Kupas Tuntas Ruqyah 2

Bang Pitung • 7 September 2020
di grup Masjid Astra

 

Kajian Online Interaktif Masjid Astra.
KAMIS, 27 Agustus 2020
Pukul 19.30 WIB

? Nara Sumber :
"Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary"


~ KUPAS TUNTAS RUQYAH 2 ~


Pada pertemuan pertama, sudah di bahas beberapa point, 
1️⃣  Pengertian Ruqyah baik secara bahasa maupun secara istilah syaria'at.
2️⃣  Dalil-dalil Naqli tentang disyariatkannya Ruqyah baik dari Al-Quran maupun dari Hadist-hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
3️⃣  Tata cara meruqyah, sifat2 atau kaifiat meruqyah yang dicontohkan dari Hadist2 Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.


✅  SIFAT-SIFAT yang WAJIB DIMILIKI oleh SEORANG PERUQYAH.

Bagi kaum muslimin dengan mengetahui syarat2 wajib yang dimiliki si peruqyah, maka akan bisa membedakan: 
- Manakah peruqyah yang diatas syariat Islam dan sesuai dengan syariat Islam, 
- Manakah peruqyah yang menyimpang dari syariat Islam bahkan berbau kesyirikan atau dukun, tukang sihir, ahli jampi2, tukang santet, guna2 dan pelet.


1️⃣  Seorang peruqyah wajib melepaskan dirinya dari ruqyah yang berbau kesyirikan.

▪️Hadist Riwayat Imam Muslim dari Sahabat 'Auf bin Malik Radhiallahu'anhu, beliau bercerita :

“Di masa Jahiliyyah kami biasa melakukan ruqyah, lalu kami bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : 
‘Bagaimana menurutmu, wahai Rasulullah.?’ 
Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

 اِعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ. 

"Tunjukkanlah kepadaku ruqyah kalian. Tidaklah mengapa ruqyah yang di dalamnya tidak mengandung kesyirikan."

Para ulama bersepakat bahwa tidak bisa dijadikan sebagai objek utk berobat dengan perbuatan kesyirikan.

Salah satu sifat yang tercela dari seorang peruqyah adalah melakukan kesyirikan.


⛔  Perbuatan2 yang dengan perbuatan tersebut akhirnya pelaku ruqyah melakukan kesyirikan:

1.  Tanda2 seorang peruqyah yang melakukan kesyirikan diantaranya adalah meminta hewan yang didatangkan untuk disembelih dan hewan tersebut adalah hewan yang khusus.
Seperti misalkan :
- Ayam.
Mereka minta utk didatangkan agar bisa disembelih dan darahnya diberikan, disajikan kepada jin.

Terdapat pelajaran menarik kenapa mereka meminta ayam utk disembelih.?
=》 "karena ayam apabila berkokok maka itu berarti dia melihat malaikat, menunjukan kepada dia bahwa dia melihat malaikat yang sedang turun dan naik pada waktu subuh."

▪️ Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallah'anhu, Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” 
(HR. Bukhari 3303 dan Muslim 2729).

Ini menunjukan bahwa ayam sedang melihat Malaikat, dan Malaikat turun berkumpul saat sholat subuh.
Disitulah istimewanya sholat subuh.
Dan ayam di sembelih agar seseorang tidak sholat subuh. Begitulah semua sihir, mereka akan membuat seseorang jauh dari ibadah yang paling agung yaitu Sholat.
-->  Ini tukang sihirnya Asli.

Adapun tukang sihir yang palsu maka dia biasanya minta hewan2 juga tetapi hewan2nya hanya utk Ta'zis / melemahkan.
Ada tukang sihir palsu yang dianggap sebagai ahli ruqyah tetapi sebenarnya dia adalah Dukun santet, guna2 dan pelet.
Dia minta agar didatangkan tikus, Tikusnya bukan sembarang tikus, biasanya tikusnya yatim.
-->  Bukan Ahli ruqyah secara syariat dan dia gadungan, bukan tukang sihir sebenarnya.

