Nasihat ini untukmu, Wahai Pemuda

Bang Pitung • 15 September 2020
di grup Masjid Astra

 

SEMANGAT RAHMATAN LIL 'ALAMIN
- MASJID ASTRA -

Kajian Online Interaktif Ikhwan & Akhwat.
JUMAT, 11 September 2020.
              23 Muharram 1442 H.
Pukul 19.30 WIB - Selesai.

📔 Nara Sumber :
"Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary"


~ Nasihat Ini Untukmu, WAHAI PEMUDA ~


POINT 1️⃣
--------
🔰 "PENGERTIAN PEMUDA"

Pemuda kalau kita perhatikan itu dimulai umurnya dari:
"Usia baligh umur 15 thn sampai umur sebelum 40 thn."

✅ Dan ini berdasarkan ayat Al-Quran, Allah berfirman di dalam Al-Quran tentang umur 40 thn.

★》Firman Allah dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
[QS. Al-Ahqaf : 15]

✅ Ada khilat dikalangan para ulama, 
- Ada yang mengatakan bahwa batasan usia pemuda dari usia baligh sampai 40 thn.
- Ada lagi yang mengatakan bahwa batasan usia pemuda dari usia baligh sampai 50 thn.

◆》Hadist dari Abdullah Bin Mas'ud, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah, karena nikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.”
(Muttafaqun alaihi)

✅ Para ulama condong kepada pendapat bahwa:
"Pemuda mulai dari usia baligh sampai kepada umur 40 thn."
==》Berarti kalau usianya sudah lebih dari 40 thn maka buka pemuda lagi.

✅ Kenapa disebutkan 40 thn Pemuda..?

Dan ini disebutkan dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 tadi.

◆》Para Ulama diantaranya Imam Ibnu Katsir rahimahullah didalam kitab beliau Tafsir Ibnu Katsir mengatakan:

"Bahwa ketika seseorang berada dalam usia 40 tahun, maka sempurnalah akal, pemahaman dan kelemah lembutannya." 
(Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:623)

Dan dikatakan bahwasanya kalau seseorang sudah berumur 40 thn maka kebanyakannya tidak akan berubah.


POINT 2️⃣ 
--------
🔰 "MENGAPA MENGAMBIL TEMA NASEHAT INI UNTUKMU WAHAI PEMUDA"

Seringnya pemuda-pemuda diberi motivasi untuk beramal shalih.
Akan tetapi sebagian lupa bahwasanya pemuda juga memerlukan peringatan keras untuk menjauhi dosa2, terutama yang dilakukan saat muda.

✅ Nasihat ini untukmu wahai pemuda di lihat dari sisi dosa-dosa besar berdasarkan contoh dari:

◆》Hudzaifah Ibnul Yaman radhiallahu'anhu, bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam ditanya,

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي

Hudzaifah berkata, 
“Manusia dahulu biasa bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kebaikan. Aku sendiri sering bertanya mengenai kejelekan supaya aku tidak terjerumus di dalamnya.” 
(HR. Bukhari dan Muslim)

◆》Ada pepatah Arab mengatakan:

عَرَفْتُ الشَّرَّ لَا لِلشَّرِّ لَكِنْ لِتَوَقِّيْهِ وَمَنْ لَا يَعْرِفِ الشَّرَّ مِنَ النَّاسِ يَقَعْ فِيْهِ

"Aku mengetahui keburukan
bukan untuk melakukannya, akan tetapi aku mengetahu untuk menjaga diriku darinya."

- Barangsiapa yang tidak mengetahui kebaikan dari keburukan maka dikhawatirkan dia terperosok kedalamnya.
- Sebagai Nasihat untukmu "Wahai Pemuda," agar menjauhi dosa-dosa tersebut.


POINT 3️⃣
--------
🔰 "ISLAM SANGAT MEMPERHATIKAN MASA MUDA"

✅ Sebagaimana Hadist riwayat Imam Hakim di sepakati oleh Imam adz-dzahabi dan Syekh Al-Albani.

