Kajian Online Interaktif Ikhwan & Akhwat
     - MASJID ASTRA -
SELASA, 25 Agustus 2020
Pukul 19.30 WIB - Selesai

📔 Nara Sumber :
"Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc., MA."


~ TAULADAN KEMULIAAN UMMUL MUKMININ AISYAH - Bagian 2 ~


🔰 "Bantahan Syubhat Seputar Pernikahan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam & Aisyah radhiallahu'anha"


Kita akan melanjutkan bagaimana biografi Aisyah radhiallahu'anha.
Aisyah sebagaimana telah bahwa beliau adalah anak dari Abu Bakar radhaiallah'anhu dan Ummu Ruman.

Abu Bakar radhiallahu'anhu adalah sahabat terdekat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
Oleh karenanya Aisyah radhiallahu'anha tumbuh dan berkembang di keluarga yang sangat Islami, kental dengan agama.

◆ Maka Aisyah berkata,
"Aku tidak ingat tentang kedua orang tuaku kecuali aku tau mereka sudah memeluk agama Islam."

Jadi begitu Aisyah sudah mengerti, dia tau kedua orang tuanya sudah berada di atas agama Islam.

Dan juga Nabi shalallahu 'alaihi wasallam tidak ada satu haripun kecuali Nabi mampir kerumah Abu Bakar radhiallahu'anhu, entah di pagi hari, entah di petang hari.

Karena Abu Bakar adalah,
- Teman berdiskusi
- Teman berdakwah

Rumah Abu Bakar radhiallahu'anhu adalah,
- rumah yang penuh dengan cahaya Islam, 
- rumah yang penuh dengan ajaran2 Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.
Disitulah Aisyah radhiallahu'anha di didik oleh Abu Bakar.

Sampai pada akhirnya, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, setelah Khadijah meninggal dunia sekitar tahun ke 10 kenabian (3 tahun sebelum hijrah).

◆ Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam ingin menikah,
maka datanglah "Khaulah binti Hakim istrinya Utsman bin Madz'un radhiallahu'anhu."
- Kemudian Khaulah bin Hakim bertanya kepada Rasulullah,
"Ya Rasulullah tidakkah kau mau menikah dengan Sayyid janda ataukah gadis.?"
- Rasul bertanya, 
"Kalau Sayyid janda siapa.?"
- Khaulah menjawab, 
"Saudah binti Jam'ah."
- Rasul bertanya lagi,
"Kalau gadis siapa.?"
- Khaulah menjawab,
Adalah putri sahabatmu Abu Bakar radhaiallah'anhu yaitu Aisyah.
- Rasul berkata kepada Khaulah,
"Coba sebutkan kepada Abu Bakar tentang ide ini."
- Dan Khaulah pun datang kepada Abu Bakar dan berkata,
"Bagaimana jika putrimu di nikahi oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

◆ Ketika itu ada beberapa hal yang mengganjal di hati Abu Bakar radhiallahu'anhu,

1). Orang-orang Arab dahulu di masa itu mereka menyangka kalau mereka sudah berteman sangat dekat maka seperti saudara kandung, sehingga tidak mungkin menikah dengan putri temannya tersebut.
Maka ketika Khaulah menawarkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam utk menikahi Aisyah, Abu Bakar mengatakan,
"Sesungguhnya Rasul adalah saudaraku, dan sesungguhnya Aisyah adalah putri dari saudaranya yaitu putriku."
Karena sudah saking dekatnya maka putrinya sudah dianggap sebagai ponakan sendiri.

2). Ternyata Aisyah sudah di lamar oleh "Jubair bin Muthim ibnu Ady," sehingga repot bagi Abu Bakar karena sudah ada lamaran yang masuk, jadi serba salah.

Masalah ini akhirnya disampaikan kepada Khaulah dan Khaulah menyampaikan kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

◆ Nabi shalallahu 'alaihi wassalam mengatakan, sampaikan kepada Abu Bakar,
"Bahwasanya Abu Bakar adalah saudaraku dan putrinya halal bagiku untuk aku nikahi."

Akhirnya Abu Bakar berfikir dan bertemu dengan keluarganya Jubair bin Muthim bin Ady (yang masih musyrikin kala itu).
Akhirnya Abu Bakar pun menerima lamaran Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada Aisyah radhiallahu'anha.