2.  Apabila dia menuliskan rajah-rajah dan memberikan jimat-jimat.

Maka apa saja dan siapapun yang memberikan rajah2 atau jimat2 meskipun dia seorang:
- Kiyai, 
- Gus, 
- Habib, 
- Tuan Guru, 
- Ustadz, 
- Ahli Ruqyah, 
- Apapun profesinya atau gelarnya distrata masyarakat.
Kalau sudah memberikan rajah-rajah atau jimat-jimat, maka ini berarti dia sudah melakukan "Kesyirikan."

》 Contoh jimat-jimat seperti :
- Kalung yang dipakai /  digelangkan yang dengan memakainya bisa dianggap mendatangkan kebaikan atau menahan keburukan maka tidak ayal lagi ini ahli tukang ruqyah yang tidak sesuai dgn syariat Islam.
- Atau memberikan cincin-cincin yang dipakai yang dianggap mendatangkan kelebalan, kebaikan, rezeki ataupun menahan kemudhorotan, maka tidak ayal lagi ini disebut sebagai "tukang sihir / tukang ruqyah yang menyimpang."
Apapun starusnya di masyarakat.

Kenapa kita katakan ini adalah sebuah kesyirikan..?
==》 Karena ayam yang di sembelih bukan karena Allah, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam,

▪️ Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda :

مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ لله فَقَدْ أَشْرَك 

"Barangsiapa yang menyembelih bukan karena Allah maka sungguh dia telah melakukan kesyirikan."

▪️ Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam juga bersabda : 

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka sungguh ia telah berbuat kesyirikan” 
(HR. Ahmad 4: 156.)

Semua jenis jimat apapun bentuknya maka semua termasuk kedalam ahli ruqyah yang penuh dengan kesyirikan.

3.  Meminta sesuatu yang dipakai oleh pasien. Maka ini termasuk kesyirikan.
Mengapa demikian..?
"Karena itu akan dijadikan objek untuk buhul-buhul."

▪️ Dalam hadist Shahih Bukhari diceritakan oleh Aisyah Radhiallahu'anha bahwa Beliau di sihir.
"Dihayalkan kepada beliau bahwasanya beliau melakukan sesuatu padahal beliau belum melakukannya."

Ini adalah tingkatan sihir yang paling berat, karena para Nabi mendapatkan ujian yang paling berat.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءالأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَىُ      
 
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi.” 
(HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, dan Ahmad 1: 185. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kemudian datang 2 orang Malaikat dari sisi kanan dan sisi kiri.
Yang satu bertanya kepada yang satu.
- "orang ini kenapa..?"
- "kena sihir..!"
- "siapa yang mensihirnya..?"
- "seorang yang bernama Labib bin a'shom bin bani zuraiq seorang Yahudi, dirambut2 yang merupakan bekas rambutnya Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam..!"
Dan dijadikanlah sebagai objek, kemudian dijampi2 dan disimpan disebuah sumur.

Dan Nabi terbangun dari mimpinya san mimpi seorang Nabi adalah wahyu, dan Beliau pergi kesumur tersebut kemudian dimusnahkan sihir tersebut.

==》 Ini dalil yang menunjukan bahwasanya apabila ada tukang ruqyah minta bekas-bekas,
- bekas peci
- bekas baju
- bekas kaos
- bekas pakaian dalam
- hati2 untuk anak2 yang pacaran yang suka bertukar-tukar barang (pacaran dilarang dalam Islam).

Ini sangat rentan utk di sihir dan yang minta demikian bukan tukang Ruqyah yang sesuai dengan syariat, tetapi yang menyimoang dari syariat penuh dengan kesyirikan.

4.  Apabila tukang ruqyah tersebut menulis ayat Al-Quran dengan terbalik.

Maka ini adalah kekufuran dan bukan hanya sekedar kesyirikan, karena menghinakan Al-Quran, menghinakan Hadist2 Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Biasanya dia menulis Al-Fatihah atau Bismillah terbalik. Ini untuk menghinakan Al-Quran.

5.  Dia akan menanyakan nama pasien dan nama ibu pasien.

Kenapa demikian..?
==》 Karena kita sebagai seorang Muslim Nasab kita jelas, tetapi apabila ada orang nasabnya tidak jelas, atau dikategorikan anak zina, maka yg ditanya nama ibunya.
Ini contoh untuk menghinakan diri seorang pasien yang ingin dia ruqyah. Sehingga dia hina dan akhirnya tidaknada nilainya dihadapan jin dan setan.

