurban, dimana terjadi pada masa nabi Adam AS dan Nabi Ibrahim AS, dengan kisah yang mahsyur dimana Nabi Ibrahim AS bermimpi dan diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail, putra yang dinanti-nantikan kehadirannya di usia Nabi Ibrahim yang sudah senja. Berkat ketaatan nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, setelah percakapan Bapak dan Anak yang beriman, Nabi Ismail setuju untuk disembelih sang Ayah, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Akan tetapi saat hendak menyembelih Nabi Ismail AS, atas kehendak Allah SWT, Nabi Ismail AS seketika itu digantikan dengan sebuah kambing, hewan sembelihan yang besar, dimana menurut salah satu riwayat, kambing yang menggantikan Nabi Ismail AS, merupakan kambing yang dikurbankan oleh  Habil, putra Nabi Adam AS, saat disuruh Nabi Adam AS berkurban untuk mempersunting Labuda, saudaranya yang cantik paras wajahnya.

Penyembelihan Kurban bukanlah tujuan utama dari syariat berkurban itu sendiri, melainkan cara supaya manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengharapkan keajaiban-keajaiban yang akan Allah SWT anugerahkan kepada kita. Lebih dari itu, ibadah ini juga dapat mendekatkan manusia dengan sesamanya dalam aspek kehidupan (hablum minannas).

Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri dan harta kita untuk berkurban, jangan anggap berkurban adalah sebuah beban, ikhlaskan niat untuk menjalankan perintah Allah SWT, untuk bekal kita di kehidupan akhirat yang kekal abadi. Semoga hewan kurban yang kita persembahkan kepada Allah SWT kelak, diterima dengan sebaik-baik penerimaan oleh Allah SWT dan Allah SWT membalas dengan berbagai keajaiban yaitu kebaikan dan kenikmatan yang berlimpah baik di dunia maupun di akherat, sebagaimana tertuang dalam Surat Al Kautsar yang bermakna Nikmat yang Banyak. Wallahu'alam

Tupon Setiawan - DKM Baitussalam PT Akebono Brake Astra Indonesia