Memahami Makna Keberkahan

Bang Pitung • 22 November 2020
di grup Masjid Astra

 

Kajian Online Interaktif Ikhwan & Akhwat
     - MASJID ASTRA -
JUMAT, 20 November 2020
                 4 Rabi'ul Akhir 1442 H
Pukul, 19.30 WIB - Selesai

📔 Nara Sumber :
"Ustadz Harits Abu Naufal"


~ MEMAHAMI MAKNA KEBERKAHAN  ~


Saudara-saudara seiman dan seislam semoga pertemuan pada hari ini adalah pertemuan yang di berkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dan kita berharap mendapatkan kemuliaan dan keutamaan yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam di dalam haditsnya;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya."

Diantara golongan manusia tersebut disebutkan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, salah satunya adalah,

وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

"Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah,"

Sehingga pertemuan kita hari ini pertemuan yang tentunya untuk menambah keimanan kita, pertemuan yang mudah2an semakin tertanam dakam hati kita rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dari rasa takut tersebut mudah2an menjadi motivasi untuk kita mudah melakukan apa yang Allah perintahkan, dan mudah pula menjauhi apa yang di larang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.


1️⃣  MUQODDIMAH 

Sebelum kita berbicara tentang keberkahan di dalam hidup kita di dalam harta, waktu dan semisalnya, ada baiknya kita mengenal apa sebenarnya "Berkah".

🔰 Kata BERKAH atau KEBERKAHAN  ( بَارَكَ الله ) dari sisi bahasa yang artinya Doa.

Setiap hari kita sering mendengar orang mengatakan,
- Barakallahu Fiyk  =  بَارَكَ اللهُ فِيْكُم 

- Wafiyka Barakallah  =  وَ فِيكَ بَارَكَ اللَّهُ

Apakah dalam WhatsApp ataukah dalam dialog kita sehari-hari.
Kalimat ini selalu membasahi lisan kita.

➡️ Tapi apakah kita tahu apakah itu "BERKAH.?"

◆ Disebutkan oleh Para Ulama,
"Berkah itu adalah : sesuatu yang didalamnya mengandung kebaikan yang sangat banyak, dan kebaikan tersebut itu abadi pada diri seseorang, dan itu semua datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta'alaa."

★ Allah menyebutkan prinsip ini di dalam Quran Surat Al-Araf ayat 96 ;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ      

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,”
(Qs. Al-A’raf: 96)

◇ Apa maksud ayat tersebut.?
"Kami akan memberikan kepada mereka kebaikan yang sangat banyak dan kebaikan yang terus menerus yang datang dari langit dan juga datang dari bumi."

Didalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan dampak dari keberkahan tersebut.

★ Firman Allah dalam Quran Surat Nuh ayat 10-12 ;

 فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا 

"Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. 
(QS. Nuh : 10-12)

◇ Kapan Allah akan memberikan keberkahan dan kapan Allah akan memberikan kebaikan.?
"Dengan Taubat."
Dan Taubat adalah bagian  dari ketaqwaan dan amal sholeh.

➡️ Kalimat Berkah juga memilik makna,
"Ziyadah yang artinya bertambah."

Ketika kita mengatakan,

- Barakallahu laka  =  بَارَكَ اللَّهُ لَكَ

- Wabarakallahu Fiyk  =  وبَارَكَ اللَّهُ فِيك
ِ
- Wabarakallahu   =   وَ بَارَكَ للَّهُ

◇ Ini semua adalah "Doa" yang kita mohon dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar Allah memberikan kebaikan kepada seseorang.

➡️ Dan kalimat-kalimat yang disebutkan tadi itu semua datang didalam lafazd Al-Quran.

★ Allah berfirman dalam Quran Surat An-Naml Ayat 8;

 فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِىَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِى ٱلنَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ 

"Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".
(QS. An-Naml : 8)

Diantara sejarah yang kita ketahui kisah Nabi Ibrahim 'alaihisallam.
Ketika musuhnya dari kaumnya ingin membakar Nabi Ibrahim ke dalam Api.

★ Allah berfirman dalam Quran Surat Al-Anbiya Ayat 69 ;

 قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ 

"Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim",
(QS. Al-Anbiya : 69)

◇ Api yang hakikatnya bisa mencelakkan manusia, namun ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan keberkahan, penolongan dan pembelaan kepada Ibrahim 'alaihisallam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala hanya mengatakan,
"Katakan kepada Api dingin, maka Api menjadi dingin dan sejuk."