6.  Seseorang bertanya, ngobrol minta bantuan kepada jin.

Ini siapapun peruqyahnya, bagaimanapun besar surbannya, bagaimanapun panjang tasbihnya, tidak direkomendasikan untuk minta diruqyah dengan mereka.

Kenapa demikian..?
==》 Karena Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam tidak oeenah mengajari meruqyah dengan cara minta bantuan kepada jin.

■》Allah berfirman : 
Quran Surat Al-Jin Ayat 6

 وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا 

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."
[QS. Al-Jin : 6]

》 Ada sebagian yang menyimpang dia tidak termasuk kepada kesyirikan:
- ngobrol sama Jin nya (Ente namanya siapa? Umurnya berapa? tinggal dimana.? makanannya apa?)
Ini tidak benar, bukan ruqyah.

》 Termasuk Ruqyah Syirkiyah yang dikategorikan minta bantuan kepada Jin adalah :
- memindahkan penyakit ketelur, telurnya nanti ada darahnya.
- memindahkan penyakit kebinatang, seperti kambing, melalui bantuan jin.
Maka semua ini diharamkan.

》 Kita bisa minta berinteraksi dengan jin cuma dua hal : 
(1).  Mendakwahinya.
◆》 QS Al-Jin ayat 1 : 

قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا 

"Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,"
[QS. Al-Jin : 1]
(2).  Saat meruqyah mengancamnya.

7.  Mengaku mengetahui akan hal Ghoib.

Diantaranya :
Baru ketemu sudah nebak, kamu namanya ini, sakitnya ini, nama suaminya ini.
Ini termasuk keayirikan.

Kenapa demikian..?
==》 Jangankan manusia biasa, Nabi kitapun tidak mengetahui hal ghoib.

■》Firman Allah :

◆ QS. Al-A’raf Ayat 188:

 قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ  

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".
[QS. Al-Araf : 188]

Baik para sahabat, tabiin, tabiut tabiin. Tidak ada yang mangetahui hal Ghoib kecuali Allah Subhanahu wata'alaa.

◆ QS. An-Naml ayat 65:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan."
[QS. An-Naml : 65]

Maka jangan pernah percaya yang katanya ahli Ruqyah tetapi dia meramal.
Ini tukang sihir Ashli.

8.  Menulis ayat-ayat Al-Quran dengan sesuatu yang najis seperti darah haid.

Maka hati-hati, itu adalah bentuk pengabdian dia kepada jin untuk menghinakan simbol2 syariat Islam.

9.  Disuruh untuk menanam sesuatu baik didepan rumah, dibelakang rumah atau dimanapun.

Ini semua adalah bentuk sesaji yang diberikan kepada jin, dan ini penuh dwngan kesyirikan.

10. Menghinakan syiar-syiar Islam.

Diantara yang paling jelas adalah Al-Quran yang mereka hinakan.
- Mushaf mereka jadikan pijakan saat buang air besar atau saat buang air kecil.
Ini bukan hanya kesyirikam tapi kekufuran.


2️⃣  Terlepas dari mengerjakan perbuatan-perbuatan, ucapan-ucapan yang bertentangan dengan Agama dan juga Akhlak yang Mulia.

==》Terlepas dari perbuatan Fahisah, yaitu : 
"Dosa yang dikejikan oleh akal dan syariat, Dan dia jika disebutkan maka dia adalah atau segala macam yang berkaitan dengan oeebuatan yang mendekatkan diri kepada perbuatan zina, atau segala macam yang berkaitan dengan syahwat perempuan."

Jangan sampai kita meminta Ruqyah kepada orang yang:
- buruk akhlaknya
- buruk budi pekertinya
- menyimpang dari agama.

⛔  Buruk Akhlaknya diantaranya : 

1.  Dari sisi syahwat yang haram, ahli Ruqyah minta pasien perempuan disuruh membuka bajunya, dipegang. 
2.  Diharamkan duduk berduaan didalam kamar karena itu adalah khalwat.

▪️ Hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam : 

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ باِمْرَأَةٍ إِلاَّكاَنَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” 
(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim. Al-Hakim kemudian menyatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Pendapat ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi).

3.  Ikhtilat.
Apabila terjadi Ruqyah masal, tidak contoh dari Nabi.
"Nabi mengatakan : jaubi oleh kalian memasuki tempat2 perempuan."