◆》Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,
 
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara,
(1) Masa mudamu sebelum datang masa tuamu,
(2) Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim namun keduanya tidak mengeluarkannya. Dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam hadist ini disebut oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasalla tentang Masa Muda 2 kali,
- Masa Mudamu sebelum masa tuamu.
- Masa Hidupmu sebelum matimu.

✅ Dalam Hadist lain Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam menjelaskan tentang Masa Muda.

◆》 Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” 
(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)

Dalam Hadist ini Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam memberitahukan bahwa seseorang akan di tanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa:
- Tentang Masa Mudanya (khusus).
- Tentang Kehidupannya (umum).

✅ Diantara dalil yang juga.menunjukan bahwa Islam sangat memperhatikan Masa Muda.

◆》Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, apabila beliau mendapati para pemuda untuk menuntut Ilmu maka beliau mengatakan:

«مرحبا يا طالب العلم» 

“Selamat datang wahai pemuda pencari ilmu."

Dan ini diwarisi oleh para salafus shaleh dari para sahabat Nabi, "Radhiallahu'anhum."

◆》Abu Sa’id Al-Khudri kalau melihat kami (para penuntut ilmu), maka beliau akan berkata:

مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Selamat datang dengan wasiat yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

◆》Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam pernah berpesan kepada kami untuk melapangkan bagi kalian di dalam majelis ilmu, 
◆》Dan Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam mewasiatkan kepada kami untuk memahamkan hadits2 kepada kalian karena kalian adalah generasi penerus kami dan ahli Hadist setelah kami.

Inilah Islam sangat-sangat memperhatikan "Masa Muda" dimana masa dari umur 15 thn ketika baligh sampai umur 40 thn.


POINT 4️⃣
--------
🔰 "DOSA-DOSA PEMUDA"

1️⃣  "Malas. 

▪️ Tidak menggunakan kekuatan masa mudanya untuk membiasakan diri dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'alaa.
▪️Masa muda jarang bangun malam untuk sholat malam, beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'alaa.
▪️Tidak baca Al-quran, berdzikir dan berdoa.
▪️ Masa muda dia gunakan untuk hal2 yang tidak bermanfaat.

✅ Ini diingatkan oleh para Ulama terdahulu. 

◆》Seorang Tabiin Amr Ash Sabi'i Abu Ishaq, Beliau berkata,

"Wahai pemuda gunakan waktumu sebaik2nya, waktu mudamu, sedikit sekali malam2 lewat kepadaku kecuali aku membaca Al-Quran didalamnya 100 ayat.
Sesungguhnya aku membaca Surat Al-Baqarah dalam 1 rakaat, aku berpuasa pada bulan-bulan suci (Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab), dan sesungguhnya aku berpuasa 3 hari disetiap bulannya dan aku berpuasa senin dan kamis.

✅ Inilah kesalahan terbesar yang dimiliki oleh para Pemuda yaitu Malas, tidak menggunakan masa mudanya untuk membiasakan diri beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'alaa.

◆》Amar Bin Maimun, beliau bertemu seseorang dari kawannya, lalu berkata,

"Sungguh aku tadi dimudahkan oleh Allah sholat malam seperti ini, aku dimudahkan oleh Allah mengerjakan kebaikan seperti ini."

✅ Ini menunjukan bahwa beliau bercerita tentang kebaikan.
Menceritakan kebaikan pada saat2 yang diperlukan tidak mengapa asalkan dia menggunakan niat dan hatinya utk mengajari orang yg diajarkannya, bukan untuk Riya, Ujub atau Sum'ah.

✅ Sifat malas adalah sifat yang sangat identik dari seorang munafik.

★》Allah berfirmah dalam QS. An-Nisa' ayat 142:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."
[QS. An-Nisa' : 142]


2️⃣  "Tidak memperhatikan kepada siapa dia berguru, asal mencari guru.

▪️Karena para pemuda masih mencari2 jati diri, sangat mudah disimpang siurkan.
▪️Banyak sekali orang2 yang menyimpang pemahamannya di isi oleh para pemuda. Karena mereka hanya bermodalkan semangat.
Misalnya :
- mengkafirkan negara Indonesia
- mengkafirkan pemerinta
- mengkafurkan rakyat yang setuju dengan pemerintah.
▪️Banyak gerakan2 yang seperti ini di isi oleh para pemuda, karena:
- mereka masih sangat mudah terombang-ambing.