★ Allah juga berfirman dalam Quran Surat As-Saffat ayat 113 ;

 وَبَٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰٓ إِسْحَٰقَ ۚ 

"Kami limpahkan keberkahan atas-Nya dan atas Ishaq."
(QS. As-Saffat : 113)

◇ Maksudnya,
"Kami memberikan kebaikan yang terus menerus dan banyak dan bertambah kepada Ishaq 'alaihisallam."

★ Allah juga menyebutkan dalam Quran Surat Al-Anbiya ayat 81;

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ  

"Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Anbiya : 81)

◆ Dalam Hadits Imam Al Bukhori.

Ketika tiba di Madinah, Rasulullah mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Rabi’ al Anshari, kemudian Sa'ad menawarkan harta yang dimilikinya itu kepada Abdurrahman. Sa’ad berkata kepada Abdurrahman, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya di kalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka kawinilah ia..” 
Kemudian Abdurrahman bin Auf membacakan doa kepada Said bin Rabi’ al Anshari,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى أَهْلِكَ وَمَالِكَ

“Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu pada keluarga dan hartamu” 
[HR. Bukhari]

◇ Ini pelajaran yang sangat berharga dari keberkahan kehidupan para sahabat Rasulullah.
Mereka mengorbankan dunia untuk persaudaraan.
Tetapi banyak diantara kita pengorbankan persaudaraan dikarenakan dunia.


🔰 Kita juga sering mendengar perkataan MUBARAK  (مبارك)

Dan apa bedanya Bakallah, Mubarak dengan kalimat Al Mubarak..?

◆ Al Mubarak  (المبارك) artinya:
"Orang yang diberikan Berkah."

◆ Kalau kalimat Barakallah (بَارَكَ اللَّهُ) adalah:
"Doa agar Allah memberikan Berkah kepadanya."
- Apakah kepada orang
- Atau kepada negeri
- Ataukah kepada sesuatu yang lain.

◆ Adapun Mubarak (مبارك) adalah;
"Sesuatu yang memiliki keberkahan."
- Apakah dia sifatnya orang
- Ataukah sifat yang lainnya.

➡️ Disebutkan didalam Lafadz Al-Quran,

★ Allah berfirman dalam Quran Surat Maryam Ayat 31.
Doa Nabi Isa 'alaihisallam;

 وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ 

"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada,"
(QS. Maryam : 31)

◇ Ini yang harus sering kita minta kepada Allah agar Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita orang2 yang berkah disekitar kita.
- Jangan sampai kehadiran kita ditengah keluarga kita menjadi kacau.
- Jangan sampai ditengah hidup kita dimasyarakat, kita juga mengacaukan masyarakat.

Hendaknya seorang penuntut ilmu dan seorang yang mengenal Al-Quran, mengenal Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam dia harus menjadi pembuka pintu2 kebaikan ditengah keluarga dan masyarakat.

Kalaupun seandainya tidak bisa memberikan kebaikan kepada orang lain, minimal jangan sampai kejelekannya itu menyebar kepada orang lain dan ditengah2 manusia.

Rasulullah menyebutkan sifat ini dalam Hadistnya.

◆ Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ 

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”
[Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10]

- Dia suka mencela
- Dia tidak suka mencaci maki
- Dia tidak suka melaknat
- Dia tidak suka mengucapkan kalimat2 yang kotor.

◆ Diceritakan tentang
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin.

Suatu hari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin didatangi oleh seorang Baduy, yang kemudian Baduy itu berkata,
"Ya Syaikh berikan aku sejumlah uang."
Kemudian Syaikh mengeluarkan beberapa Real dari kantongnya.
Setelah Syaikh memberikan uang tersebut pada Baduy tadi, lalu uang tersebut oleh di Baduy ke muka Syaikh.

Apa jawaban Syaikh...!
Syaikh berkata,
يصلحك الله

"Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memperbaikimu."

◇ Disebutkan oleh murid Syaikh yang hadir pada kejadian tersebut.
"Tidaklah si Baduy ini makin mencaci Syaikh, kecuali Syaikh semakin lembut kepadanya."

Kenapa...!
Karena Syaikh seorang alim yang telah mengerti dan memahami Akhlaknya Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam. 
Yang kesehariannya beliau mempelajari Al-Quran dan sunnah2 Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Sementara seoramh Baduy tersebut adalah seseorang yang tidak mempunyai Ilmu, jauh dari akhlaknya Rasulullah, tidak mengerti tentang perkara halal dan haram, tidak mengerti tentang etika.
Kalau Syaikh berbicara sama dengan Baduy tersebut berarti tidak ada bedanya antara Syaikh dengan orang jahil tersebut.