4.  Dilarang memegang perempuan Meskipun dengan sarung tangan.

▪️ Hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam : 

لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ 
حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ 
" Sesungguhnya andai kepala
seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya."
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrâni dalam al-Mujamul Kabîr no.486, 487 dan ar-Rûyânî dalam Musnadnya II/227. Hadits ini dihukumi berderajat hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahîhah no. 226.

▪️ Hadist dari Aisyah radhiallahu'anha :

وَاللَّهِ مَا مَسَّتْ يَدُهُ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ فِي الْمُبَايَعَةِ وَمَا بَايَعَهُنَّ إِلَّا بِقَوْلِهِ 

"Demi Allah, tangan beliau tidak pernah menyentuh tangan perempuan sama sekali dalam baiat. Beliau tidak membaiat para wanita kecuali dengan perkataan saja." 
(HR Al-Bukhari, 4891)

5.  Dia tidak Sholat berjamaah, adzan dikumandangkan dia masih meruqyah orang tidak ke masjid, padahal dia laki2.
Ini akhlaq yang buruk.
Atau bahkan mungkin tidak sholat, tidak jumatan.

▪️ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” 
(HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574)

▪️ Hadist riwayat Imam Muslim :

وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُولُ : (( إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

"Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.”
(HR. Muslim no. 82)

▪️ Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلاَّ مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِى الصَّفِّ

“Aku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jama’ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jama’ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.” 
(HR. Muslim no. 654).


3️⃣  Apa yang diruqyahkan jelas bacaannya dan bisa difahami maknanya sesuai dengan syaria'at.

▪️ Al-hafiz ibnu Hazar Al-Ashqalani rahimahullah dalam Fathul Bari:

“Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat:
1. Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah yang Mulia.
2. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna.
3. Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”

▪️ Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu'anhu :
"beliau mengomentari orang-orang yang menulis huruf abjad dan mempelajari ilmu nujum meramal apa yang ada di bintang, beliau berkata, “Menurutku orang-orang yang mempraktikkan hal itu tidak akan memperoleh bagian apa-apa di sisi Allah.”
(Shahih Jami’ Bayanil ‘Ilmi, 1020)


4️⃣  Harus ikhlas karena Allah ubhanahu wata'alaa.

Kenapa demikian..?
==》 Karena dengan ihklas tersebut maka ruqyahnya menjadi manjur.

▪️ Hadist riwayat An-Nasai, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَاْبتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan, kecuali (amalan) yang ikhlas dan mengharapkan wajah Allah semata.” 
(HR. an-Nasai no. 3140 dari sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan an-Nasai no. 3140)

Maka ketika meruqyah harus terlepas dari :
1.  Riya, ingin dilihat agar di puji. Jadi ini sangat kental sekali.
2.  Harus terlepas dari keinginan-keinginan duniawi, baik harta, tahta, wanita. Agar bener2 Ikhlas karena Allah subahanahu wata'alaa.

Saran dari Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam tujuan meruqyah adalah :
"Membantu orang"

▪️ Rasul bersabda dalam Hadist shahih : 

مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ

“Barangsiapa diantara kalian mampu memberi manfaat kepada saudaranya, maka berilah padanya manfaat" 
(HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Majah dari Jabir)

Artinya :
"Siapa yang bisa memberikan ruqyah dengan niatan untuk menolong saudaranya maka lakukanlah."
==》Ini tanda orang yang ikhlas meruqyah karena Allah subhanahu wata'alaa.


5️⃣  Dia harus benar2 bertawakal dan bersandar hanya kepada Allah subhanahu wata'alaa.

Tidak boleh dia bersandar kepada bacaannya.
Kenapa demikian..?

■》 Firman Allah dalam,
QS. At-Thalaq ayat 3 : 

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
[QS. At-Talaq : 3]


6️⃣  Dia harus mengetahui ilmu meruqyah.

Baik dari sisi :
- bacaan2nya, 
- aurat,
- penjagaan terhadap aurat

▪️ Ibnu Taimiyah mengatakan dalam kitab Majmul Fatawa : 
"Bahwa seseorang tidak boleh meruqyah dengan menyebut semua nama yang tidak difahami maknanya lebih-lebih lagi berdoa dengannya. Karena itu dikhawatirkan penuh dengan kesyirikan meskipun siperuqyah tadi tidak mengetahui kalau itu adalah kesyirikan."