🌷 "PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD shalallah 'alaihi wasallam & AISYAH radhiallahu'anha"

1️⃣ Diantara permasalahan yang ada sebelum Aisyah dilamar,
▪️Aisyah sudah dilamar oleh Jubair bin Muthim bin Ady.
▪️Nabi shalallahu 'alaihi wasallam sangat dekat dan dianggap saudara oleh Abu Bakar, yang mereka dahulu menyangka kalau sudah sangat dekat maka tidak boleh menikah.
=》Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjelaskan,
"Bahwa Abu Bakar tetap saudara dalam agama tapi Aisyah halal bagi Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

2️⃣ Sebelum Nabi shalallahu 'alaihi wasallam melamar Aisyah, Nabi telah melihat Aisyah dalam mimpi 2x atau 3x, sebagaimana sabda Beliau shalallahu 'alaihi wasallam,

رأيتُك في المنام ثلاث ليال ، جاء بك الملك في سرقة من حرير، فيقول : هذه امرأتك فأكشف عن وجهك فإذا أنت فيه، فأقول : إن يك هذا من عند الله يُمضه

“Aku melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Malaikat itu berkata, ‘Ini adalah istrimu’. Lalu kusingkapkan penutup wajahmu, ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, ‘Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyata.” 
(HR. Bukhari dan Muslim)

==》"Mimpi Nabi adalah wahyu."
Nabi menikahi Aisyah adalah karena wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta'alaa.
Maka Nabi memberanikan diri melamar Aisyah radhiallahu'anha.

3️⃣ Faedah Menikahi Aisyah radhiallahu'anha,
"Untuk mempererat hubungan dengan Abu Bakar radhiallahu'anhu."

4️⃣ Mahar Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada Aisyah yaitu 12,5 Uqiah / 500 dirham (1 uqiah = 40 dirham) 

5️⃣ Nabi Akad Nikah dengan Aisyah,
▪️Ketika umur Aisyah 6 atau 7 tahun (hanya sekedar akad dengan bapaknya dan tidak di sentuh), ini di Mekkah.
▪️Ketika Aisyah berusia 9 tahun (Nabi sudah hijrah ke Madinnah), baru Nabi shalallahu 'alaihi wasallam hidup serumah dengan Aisyah.

6️⃣ Aisyah radiallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” 
(HR. Muslim).

◆ Kenapa Aisyah menegaskan hal ini, di bulan syawal, di bulan syawal,
- Karena orang Arab zama dahulu punya tathoyur/pamali, tidak boleh menikah di bulan syawal.
- Kata mereka bulan syawal adalah bulan sial, pernikahan akan segera rusak, atau suami akan meninggalkan istrinya.
- Diantara cara Nabi menghadapi tathoyur/pamali (syirik kecil) yang sudah tersebar tersebut, Nabi menikah dengan Aisyah di bulan yang mereka anggap bulan sial, dan tinggal serumah dengan Aisyah juga di bulan yang mereka anggap bulan sial.
- Membantah keyakinan yang tersebar yang syirik.

"Anggapan bahwa ada hari sial untuk menikah itu tidak ada dalam Islam."


🌷 "BANTAHAN TERHADAP SYUBHAT kepada NABI MUHAMMAD shalallahu 'alaihi wasallam SERUMAH dengan GADIS BERUSIA 9 tahun.

Syubhat2 yang di lontarkan oleh orang2 kafir ketika menuduh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam adalah,
- sebagai bentuk pelampiasan hawa nafsu atau,
- mendzolimi anak kecil,

1️⃣ Barometer untuk mencela/memuji berkaitan dengan tradisi adalah tradisi penilaian maayarakat di zaman tersebut.

◆ Pernikahan dengan gadis remaja di zaman Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bukanlah perkara yang tercela.

Buktinya adalah,
1. Aisyah sudah di lamar sebelumnya oleh lelaki lain yaitu Jubair bin Muthim bin Ady.
2. Nabi shalallahu 'alaihi wasallam di Madinah memiliki banyak musuh (kaum musyrikin, Yahudi, kaum munafiqun). 
Yang mereka mencari2 sedikit saja kesalahan Nabi untuk mereka goreng.
Seandainya menikah Aisyah saat itu adalah perkara yang tercela tentu sudah di goreng oleh musuh2 Nabi di kala itu, berusaha untuk merusak rumah tangga Nabi.
Tapi tidak ada satupun dari mereka yang mencela Nabi dari sisi ini.