Makanya orang2 yang mereka cerdas, yang mereka memiliki ilmu, mereka yang pintar. Akan terlihat dari mulutnya.

★ Dalam Ayat yang lain Allah mengatakan dalam Quran Surat Al-An’am Ayat 92;
 
وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ

"Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi."
(QS. Al-An'am : 92)

◇ Jadi sifat Al-Quran adalah Mubarak (مبارك),
"Didalamnya ada kebaikan2 yang sangat banyak."

➡️ Bagaimana kehebatan dan Kemuliaan Al-Quranul Karim.

◆ Disebutkan oleh Syaikhiful islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,
"Ketika seseorang menjadikan ayat Al-Quran sebagai pegangan dan pijakan untuk membenarkan kebathilan mereka, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mendatangkan jawaban dari kebathilan tersebut di ayat yang mereka gunakan sendiri."

◇ Contohnya;
Ada sebagian orang mereka berdalilkan dengan Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

★ Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 169;

 وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ 

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki."
(QS. Ali'Imron : 169)

◇ Ayat tersebut dijadikan dalil oleh orang-orang tersebut,,
- bolehnya kita meminta kepada kuburan
- bolehnya kita meminta kepada mayit2
- bolehnya meminta kepada wali2 yang telah gugur.
Dengan dalil bahwasanya mereka tersebut tidak mati dalam kuburan mereka, tapi mereka hidup dalam kuburnya.
Dan Ayat tersebut yang mereka jadikan pegangan.

◇ Dan kita menjadikan ayat ini pula yang menjadikan jawaban bathilnya dari seruannya mereka,

عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ 

"Dan mereka disisi Allah Subhanahu wa Ta'alaa (orang2 sholeh, wali2 dan orang2 yg gugur dijalan Allah tersebut), tetapi mereka diberikan rezeki."

Perhatikan ayat yang terakhir, Allah menyebutnya dengan kalimat:
- Yurzaquun  ( يُرْزَقُونَ ) yang artinya : mereka diberikan Rezeki.
- Bukan Yarzuquun (يرزقون) yang artinya : mereka membagi Rezeki.

◇ Orang2 yang mereka jadikan sebagai tempat meminta dan memohon, sebagai sesuatu yang dengannya mereka ingin mendapat maslahat darinya, ternyata Orang2 tersebut juga masih butuh Rezeki dari Allah.
Kalau Orang2 yang mereka anggap sebagai orang yang mulia saja masih butuh rezeki dari Allah, maka kenapa kita masih minta kepada Orang2 tersebut.
Kenapa kita tidak meminta langsung kepada Allah yang juga memberikan rezeki kepada Orang2 tersebut.


🔰 Kalimat TABARAKA ( تَبٰرَكَ )

Terkadang sering kita mendengar ada orang2 yang berkata,
- Tabaraka fulan
- Tabarak fulan
Kalimat ini adalah kalimat yang "Keliru."
Tidak boleh seseorang mengatakan "Tabaraka Fulan atau Tabarak Fulan"

➡️ Karena TABARAK ( تَبٰرَكَ )  itu adalah,
"Sifat yang khusus yang dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

★ Allah mengatakan dalam Firmannya Quran Surat Al-Mulk Ayat 1:

تَبٰرَكَ الَّذِىۡ بِيَدِهِ الۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرُۙ

"Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Mulk : 1)

◇ Jadi ketika kita mengatakan Tabaraka fulan, itu artinya adalah,
"Fulan memberikan kepada seseorang kebaikan yang sangat banyak."
Bahaya ucapan ini dan ini tidak dibenarkan.

◆ Sebagaimana di fatwahkan oleh Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah Ta'ala.
"Karena Tabaraka ( تَبٰرَكَ ) itu adalah sifat yang khusus dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala)."

💠 Apa sebab kita diharuskan untuk memohon dan meminta keberkahan.

Apa fungsi dan dampaknya dalam kehidupan kita.

Sebagaimana telah kita sebutkan bahwa Berkah adalah :
"Kebaikan yang banyak dan secara terus menerus."

Ketika seseorang telah diberikan keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala maka tidak perlu bertanya, 
- berapa manfaat yang dia dapatkan dalam kehidupannya,
- berapa banyak kebaikan yang dia dapatkan dalam kehidupannya,
- Allah akan berkahi waktunya,
- Allah akan berkahi ilmunya,
- Allah akan berkahi hartanya.