◆》 Perkataan Muhammad biin Sirin rahimahullah – ulama tabi’in muridnya Anas bin Malik – mengingatkan,

إن هذا العلم دين ، فانظروا عمن تأخذون دينكم

"Ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan, dari mana kalian mengambil agama kalian."
(Siyar A’lam an-Nubala’, 4/606)

✅ Belajar ilmu harus memperhatikan, siapa yang memang benar2 kita tuntut ilmu darinya.
- Kita harus tau ini fulan belajar agama dimana,
- Gurunya siapa,
- Teman2nya siapa,
- Yang paling utama yang diajarkan apa.

◆》Perkataan Imam Al Khotib Al Baghdadi, bahwa Anas Bin Sirin rahimahullah saat beliau sakit, beliau berkata,

"Takutlah kalian kepada Allah wahai para pemuda, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil dan belajar hadist2 ini, sesungguhnya dia adalah bagian dari Agama kalian."

✅ Kepada para pemuda,
- Benar2lah selektif mencari guru, jangan sembarangan, karena di zaman sekarang, sebagian tertipu dengan popularitas, karena followersnya banyak, subsribernya jutaan dialah yang pantas untuk dituntut ilmunya.
- Yang paling pantas untuk di tuntut ilmunya adalah yang mengajarkan Al-Quran dan Hadist yang difahami oleh para Shalafus Sholeh.

✅ Ada perkataan yang menarik, yaitu :
"Lihat para pemuda ketika masa mudanya dia belajar dengan siapa."

◆》Perkataan Amar Bin Qois Al-Mula'i, beliau berkata,

"Jika engkau melihat pemuda pertama2 dia muncul berkembang di dalam masa mudanya dan dia bergaul dengan Ahlul Sunnah, maka harapkan kebaikan dari pemuda tersebut."

✅ Hati-hati mencari guru, jangan sembarang, tapi memang orang yang mempunyai kompetensi, kapabilitas didalam mengajarkan ilmu agama.


3️⃣  "Tidak menuntut ilmu agama di masa Muda."

▪️Masa mudanya dia habiskan untuk foya-foya, hura-hura, sehingga waktu terus berjalan,
▪️Matahari terbit tenggelam terbit tenggelam tidak ada yang bisa menghentikanya, berarti umur berkurang, maka pada saat itulah dia nanti akan menyesal, karena ternyata waktu terus berjalan sementara dia belum menuntut ilmu agama.
▪️Ini adalah kekeliruan yang fatal.

Kenapa demikian..?
》Coba kita lihat sejarah Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam, dari mulai orang2 yang pertama-tama masuk agama Islam di kota Mekkah.
Merekalah para pemuda, seperti:
- Abu Bakar Ash Shidik.
- Umar Bin Khattab.
- Utsman Bin Affan.
- Ali Bin Abi Thalib.
- Abdu Rahman Bin Auf
- Sa'ad Bin Abi Waqqas
- Sa'id Bin Jubair
- Thalhah Bin Ubaidillih
- Zubair Bin Awwam
- Abu Ubaidah Bin Jarrah
》Karena dengan pemuda-pemudalah akhirnya Islam ini bisa disampaikan dinukilkan dari zaman Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam sampai ke zaman kita ini.
》Dan Hafalannya kuat.

✅ Ini salah satu rahasia kenapa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallah diperintahkan dan diberi petunjuk untuk menikah dengan Aisyah radhiallahu saat berusia 6 thn dan digauli oleh Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam ketika umur 9 thn.

Akhirnya banyak hadist2 yang kita dapati dari Aisyah radhiallahu'anha.

◆》Imam Adz Dzahabi radhiallahu'anhu menyebutkan biografi dari Aisyah radhiallahu'anha, beliau mengatakan:
Adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A'lam An-Nubala mengatakan:

ﻭَﻻَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻓِﻲ ﺃُﻣَّﺔِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ -ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ- ﺑَﻞْ ﻭَﻻَ ﻓِﻲ اﻟﻨِّﺴَﺎءِ ﻣُﻄْﻠَﻘﺎً اﻣْﺮَﺃَﺓً ﺃَﻋْﻠَﻢَ ﻣِﻨْﻬَﺎ.