2️⃣ Aisyah radhiallahu'anha sudah baligh di usia 9 tahun.

Kenapa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mau serumah dan menyentuh Aisyah di usia 9 tahun, karena Aisyah sudah baligh kala itu.

◆ Imam Syafi'i berkata :
"Aku mendapati seorang nenek usianya 21 thn."

◆ Gambaran :
"Kenapa sekarang menikah di Usia baligh misalnya 10 thn di cela sebagian orang?"
- Karena orang2 menjadikan barometer di zaman dia. 
- Kalau penduduk kota wanita2 sekolah kemudian kuliah, menggabungkan sekolah dan kuliah itu susah, akhirnya menunggu si wanita selesai kuliah baru menikah sekitar sudah berusia 24 thn.
- Kalau penduduk kampung beda dengan di kota, di kampung rata2 sekolah sampai SMA, setelah lulus sekolah mereka menikah, rata2 di usia 18-19 thn.

Sekarang kita bayangkan di zaman Nabi yang saat itu tidak ada sekolah dan tidak ada SMA, usia 9 thn sudah baligh mereka menikah.

Jadi sangat wajar di zaman Nabi terjadi pernikahan di usia yang sangat muda.

3️⃣ Aisyah radhiallahu'anha justru sangat bahagia dan bangga bersama Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

◆ Aisyah memuji Akhlak Nabi ketika ditanya bagaimana akhlak Nabi,
"Akhlak Nabi adalah Al-Quran."

4️⃣ Pernikahan dengan gadis usia dini juga dilakukan oleh raja-raja Eropa.

Diantaranya :
▪️Raja Bizantium.
- Bernama Alexius II Comnenus menikah dengan Agnes (Anna).
- Ini terjadi pada 1180 M.
- Agnes ketika itu berusia 8 tahun.
- Agnes adalah seorang putri dari Perancis, mereka inhin menggabungkan dua negara maka dinikahkanlah Raja Alexius II dengan Agnes ini.

▪️Putri Bizantium.
- Yang bernama Theodora menikah dengan Baldwin III, dia adalah penguasa Yerusalem yang masuk perang Salib.
- Theodora lahir pada tahun 1145 M kemudian menikah tahun 1157 M.
- Theodora ini ketika menikah usianya kurang lebih 12 atau 13 tahun.

▪️Sebelumnya ada Raja Bizantium juga,
- Yaitu Alexius I (Bapaknya Alexius II) yang menikah dengan Irene Ducaena.
- Usia Irene Ducaena kala itu 12 tahun.

▪️Isaac II Angelus menikah dengan Margaret of Hungary.
- Margareth of Hungary ketika menikah usianya 9 tahun.

Inilah tokoh2 dari raja-raja Eropa yang juga menikah dengan wanita yang masih muda, kenapa orang2 non muslim tidak permasalahkan..?

5️⃣ Yang paling menakjubkan.

- Kalau ingin melihat romantisnya kisah cinta, lihatlah kisah cinta romantis antar Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dengan Aisyah.
- Jangan baca kisah romantis romeo dan juliet yang berakhir tragis.
- Yang menakjubkan juliet ingin dinikahi oleh ayahnya saat itu berusia 13 thn.


🌷 "BAGAIMANA MESRANYA RASULULLAH shalallahu 'alaihi wasallam dengan AISYAH radhiallahu'anha."

Agar orang2 non muslim tau bagaimana pernikahan yang mereka cela-cela ini, adalah pernikahan yang begitu indah dan sangat romantis, yang dijalankan oleh orang yang paling termulia yaitu Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam.