7️⃣  Seseorang yang ahli meruqyah maka dia harus meniatkan didalam ruqyahnya mendakwahi.

Baik itu orang yang di ruqyahnya maupun jin yang sedang dia ruqyah.
Mendakwahi, melakukan Amar ma'ruf Nahi mun'kar.
- Kalau dia berhadapan dengan jin maka dia dakwahi jinnya.
- Kalau dia beehadapan dengan manusia maka dia dakwahi orang yang dia ruqyah tersebut.


8️⃣  Dia memberikan rasa positif, optimis kepada pasien.

Jangan malah direndahkan, diberikan keputusasaan, dijauhkan dari Rahmat Allah.
Karena..

▪️ Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda dalam hadist shahih Imam Bukhari dan Muslim :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” 
(Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Semestinya orang yang meruqyah memberikan, 
- rasa semangat
- rasa kebaikan
- optimis agar bisa sembuh kepada orang tersebut.

▪️ Hadist Abu Said Al-Khudri, hanya hadistnya dilemahkan oleh sebagian ulama dan yang melemahkan adalah Imam Nawawi, Ibnu Hajar, Al-Albani.
Rasulullah bersabda:
"Jika kalian menyeru kepada orang sakit, lapangkan dia didalam umurnya, sesungguhnya itu tidak akan menolak sesuatu, akan tetapi itu akan menenangkan hatinya."

Ketenangan hati bagus bagi seseorang yang sedang di ruqyah.
Maka seorang peruqyah dia wajib memberikan ketengan hati kepada orang yang di ruqyah tersebut.


✅  Syarat Wajib Bagi Orang yang di Ruqyah : 

1.  Dia harus meyakini bahwa Allah penyembuh. Ruqyah ini hanya sebab tapi Allah lah yang menyembuhkan. Yang memberikan pengaruh sembuh atau tidak sembuh hanya Allah subhanahu wata'alaa.

■》Firman Allah dalam,

◆ QS. Asy-Syu'ara ayat 80:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,"
[QS. Asy-Syu'ara : 80]

◆ QS. Al-Anbiya ayat 83:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".
[QS. Al-Anbiya : 83]

Maka dia harus meyakini bahwasanya tidak ada yang menyembuhkan kecuali Allah subhanahu wata'alaa.
Ruqyah ini hanyalah sebab syar'i yang dibolehkan.

2.  Dia harus menjauhi dari maksiat.
diantaranya : berkholwat, berikhtilat laki dengan perempuan, bersetuhan dgn laki2 bukan mahrom, dll.

3.  Harus menjauhi hal2 yang berbau kesyirikan.

4.  Diapun juga berdoa agar disembuhkan penyakitnya oleh Allah subhanahu wata'alaa.
Jangan sampai hanya bersandar kepada orang yang meruqyah.
Berdoa secara mandiri itu lebih utama dari pada dia datang kepada Ahli Ruqyah.


⛔  Beberapa Hal yang Wajib Dijauhi saat Meruqyah.

1.  Seorang peruqyah berniat mengumpulkan harta dari ruqyahnya. Ini sangat tercela.
Karena ruqyah adalah kebaikan seorang muslim kepada muslim lainnya.

2.  Menjauhi godaan wanita saat meruqyah, baik itu berdua2an, bercampur, ataupun juga buka aurat, bersentuhan.

3.  Menjauhi untuk minta bantuan kepada jin.

4.  Terlalu berlebih2an di dalam proses pembacaan atau bacaan yang kadang-kadang bukan dari Al-Quran dan bukan dari Hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam maka ikut dibacakan, hanya karena dianggap baik.
Penggunaan alat2 media saat meruqyah terlalu berlebih2an yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam dan beranggapan bahwa ini baik.

5.  Menjauhi popularitas saat meruqyah, seperti dikerumuni orang banyak, di lihat dan diketahui orang banyak, karena ini mengganggu keikhlasan.

6.  Menjauhi tidak ada dasarnya baik dari Al-Quran maupun Hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.

7.  Menjauhi menyiksa pasien dengan asumsi pasien didalamnya ada Jin. Menyiksa, memukul, menempelengnya, membantingnya, bahkan sampai membunuhnya, ini tidak diperbolehkan.