"Tidak saya ketahui dalam umat Muhammad shalallahu alaihi wasallam ini, bahkan keseluruhan wanita secara mutlak, wanita yang lebih berilmu dibanding Aisyah."

Inilah hikmahnya kenapa Nbi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam menikahi Aiysah radhiallahu'anha dalam keadaan muda, agar bisa menghafal hadist2 Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam. 

◆》Begitu juga Anas Bin Malik, kata Ummu Sulaim radhiallahu'anha,

"Wahai Rasulullah ini Anas 10 tahun, gunakanlah beliau menjadi pembantu engkau wahai Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam. "

✅ Gunakanlah masa muda untuk menuntut ilmu agama yang benar-benar mumpuni, sistematis dan melalui pondasi-pondasi dasar.
Seperti misalkan di dalam perkara:
- Aqidah, pertama kali belajar rukun Islam, setelah itu rukun Iman dan setelah itu ibadah Ihsan.

◆》Perkataan Zaid Bin Abi Zarqo, beliau bercerita,

"Wahai para pemuda bersegeralah kalian mengambil berkah ilmu ini, sesungguhnya kalian tidak mengetahui, mungkin kalian tidak akan sampai pada apa yang kalian cita2kan, hendaknya sebagian kalian memberikan manfaat bagi sebagian yang lain."

Maksudnya..!
Disini Sufyan Bin Ats Tsauri seorang Ulama Tabiin berkata,
"Wahai para pemuda tuntutlah ilmu dengan segera, sesungguhnya kalian tidak mengetahui apa yang akan sampai kepada kalian, dan hendaknya sebagian kalian memberi faedah kepad sebagian yang lain."

✅ Menuntut ilmu dimas muda lebih kuat untuk menghafal, lebih kuat untuk memahami.


4️⃣  "Terlalu orientasi duniawi.

▪️Yang ada difikirannya adalah sukses diduniawi,
- bagaimana dagangan sukses,
- bagaimana perusahaan sukses,
- bagaimana pendidikan sukses,
- bagaimana perkara2 dunia sukses.
▪️Orientasinya hanya pada urusan dunia.

◆》Dalam kitab Al-Zuhud yg di tulis oleh Imam Al-Baihaqi, Al Hasan Al Basrih berkata, 

"Wahai para pemuda hendaknya kalian berorientasi akhirat, kejarlah akhirat, karena kebanyakan kami melihat barangsiapa yang mengejar akhirat maka ia akan mendapatkannya bersamaan dengan dunia, dan tidaklah kami melihat seorang mengejar-ngejar dunia maka dia akan dapatkan akhiratnya bersama dunianya."

✅ Maksudnya adalah..!
- Siapa yang orientasinya akhirat dia akan dapat surga di akhirat dan juga bersamaan dengan itu di dunia dia akan sukses.
- Sebaliknya siapa yang orientasinya dunia maka dia akan mendapatkan dunianya, tetapi diakhirat dia akan sengsara.

✅ Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam berdoa dalam hadist Imam Trimidzi,

◆》Rasulullah sahallahu'alaihi wasallam berdoa:

لاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا 

"Janganlah engkau ya Allah jadikan dunia tekad kami yang paling besar dan puncak ilmu kami."