▪️Begitu romantisnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sehingga memanggil Aisyah dengan nama special ya "Humairah" (wanita yang pipinya kemerah2an karena saking putihnya).
Ini adalah panggilan yang sangat indah dari seorang suami kepada istrinya.
▪️Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam masuk rumah, pertama kali yang dilakukan Rasulullah adalah bersiwak agar mulutnya wangi untuk berbicara dengan istrinya.
Rasulullah tidak suka kalau ada tercium bau tidak enak dari tubuhnya. Rasulullah ingin wangi dihadapan istrinya, begitupun istrinya wangi dihadapan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
▪️Aisyah kalau makan dengan Rasulullah shalallahu,
Aisyah makan daging kemudian Rasulullah mengambil sisa dagingku dan menggigit daging dari bekas gigitan Aisyah.
Aisyah minum dari gelas kemudian Rasulullah meminum dari gelas bekas bibirnya Aisyah.
▪️Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sebelum pergi ke mesjid selalu mencium Aisyah radhiallahu'anha.
▪️Kata Aisyah, aku mamdi junub di satu tempayan bersama Rasulullah dalam kondisi junub, Rasulullah becanda denganku berusaha mengambil air lebih dahulu dari aku sambil berkata sisakan air buatku.
▪️Ketika Aisyah dalam kondisi haid Rasulullah masih mesra dengan Aisyah.
Kata Aisyah, kalau aku sedang haid, Rasulullah menyuruhku memakai sarung, dan Rasulullah tetap mencumbui bagian atas tubuhku padahal aku dalam kondisi haid.
▪️Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sedang beribadah.
Rasulullah dalam kondisi meletakkan kepalanya dipangkuan Aisyah dan Rasulullah membaca Al-Quran, padahal Aisyah dalam kondisi haid.
▪️Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sedang puasa.
Aisyah berkata, Rasulullah mencumbui dan menciumiku, namun beliau adalah orang yang paling bisa menahan syahwatnya.
▪️Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam ketika sedang itikaf, rambut Rasulullah disisir oleh Aisyah radhiallahu'anha.
▪️Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sholat sementara Aisyah ada didepannya, kalau Rasulullah sujud menyentuh Aisyah agar Aisyah melipat kakinya.
Rasulullah beribadah tapi tetap mesra kepada istrinya.
▪️Ketika Aisyah cumburu kemydian menjatuhkan piring dihadapan oara sahabat, apa kata Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam di depan para sahabat, "ibunda kalian sedang cemburu, apa yang dilakukannya karena dia cinta kepadaku."
Rasulullah bela Aisyah agar oara sahabat tidak su'udzon kepada Aisyah.
▪️Bagaimana Rasulullah inhin menyenangkan Aisyah, 
Rasulullah berkata, "lihat Aisyah orang2 Habasyah sedang main2, maka Aisyah nonton bersama Rasulullah dan Aisyah meletakkan dagunya di pundak Rasulullah kemudian menempelkan pipinya di pipi Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. 
Kata Rasulullah, "sudah Aisyah."
Kata Aisyah, " belum ya Rasulullah," (sampai 3x)
Kata Aisyah, "Aku bukan tertarik melihat mereka, rapi agar orang2 tahu kedudukku disisimu wahai Rasulullah, dan kedudukan engkau wahai Rasulullah disisiku.
Aisyah sedang memamerkan bagaimana Rasulullah sayang sama dia.
▪️Ketika dalam perjalan bersama para sahabat, lalu Rasulullah berkata kepada para sahabat, "kalian jalan duluan."
Kemudian Rasulullah berkata kepada Aisyah, "wahai Aisyah mari kita lomba lari."
Ketika lomba berlari Rasulullah kalah, karena Aisyah masih sangat muda dan langsing.
Ketika sudah beberapa tahun kemudian, safar yang berikutnya, Aisyah mulai gemuk badannya. Rasul masih ingat peristiwa itu, lalu Rasul berkata kepada Aisyah, "wahai Aisyah mari kita lomba lari lagi, lalu Rasul menang dan berkata kepada Aisyah, "ini untuk kekalahanku yang sebelumnya."
▪️Lihat bagaimana Aisyah ketila kalungnya hilang dimalam hari saat safar.
Rasul menyuruh seluruh para sahabat untuk mencari kalung Aisyah. Bayangkan pasukan perang di suruh mencari kalung Aisyah, karena Rasul begitu perhatian kepada Aisyah. Tidak ingin Aisyah sedih.
Pasukan perang mencari kalung Aisyah sampai pagi hari sampai Abu Bakar marah kepada Aisyah.