Dan sejarah dimuka bumi ini telah tercatat.
Bagaimana orang2 yang telah memiliki umur yang sangat pendek, tetapi keberkahan mereka tidak hanya tersebar ketika mereka masih hidup, tetapi juga keberkahan itu berlaku dan berlangsung sampai mereka wafat.

◆ Diantara Ulama yang diberikan keberkahan oleh Allah dari sisi waktu, umur dan ilmunya, adalah;
"Al Imam An-Nawawi rahimahullahu Ta'ala."
Dan ulama2 yang lain.

Al Imam An-Nawawi rahimahullah meninggal dalam umur yang sangat relatif muda. Dibawah usia 40 thn. Dan beliau salah satu ulama yang belum sempat menikah sebelum beliau meninggal. Karena beliau sibuk dengan ilmu.

◇ Syarah Shahih Muslim.
Banyak sekali para Ulama men Syarah Shahih Muslim.
Tetapi dari semua kitab Syarah Shahih Muslim yang di Syarah oleh para Ulama, kitab yang paling mashur dan kitab yang paling terkenal yang dijadikan rujukan oleh kaum Muslimin saat ini adalah kitabnya,
"Al Imam An-Nawawi dengan judul Al Minhaj Syarah Shahih Muslim."

◇ Banyak juga para Ulama yang menyusun dari buku2 Hadits.
Tapi buku Hadits yang paling populer ditengah2 muslimin dan para penuntut ilmu adalah,
"Kitab Arbain An-Nawawi."
Begitu juga "Kitab Riyadhus Sholihin."

◇ Dalam Bab Fiqih.
Kota mendapatkan kitab Al Imam An-Nawawi rahimahullah, diantara buku2 Fiqih yang dijadikan rujukan oleh para Ulama, 
"Syarah Al Majmu Syarah Al Muhadzdzab miliknya An-Nawawi."

◇ Dalam Mustholah Hadits.
"Kitab Tadrib ar-Rowi Syarah Rarqiq An-Nawawi."

★ Allah sebutkan dalam Quran Surat Ar-Rad ayat 17;

فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ 

"Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi."
(QS. Ar-Rad : 17)

◇ Ayat ini dijadikan dalil oleh Al Imam Malik rahimahullah,
Ketika datang orang2 kepada Imam Malik.
"Wahai Imam, banyak sekali orang2 menulis Kitab Muwatho, bukan hanya Imam Malik saja."
Kemudian Imam Malik menjawab,
"Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi."

◇ Diantara Kitab2 Muwatho, maka Kitab Muwatho Imam Malik lah yang abadi dimuka bumi ini.
Maksudnya dibaca, ditelaah dan dipelajari oleh para Ulama dan penuntut Ilmu.

Tidak lain ini semua adalah keberkahan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

◆ Sahabat Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Abdurahman bin Auf radhiallahu'anhu.
"Setelah beliau meminta untuk ditunjuki pasar, yang pertama beliau lakukan pada waktu itu adalah,
Membeli Onta dalam keadaan berhutang, kemudian beliau jual Onta beliau sampai beliau mengumpulkan Uang beberapa dinar.
Dan pertama yang beliau lakukan setelah mendapatkan uang beliau menikah.
Setelah beliau menikah, keberkahan hidup beliau semakin bertambah.
Pada saat itu beliau mempunyai uang 8000 dinar, 4000 dinar beliau berikan kepada Rasulullah dan 4000 dinar beliau pegang untuk beliau dan keluarganya.

Kemudian Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam mendoakan keberkahan kepada Abdurahman bin Auf radhiallahu'anhu,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيما أعْطَيْتَ وَبَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيما أَبْقَيْت

"Semoga Allah memberkahimu atas apa yang telah engkau infaqkan, dan semoga Allah memberkahimu terhadap hartamu yang tersisa."

Kata Abdurahman bin Auf radhiallahu'anhu,
"Tidaklah aku mendengar setelah Rasulullah mendoakan kebaikan dan keberkahan dalam hidupku, tidaklah aku membalik sebuah batu kecuali aku mendapatkan emas dan perak disitu."

◇ Dan setelah itu harta beliau semakin bertambah dan bertambah.
- Dalam sebuah peperangan beliau pernah menyediakan 500 ekor Onta.
- Beliau pernah menyediakan 1500 ekor kuda untuk berperang.