✅ Ada satu cerita..!
Imam Ahmad rahimahullah punya anak bernama Abdullah, lalu penguasa pada saat itu memberi hadiah pada Imam Ahmad dan diterima oleh anaknya. Hadiahnya berupa baju dan makanan. 
- Kemudian Imam Ahmad menasehati anaknya,
"Kembalikan hadiah tersebut kita tidak memerlukannya, masih banyak yang seperti ini,"
- Anaknya mengatakan,
"Wahai bapakku ini makanan belim pernah kita memakannga dan ini baju belum pernah kita memakainga kenapa haris dikembalikan.?"
- Maka kata Imam Ahmad,
"Kembalikan."
- Sang anak ta'at kepada bapaknya dan dikembalikanlah.
Lalu hari berganti hari, pekan berganti pekan, bulan berganti bulan. Maka berlalulah 1 tahun.
- Imam Ahmad bertanya kepada anaknya,
"Apakah engkau memiliki rasa lapar setahun ini.?"
- Kata si anak,
"Alhamdulillah tidak, kita bisa makan,
- Kata Imam Ahmada kepada anaknya,
"Apakah engkau merasa telanjang setahun ini.?
- Kata si Anak,
"Alahmdulillah tidak, kita selalu berpakaian selama setahun ini,
- kemudian Imam Ahmad mengatakan, 
"Sesungguhnya dia adalah makanan yang derajatnya lebih bawah dari pada makanan yang diatas, tapu sama2 makanan , kalau dimakan menghilangkan rasa lapar, baik yang mahal maupun yang biasa saja."
- Kemudian beliau mengatakan,
"Sesungguhnya dia adalah hari2 yang sedikit."
=》Pesan para salafus shaleh.


5️⃣  "Menjadi Pengangguran.

▪️Tidak mengerjakan apa-apa.
▪️Waktunya dihabiskan main game, menang tidak dikatakan jagoan/pintar, sedangkan kalah pasti dikatakan tidak bermanfaat.
▪️Yang sudah mengajipun senang main game, buang2 waktu.
▪️Tidak melakukan pekerjaan dunia dan tidak melakukan pekeejaan akhirat (Mager).

◆》Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ 

"Bersungguh-sungguhah untuk mengerjakan sesuatu dan mintalah tolong kepada Allah dan janganlah malas."
(HR. Imam Muslim)

◆》Abdullah Bin Mas'ud radhiallahu'anhu berkata,

إنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ فَارِغًا لَا فِي عَمَلِ دُنْيَا وَلَا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ

“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”
(Terdapat dalam Al Adabusy Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 4/303, Mawqi’ Al Islam)

◆》Abdullah Ibnu Mas'ud juga mengatakan,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

"Aku tidak pernah menyesal atas sesuatu seperti penyesalanku atas suatu hari yang matahari terbenam amalanku berkurang sementara umurku bertambah."

◆》Dari Abdullah Bin Umar radhiallahu'anhu, beliau berkata,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ

"Jika engkau masuk waktu sore maka jangan tunggu waktu pagi, jika engkau masuk waktu pagi jangan tunggu waktu sore."
(HR. Bukhari)

✅ Maksudnya adalah..!
"Bahwa wajib bagi seorang pemuda untuk menggunakan masa mudanya dengan sebaik2nya."


6️⃣  "Tidak mau mencari keahlian.

◆》Seorang Ulama salaf Ayyub bin Abi Tamimah As-Sikhtiyaniy rahimahullah berkata, 

"Wahai para pemuda bekerjalah, kalian tidak perlu datang ke pintu-pintu orang kaya."


7️⃣  "Meninggalkan yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa.

▪️Seperti sholat.
Wahai para pemuda kecuali sholat jangan pernah ditinggalkan karena umur kita tidak tahu kapan seseorang akan dicabut umurnya oleh Allah Subahanahu wa Ta'alaa.

◆》Perkataan dari Tsabit Bin Aslam Al Bunani rahimahullah, seorang tabiin, beliau berkata,

"Wahai para pemuda kalian telah menghalangi aku, antara aku dengan Rabb ku untuk sujud kepada-Nya."

Maksudnya..
"Ada pemuda duduk menhadap kiblat dan menghalanginya unyuk sholat."

✅ Disini Tsabit Al-Aslam ingin mengajari kepada kita,
"bahwasanya jangan pernah meninggalkan sholat 5 waktu, karena itu adalah pondasi dasar setiap amal ibadah kita."


8️⃣  "Menunggu Masa Tua untuk Beribadah."

◆》Perkataan Maimun Bin Mihrom rahimahullah, berkata,

"Wahai para pemuda jadikan kekuatan kalia dimasa muda kalian dan jadikanlah semangat kalian dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah."

◆》Ada perkataan indah dari ulama Salaf,

"Kalau kalian tidak sholat sekarang, lalu kaoan kalian mau sholat.?"