7.  Menjauhi memberikan rasa pesimis / putus asa kepada pasien bahwasanya penyakit ini susah untuk diobati, susah untuk di ruqyah, jinnya sangat kuat, sihirnya sangat hebat dan semisalnya.

8.  Menjauhi pembacaan secara berjamaah, yaitu ruqyah masal. Kenapa demikian :
- belum ada contoh dari Nabi shalallahu'alaihi wasallam dan para salafus shaleh,
- mengakibatkan yang lain akan terkena kepada jin yang lain, karena jiwa iji lemah, seseorang yg di dalam dirinya asalnya cuma 1 jin yang masuk ke dalam dirinya, akibat yang lain juga kesurupan maka jin yg lain bisa masuk juga, karena lemah dan melihat orang2 yg lain pada kesurupan.

9.  Menjauhi perbuatan2 yang berkaitan dengan khurafat dan juga menghinakan syariat Islam.

10. Menjauhi ruqyah dengan melaluo telepon / online karena ini adalah sesuatu yang belum pernah ada contohkan oleh Nabi shalallahu'alaihi wasallam.
Walaupun kita tahu bahwasanya telepon yg semisalnya belum ada di jaman tersebut. Akan tetapi kita lebih baik langsung meruqyah di tempat orangnya itu lebih utama.
Wallahu'alam.

11. Menjauhi menyiksa jin dengan api, tidak diperbolehkan.

Mudah2an yang disampaikan ini bermanfaat.
Wallahu'alam bishowab.

?  SOAL - JAWAB


1️⃣ Saat meruqyah tidak boleh memegang lawan jenis, bukankah ruqyah ini termasuk dalam kategori darurat seperti sahabiyah yang mengobati sahabat yang luka saat perang, mohon penjelasannya.!
↪️  Jawab :
Tidak, itu tidak termasuk dalam keadaan terpaksa, darurat disini maksudnya adalah terpaksa. Tidak... kenapa.? Karena kita bisa meruqyah tanpa harus memegang dan itu bisa sangat mungkin terjadi, kita bisa meruqyah di balik hijab.
■》 Allah berfirman QS. Al-Ahzab : 53 

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri- istri Nabi), Maka mintalah dari balik hijan, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” 
(QS. Al Ahzab: 53).
Maka seseorang bisa untuk meruqyah perempuan tanpa harus dia memegang, apalagi yang namanya ruqyah sebenarnya adalah yang paling utama tersampaikan bacaan kita kepada pasien yang diruqyah. Adapun memegang maka bisa para perempuan yang memegangnya, kalau seandainya mungkin dia bergerak2, mungkin kesurupan kemasukan jin karean jin yg ada ditubuhnya itu tidak kuat lagi. Maka pada saat itu dia bisa untuk minta bantuan kepada para perempuan utk memegangi.
Wallahu'alam bishowab

2️⃣ Saat ini orangtua saya sudah terlanjur berobat kepada salah seorang kiyai yang kiyai tersebut menanamkan sesuatu dirumah orangtua saya. Bagaiaman cara agar jin itu pergi dari rumah orangtua saya, karena posisi saya sekarang sedang jauh dari rumah orangtua saya.!
↪️  Jawab :
Mau tidak mau kita harus untuk mengeluarkan apa saja dari jimat2 yang diberikan oleh tukang ruqyah palsu tadi. Apa saja yang di tanam, kadang2 seseorang diberikan entah itu cincin, baju, jaket tetapi ternyata didalamnya ada praktek sihir maka pada saat itu kita hati2, pada saat kita mendapat hadiah khawatir bahwasanya ini adalah terdapat sihir didalamnya.
Mau tidak mau apa yang sudah diberikan oleh orang yang dianggap meruqyah dengan cara tidak syar'i tadi harus dimusnahkan. 
Kalau seandainya tidak tahu bagaimana.?
Nabi shalallahu'alaihi wasallam diberi tahu oleh Malaikat, sehingga beliau tau dimana praktek sihir yang dilakukan terhadap beliau.
Sementara kita bagaimana, malaikat siapa uang akan datang kepada kita.? 
》Berdoa dan minta kepada kepad Allah subhanahu wata'alaa, 
- entah nanti Allah berikan lewat mimpi ditunjukan tempatnya disini, 
- atau Allah menafsirkan bahwa orang tersebut menurut dia tidak sengaja, tapi Allah mentakdirkan hal tersebut, maka Allah memudahkan untuknya mendapatkan praktek dari sihir tersebut akhirnya bisa dimusnahkan, 
- atau seandainya juga proses alam berdasarkan takdir Allah, akhirnya praktek sihir tersebut hancur.
Maka berdoa kepada Allah subhanahu wata'alaa agar diberikan jalan keluar agar terlepas dari perbuatan sihir tersebut, atau ruqyah yang menyimpang yang tidak sesuai dengan syari'at tersebut.
Wallahu'alam bishowab