◇ Beliau juga pernah mengatakan,
"Wahai sahabatnya Rasulullah, siapa diantara kalian yang ikut Perang Badar, maka bagi saya untuknya 400 dinar."
Dan sahabat yang masih hidup yang ikut perang Perang Badar ada sekitar 200 orang.

◆ Umar bin Khattab mengadu kepada Rasulullah.
"Ya Rasulullah sesungguhnya Abdurahman bin Auf telah berbuat dosa."

Karena prediksinya Umar bin Khattab semua harta yang dimiliki oleh Abdurahman bin Auf semuanya telah dikeluarkan dalam perang tersebut.
Dalam hukum Islam, seseorang tidak boleh menyedekahkan hartanya lebih dari sepertiga.
Karena dua pertiga hatus diwariskan kepada ahli waris.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada Abdurahman,
"Ya Abdurahman apa yang kau sisakan untuk istri dan anakmu dari harta tersebut.?"
Kata Abdurahman bin Auf,
"Ya Rasulullah, aku menyisihkan harta kepada istri dan anak2ku lebih baik dan lebih banyak dari apa yang aku keluarkan."

◇ Banyaknya kebaikan, hartanya yang bukan dikeluarkan kepada sesuatu yang sia2, hartanya bukan dikeluarkan untuk maksiat kepada Allah, tapi hartanya yang dikelurkan dijalan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan itu tidak habis-habis.

"Kuncinya adalah keberkahan yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan butuhnya kita akan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala."

◇ Tetapi ketika Allah tidak berikan berkah dalam hidupnya, dalam waktunya, dalam hartanya.
Dari sisi kehidupan dunia apapun yang dia punya, hartanya banyak tujuh keturunan tidak akan habis, tapi anaknya ada yang menjadi pecandu narkoba, ada yang senang keluar malam ke diskotik, istrinya demikian. 
Rumahnya bagaikan neraka, tidak ada ketenangan dalam kehidupannya, sempit hidupnya.
Harta yang dia kumpulkan siang dan malam tidak sempat dia nikmati.
SAking sibuknya dia tidak sempat makan, tidak pernah berkumpul kepada keluarganya, tidak pernah berkomunikasi dengan anak2nya.

◇ Karena keberkahan itu bukan dari banyaknya harta. Tapi keberkahan itu bagaimana seseorang menggunakan nikmat yang Allah berikan kepadanya untuk dia bisa dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

◇ Tidak ada di dunia ini yang lebih sibuk dari Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Beliau mengurusi semuanya, tapi sesibuk2nya Rasulullah,
- Beliau sempat bercanda dan menasehati anak kecil,

يَا غُلامُ سَمِّ اللَّه تعالى وَكُلْ بيمينِكَ وكلْ مِمَّا يَلِيكَ» متفقٌ عليه

 “Hai anak, ucapkanlah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” 
[HR; Muslim] 

- Beliau masih sempat menjahit bajunya yang koyak.
- Beliau masih sempat lomba lari dengan Aisyah radhiallahu'anha.
- Beliau masih sempat mandi bareng dengan istri beliau.
- Bahkan beliau masih sempat mengajak Aisyah nanton orang2 Habasyah bermain2 pedang.
- Beliau masih sempat menjamu sahabat2 yang Faqir yang tinggal dimasjid.

◆ Kisah dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu.
Para sahabat mereka habiskan umur mereka untuk belajar, untuk mendengarkan Hadits.

Ketika Abu Hurairah berdiri dipinggir jalan karena perut beliau lapar, kalau mau minta makan beliau malu.
Sehingga siapa saja yang lewat dijalan beliau tanya supaya bisa diajak kerumahnya.
Kebetulan yang lewat pada hari itu adalah Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, dan Rasulullah mengetahui Abu Hurairah ingin makan.
Beliau mengatakan,
"Wahai Abu Hurairah mari kerumah saya, mudah2an ada makanan yang bisa kita makan."

Lalu Rasulullah bertanya kepada Aisyah,
"Wahai Aisyah apa ada yang bisa kita makan.?"
Aisyah berkata,
"Wahai Rasalullah kebetulan tadi ada yang menghadiahkan kita susu."

Lalu berkata,
"Wahai Abu Hurairah panggil semua sahabat2mu yang ada di Suffah agar kita bisa menikmati susu hari ini."

Abu Hurairah berfikir,
"Susu ini jangankan untuk yang lain, untuk saya saja tidak cukup."
Tapi karena permintaan Nabi shalallahu'alaihi wasallam, beliau panggil semua sahabatnya di Suffah.
Lalu Rasulullah berkata,
"Ya Abu Hurairah, orang yang paling terakhir minum adalah orang yang paling pertama menuang, berikan susu ini kepada semua sahabat."