9️⃣  "Fahisah (berhubungan dengan perempuan yang haram).

▪️Dosa berpacaran.
▪️Dosa chating2an meskipun tidak berpacaran.
▪️Dosa vidio2 call an.
▪️Dosa berhubungan dengan wanita.

◆》Abi Kultsum, beliau berkata,
Al-Hasan Al-Bashri beliau menoleh kepada kami, pada waktu itu kami melihat disekitar Al Hasan al Bashri para pemuda, kemudian Al Hasan Al Bashri berkata,

"Wahau para pemuda, tidakkah kalian rindu untuk bertemu dengan para bidadari, maka salah satu obat manjur untuk mengobati penyakit syahwat yang diharamkan di antara para pemuda adalah diingatkan tentang bidadari."


🔟  "Menunda-menunda pekerjaan.

◆》Perkataan Imam Ibnu Abid Dunya, dari Al Hasan Al Bashri rahimahullah, beliau berkata,

"Wahai para pemuda jauhi oleh kalian sikap menunda-nunda."

▪️Nanti saya akan kerjakan.
▪️Nanti sudah umur sekian saya baru menghafal Quran.
▪️Nanti sudah umur sekian saya baru belajar.
▪️Nanti, nanti dan nanti.
Ini termasuk kedalam kesalahan2 para pemuda.

Wallahu'alam bishowab.


📔  SOAL - JAWAB

1️⃣ Bagaimana cara kita para pemuda yang sering kali futur di zaman sekarang yang sedang semangat ibadah kemudian futur, dan suka terjerumus pada dosa yang sama di saat berhijrah kemudian lemah Iman dan kembali lagi.?
↪️  Jawab :
Ada beberapa yang harus dijelaskan terlebih dahulu:
▪️Harus menjadi keyakinan kita bersama bahwa iman naik dan turun, tidak ada iman yang terus naik, pasti ada waktu naik dan ada waktu turun.
Ini keyakinan Ahlul Sunah wal Jamaah di dalam perkara keimanan.

◆》Rasulullah bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ثُمَّ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى بِدْعَةٍ فَقَدْ ضَلَّ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدِ اهْتَدَى 

"Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” 
(HR. Ahmad 5: 409)

▪️Agar seseorang senantiasa tidak futur, kalaupun futur cepat kembali,
1. Berdoa kepada Allah.

★ Do’a meminta petunjuk dan kebenaran

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ

"Ya Allah, meminta kepada-Mu petunjuk dan kebenaran"

★ Do’a Meminta Ketakwaan dan Sifat Qona’ah

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

"Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk ketakwaan, kesucian dan kecukupan hati."

★ Rasulullah ketika masih hidup beliau sering berdoa dengan doa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

2. Mencari kawan yang shaleh yang bisa tolong menolong saat dalam keadaan futur.

◆ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ 

"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman."

الصَّاحِبُ سَاحِب
ٌ
“Yang namanya sahabat bisa menarik (mempengaruhi).”

3. Ikhlaskan niat dalam ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'alaa, bukan karena ini dan itu.

▪️Kenapa niat yang ikhlas dalam ibadah membuat seseorang Istiqomah.,

★ Firman Allah dalam :
- QS. Al-Ahqaf ayat 13:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita."
[QS. Al-Ahqaf : 13]

- QS. Fusilat ayat : 30

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"
[QS. Fusilat : 30]

4. Dia senantiasa mempunyai target-target yang baik dalam kehidupan.

Maka ini akan membuat kita senantiasa jauh dari fikiran2 kotor terutama saat sendiri, penuh dengan program2 agar bisa mengerjakan.
Wallahu'alam bishowab.

2️⃣ Bagaimana cara kami para pemuda menuntut ilmu agama secara benar dan mengetahui seorang guru tersebut benar atau tidaknya.?
↪️  Jawab :
Ustadz ingin membuka wawasan bahwa jawaban ini nantinya bukan menjadikan eksklusifisme didalam mencari guru.
Kenapa...?
Karena memang kita mencari guru sudah diisyaratkan oleh Allah, Rasulullah, para Sahabat, para Tabiin, para Ulama rahimahumullah untuk selektif.