3️⃣ Saya pernah menemukan amplop berisi rajahan disertai tanah dan besi kecil didalam lemari yang saya tidak tau itu dari siapa atau milik siapa, akhirnya dibakar oleh suami dengan membaca Basmallah, apakah tindakan yang kami lakukan tersebut sudah benar Ustadz.?
↪️  Jawab :
Di jawab secara umum, apasaja baik jimat, rajah ataupun hal2 yang di anggap keramat, maka cara memusnahkannya adalah di ruqyah terlebih dahulu, dibaca2i bacaan yang disyariatkan untuk menjaga diri. 
》Seperti misalkan :
- ayat Qursi, 
- 2 ayat terakhir Al-Baqarah, 
- Surah Al-Fatihah,
- 4 Surat Qul,
Maka silahkan baca itu sebelum memusnahkannya, lalu setelah itu dimusnahkan, dan praktek yang paling mudah adalah dengan membakarnya.
Apa yang dilakukan tadi adalah sudah benar dan jangan takut, bertawakal kepada Allah subhanahu wata'alaa.
Wallahu'alam bishowab.

4️⃣ Pengalaman di Masjid Astra. Kami pernah meruqyah salah satu ikhwan jamaah Masjid Astra, saya melihat betul bagaimana daging/bagian dari tubuh dia di kulit itu ada yang berjalan-jalan setelah dibacakan Al-Quran dan bahkan setelah di ruqyah lama-lama, dia terkesan meledek dan gak mempan dengan ruqyah tersebut. Si ustadz mengatakan ini agak sulit di ruqyah, kemudian yang di tempuh oleh ikhwan yang sakit itu adalah disarankan untuk pindah negara. Akhirnya dia pindah ke Yaman, qadarallah Alhamdulillah ikhwan ini sembuh. Yang ditanyakan adalah apakah dengan cara seperti itu, ketika seseorang diruqyah gak bisa2 kemudian dia pindah ke negara lain agar Jinnya tidak bisa menyebrang..?
↪️  Jawab :
Saya belum mendapati hal ini kalau seandainya, dalam perihal tobat memang ada Hadist Rasulullah bahwa:
:ada orang yg membunuh 99 manusia kemudian dia bertanya kepad ahli ibadah, dan ahli ibadah tersebut mengatakan tidak ada tobat bagimu karena kamu sdh membunuh 99 orang, lalu dia bunuh orang yg ditanya tadi jadi pas 100 orang. Lalu dia bertanya kepada Ahli Ilmu, kemudian Ahli Ilmu mengatakan apa yang menahan Allah utk menerima tobatmu, tetapi hendaknya kamu pindah ke negeri lain sebagai bukti bahwa kamu sudah bertobat kepada Allah subhanahu wata'alaa."
Ini dalam perihal bertobat.
Adapun dalam perihal seseorang yang diruqyah kemudian dia kerasukan jin kemudian dia pindah negara akan jinnya tidak mengikuti maka saya belum tau dalilnya akan hal ini.
Wallahu'alam.

5️⃣ Bagaimana ciri2 terkena penyakit 'Ain. Apakah penyembuhannya bisa juga dengan metode Ruqyah.?
↪️  Jawab :
Maka saya akan mejelaskan terlebih dahulu.
》'Ain adalah mata jahat,
Yaitu disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Ash Qalani rahimahullah :
"Dia adalah penglihatan yang karena suka tetapi dicampuri dengan iri dan dia termasuk sifat yang buruk dan akhirnya memberikan pengaruh buruk kepada orang yang dia lihat dan bisa membahayakan."
Misalnya : ada orang yg suka sama anak kecil imut2 tetapi dia dipenuhi rasa iri, akhirnya itu anak sakit tanpa sebab. Ini adalah 'Ain.
Tentunya ini adalah dengan ijin Allah subhanahu wata'alaa.