📔  SOAL - JAWAB

1️⃣ Bagaimana didikan yang didapatkan oleh Ibunda Aisyah radhiallahu'anha hingga ia mau dinikahkan di usia semuda itu, bagaimana kami mempersiapkan anak2 perempuan untuk bisa lebih cepat dewasa dari usianya, karena kebanyakan pemudi sekarang ada banyak sudah matang secara usia tapi ternyata maaih kekanak2an dan belum siap untuk menikah.?
↪️  Jawab :
Perkara pernikahan adalah perkara tradisi, dan pekara tradisi dikembalikan kepada urf masing2 daerah, Nabi juga mengatakan nikahkan anak2 kalian ketika masih kecil. Tidak juga.
Ini perkara tradisi maka lihat kondisi zaman sekarang.
Kalau zamah dahulu laki2 sudah baligh cari nafkah sendiri, kalau sekarang tidak bisa. Laki2 baligh usia 15 thn masih dibimbing oleh orang tuanya.
Maka ketika anak kita di usia muda sudah siap menikah dan mendapatkan calon yang juga sudah siap, maka tidak menjadi masalah. Tapi bukan suatu keharusan. Kalau tidak siap jangan di paksa.
Tidak juga dikatakan sunnah, tapi tradisi, karena Nabi menikahi istri2nya usianya berbeda-beda.
Wallahu'alam bishowab.

2️⃣ Banyak sekali dimedsos yang menghina pernikahan Nabi dwngan Ummul Mikminin Aisyah. Bagaimana tanggapan saya sebagai penuntut ilmu, apakah harus dikomentari atau didiamkan saja.?
↪️  Jawab :
Kalau bisa di bantah dengan ilmiah ketika seperti yang tadi sudah dicontohkan, tidak jadi masalah. Bahkan di Amerika pun tidak ada batasan usia minimal utk menikah. 
Kalau kita tidak bisa bantah dengan ilmiah tidak usah dikomentari.
Wallahu'alam bishowab.

3️⃣ Bagaimana jika keromantisan suami-istri mencontoh keromantisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dengan Aisyah tapi di muka umum atau di medsos.?
↪️  Jawab :
Menurut Ustadz jangan sampai demikian, contoh kita dengan istri, kalau kita pegang tangannya itu perkara yang wajar, tapi kalau kita peluk dan kita ciuman dan diumbar di medsos, itu tidak wajar, itu perkara didalam rumah.
Hal2 yang kita malu darinya tetap hatus kita jaga hal2 tersebut, jangan dipamerkan dimedsos.
Takutnya juga kena 'ain atau menimbulkan hasad orang lain. Ada hal2 yang boleh kita tampakkan, ada hal2 yang harus kita sembunyikan.
karena level kebahagian orang beda-beda.
Jangan kita ganggu kebahagian dengan memamerkan macam2 di medsos.
Wallahu'alam bishowab.

4️⃣ Apakah boleh menolak laki2 yang baik agamanya datang kepada kita karena kita belum lulus sekolah.?
↪️  Jawab :
Seseorang melihat maslahat dan mudhorot.
Kalau ada orang yang sholeh dan bisa kita terima itu yang terbaik, tapi sudah kita timbang.
Tapi kalau ada maslahat yang lain yang kita tidak bisa karena kita masih sekolah dan ingin oendidikan sampai lulus sekolah. Karena masih punya cita2, tolak dengan cara yang halus.
Karena kita yang mengetahui apakah anak kita sudah siap mentalnya atau belum. Maka jika memang hal itu belum pas, maka kita tolak dengan cara yang baik.
Tapi kalau kita sudah tau anak kita sudah siap menikah dengan laki2 yang sholeh, bertanggung jawab, sudah punya pekerjaan, maka kita nikahkan saja dan kita bimbing.
Wallahu'alam bishowab.

5️⃣ Bagaimana jika seorang suami meninggalkan istri berbulan2 karena marah, namun masih mengirimkan nafkah uang bulanan ke istri, bagaimana hukumnya kalau seperti ini.?
↪️  Jawab :
Kewajiban bagi suami bukan cuma nafkah, dia juga punya kewajiban memenuhi kebutuhan lahir dan bathin.
Karena tujuan pernikahan agar timbul kemesraan, bukan hanya kasih makan lalu selesai, bukan seperti itu. 
Istri juga harus instrospeksi diri, kalau dia punya kekurangan suaminya ingatkan, kenapa suami marah, jadi istri tau apa kesalahannya agar istri bisa memperbaiki diri.
Adapun sekedar didiamkan tanpa dijelaskan apa kesalahannya maka rumah tangga apa yang seperti ini, hanya penderitaan yang berkepanjangan.
Wallahu'alam bishowab.


📔  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~