★ Allah berfirman dalam 2 ayat : 
- QS. An-Nahl ayat: 43 dan
- QS. Al-Anbiya ayat: 7

 فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

“Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui”....

◆ Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“

Ini menujukan bahwasanya Isyarat dari Rasulullah shalallahu'alaihu wasallam agar seseorang benar2 menuntut ilmu dari orang yg berhak di tuntut ilmunya.
Tidak sembarangan.

◆ Dari perkataan para Sahabat radhiallahu'anhum, Bahwasanya Abdullah Bin Umar berkata,
"Sesungguhnya dirimu ini adalah darah daging kalian, ambillah dari orang2 yang lurus dan jangan mengambil dari orang yang menyimpang."

Adapun bagaimana kita memverifikasi bahwa orang ini pantas kita tuntut ilmunya, agama darinya, atau orang ini tidak pantas..?

▪️Dengan beberapa point : 
1. Dengan mengetahui sejarah dia menuntut ilmu agama, dari mulai kapan, dimana.
2. Siapa guru2 dia.
3. Siapa kawan2nya yang seprofesi dengan dia.
4. Apa yang diajarkan saat mengajar, apakah dari Al-Quran, apakah dari hadist Rasul.
5. Yang diajarkan apakah sesuai dengan pemahaman para salafus sholeh, para sahabat, para tabiin, para tabiiut tabiin.
Wallahu'alam bishowab.

3️⃣ - Bagaimana jika seorang pemuda lebih mementingkan belajar agama, disisi lain dia memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, apa yang lebih didahulukan.?
- Bagaimana sekarang ini dia lebih cenderung mempelajari ilmu Syar'i akhirnya jadi malas untuk menuntut ilmu akademik di sekolah.?
- Bagaimana cara menyeimbangkan antara ilmu dunia dan ilmu syari'at.?
↪️  Jawab :
- Jawaban pertama :
Sebuah Hadist, semoga dengan hadist ini bisa menjawab pertanyaan yang pertama.

◆ Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Dari Anas Bin Malik radhiallahu'anhu,

"Ada dua pemuda di zaman Rasulullah sahalallahu'alaihi wasallam, lalu salah satunya sering menghadiri majelis2 ilmu bersama Rasulullah, dan yang lain bekerja.
Maka yang bekerja mengadu kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam itu adeku cuma duduk saja bersama engkau, sementara aku kena panas kena hujan, bekerja.
Kata Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, 
"Semoga engkau diberikan rezeki disebabkan ia menuntut ilmu."

Maka tuntutlah ilmu dan bekerjalah, karena dengan menuntut ilmu tersebut seseorang akan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa.

Kita bisa ambil pelajaran, bahwasanya :
"Apabila ada yang bertanya mana yang lebih didahulukan, maka jawabannya bekerja dan menuntut ilmu."
Tidak ada petentengan diantara dua.

- Jawaban kedua :
Akhirnya malas menuntut ilmh sekolah karena sudah ada tempat menuntut ilmu agama.
Maka jawabannya:
"Semua ayat dan Hadist yang berkaitan dengan ilmu, keutamaan ilmu, keutamaan orang2 yang berilmu itu adalah ilmu agama, dan bukan ilmu dunia."

- Kalau begitu yang lebih di prioritaskan adalah belajar ilmu agama,
- Adapun belajar ilmu umum, maka tidak tercela dan lebih baik lagi kalau seorang menggabungkan antara menuntut ilmu agama kemudian juga menuntut ilmu umum. 
- Karena ilmu umum hukumnya mubah, boleh di tuntut. 
- Dan menjadi sunnah apabila diniatkan untuk Islam dan kaum muslimin.
- Jadi jangan malas untuk menuntut ilmu agama dan seandainya malas dalam menuntut ilmu dunia karena fokus menuntut ilmu agama, itu boleh2 saja.
Akan tetapi lebih baikdia belajar ilmu duniawi diniatkan untuk ibadah kepada Allah Suhanahu wa Ta'alaa.
Wallahu'alam bishowab.


📔  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~