》 Dan 'Ain itu sudah diberitahukan oleh Allah bahwa benar adanya. Dari beberapa Hadist2 shahih diantaranya: 
▪️ Hadist Shahih Al-Bukhari:
"Mata jahat yang memberikam pengaruh buruk kepada orang itu benar adanya."
▪️ Hadist riwayat Imam Abu Nu'aim dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah :
"Mata yang jahat memasukkan seseorang kedalam kubur (bisa mewafatkan) dan mata yang jahat bisa memasukkan seekor onta kedalam panci yang panas (artinya disembelih karena dia sakit dan dimasak serta dimakan). Gara2 'ain"
▪️ "Sesungguhnya mata jahat membakar seseoramg dengan ijin Allah sampai naik keatas kepala kemudian membahayakan."
▪️ Riwayat Imam Muslim :
"Mata jahat itu benar adanya bahkan bisa meruntuhkan gunung yang tinggi."
▪️ Imam At-Thoyalis dan dihasankan oleh Al-Albani rahimahullah:
"Mata jahat itu benar adanya, kalau seandainya ada sesuatu yang didahului oleh takdir maka dia didahului oleh 'Ain."
Artinya : apa yang terkena oleh seseorang akibat pamdangan atau mata jahat tersebut adalah merupakan takdir Allah subhanahu wata'alaa.

》 Tanda2 atau ciri2 orang yang terkena 'Ain:
1. Sakit tanpa sebab
2. Rewel tanpa sebab
3. Tidak bisa tidur tanpa sebab
4. Seorang yang tertidur pulas selama beberapa tahun tanpa sebab, meskipun secara media ada namanya tersendiri dan ada sebabnya.
Maka tidak ditutupi di khawatirkan itu terkena 'Ain.
5. Bisa menimpa diri kita sendiri tanpa kita sadari.
Misalnya kita beli baju dan memakainya tanpa menyebut nama Allah dan berdoa meminta keberkahan. Maka dianjurkan utk membacakan doa ketika memakai baju baru.

》 Disarankan utk pengantin baru yang baru menikah, suami memegang ubun2 istrinya dan membacakan doa agar tidak terkena 'Ain.
▪️Doa suami kepada istri dimalam pengantin :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi

"Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa."

》 Adapun obatnya adalah: 
1. Sering2 minta perlindungan, baca istiadzah, Membaca 3 surat Qul.
2. Berdoa kepada Allah agar minta berkah dari apa yang kita hadapi sekarang.
Contoh : 
- baru beli baju berdoa kepada Allah berkah baju yang baru kita beli atau,
- melihat orang lain membeli baju baru, berdoa kepada Allah agar orang lain mendapat berkah bajunya.
▪️ Hadist Rasul dari Imam Ahmad :
"Jika salah seorang melihat dari dirinya (dirinya bisa meng'aini dirinya), atau dari hartanya, atau saudaranya, sesuatu yang menakjubkannya maka berdoalah untuknya mendapatkan keberkahan, sesungguhnya mata jahat itu benar adanya."
Ucapkan Masyaa Allah atau sebut nama Allah.
3. Dengan Meruqyahnya yang sesuai dengan syariat Islam.
▪️ Dalam Hadist Bukhori dari Aisyah radhiallahu'anha:
"Nabi Muhammad memerintahkan untuk kita meminta diruqyah karena penyakit 'ain."
▪️ Hadist Bukhori Muslim dari Ummu Salamah:
"Bahwa Nabi Muhammad melihat didalam rumahnya ada seorang jariyah, budak kecil perempuan, dan wajahnya itu ada sub'ah (pucat pasi)."
Wallahu'alam bishowab

6️⃣ Apakah selain manusia bisa kena 'Ain.? Seperti hewan peliharaan atau apalah.?
↪️  Jawab:
Semua bisa kena 'Ain, kendaraan, hewan peliharaan juga bisa kena 'Ain.
Wallahu'alam bishowab.


?  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~