Dan semua sahabat pada saat itu minum susu yang segelas tadi.
Kemudian Rasulullah berkata,
"Ya Abu Hurairah, tinggal engkau dan aku beluk minum, minumlah ya Abu Hurairah."
Kemudian Abu Hurairah minum, dan Rasulullah menyuruhnya untuk tambah.
Lalu Abu Hurairah berkata,
"Ya Rasulullah, tidak ada tempat lagi di perutku untuk aku mengisi susu ini."

Subhanallah.
◇ Apa faedah yang bisa kita petik..?
- Beliau punya istri 9
- Beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul.
- Tapi beliau punya waktu untuk bercengkrama menjamu makan para sahabat yang Faqir dan para penuntut ilmu yang tinggalnya dimasjid.

Kenapa..!
Karena keberkahan waktu yang Allah berikan kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.

◆ Coba kita tanya pada diri kita masing2.
Ada Istri 1 atau ada suami, ada anak 2, kerja hanya disebuah instansi tidak terlalu repot.
Tapi waktu itu seakan2 tidak sempat utk kumpul sama keluarga makan sama anak istri, tidak sempat bercengkrama dengan anak2.
Jangan kita merasa diri kita sibuk banget atau merasa diri kita ini orang penting, saking pentingnya untuk keluarga saja tidak ada waktu.
Paling akhir bulan baru punya waktu dan kadang kita bangga. 
Bangga karena waktunya sangat sempit sehingga kita tidak sempat bercengkrama dengan keluarga kecuali akhir bulan.
Ini bukan sesuatu yang bisa kita banggakan.
Ini menunjukkan bahwasanya waktu yang kita miliki tidak ada keberkahannya.


2️⃣  NIKMAT KEBERKAHAN

Diantara semua nikmat yang paling besar yang Allah Subhanahu wa Ta'ala anugrahkan kepada hamba2-Nya adalah,
"Nikmat Keberkahan."

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan khobar kepada Nabi Nuh 'alaihisallam.

★ Firman Allah dalam Quran Surat Hud Ayat 48

 قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ 

"Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu."
(QS. Hud : 48)

◇ Nabi Nuh 'alaihisallam. Beliau berdakwah 900 tahun lebih.
Selama beliau berdakwah dalam waktu yang sangat panjang tersebut, tidak ada yang mengikuti dakwah beliu, kecuali kurang lebih 80 orang saja.
Bersamaan dengan itu, istri dan anak beliau tidak bisa diselamatkan oleh Nabi Nuh 'alaihisallam.

Namun apakah ini menunjukkan kepada kita, bahwa tidak ada keberkahan pada dakwah Nabi Nuh..? "Tidak sama sekali."

Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah mengkhobarkan di dalam ayatnya QS. Hud : 48,

وَبَرَكَٰتٍ عَلَيْك

"Kami memberikan keberkahan yang sangat banyak kepada engkau Wahai Nuh 'alaihisallam."

Nabi Nuh telah meninggal hanya Allah yang tau berapa lama dan berapa ribu tahun Nabi Nuh telah meninggal sampai hari ini.
Tetapi ketika kita telah menjadikan acuan untuk manamankan kesabaran seseorang dalam berdakwah, selalu diantara kisah yang kita bawa adalah "Kisah Nabi Nuh 'alaihisallam."

Sabarlah dalam berdakwah,
- Kita tidak lebih fasih dibandingkan Nabi Nuh,
- Kita tidak lebih bersih hatinya dibandingkan Nabi Nuh,
- Kita tidaklah sealim Nabi Nuh 'alaihisallam,
- Kita tidaklah sebaik metode Nabi Nuh 'alaihisallam.

Tetapi dalam Nabi Nuh memiliki segala kemuliaan, beliau hanya tidak bisa menyelamatkan anaknya apalagi kita.

Karena hidayah itu datang dari Allah, sefasih apapun kita berbicara kalau Allah tidak memberiakan hidayah, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa.


3️⃣  PARA NABI DAN PARA RASUL MEMINTA KEPADA ALLAH Subhanahu wa Ta'ala UNTUK DIBERIKAN KEBERKAHAN

Dan tidaklah sesuatu yang diminta oleh para Nabi dan Para Rasul kecuali  didalamnya ada manfaat yang sangat besar.

Ketika Para Sahabat Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam mereka panen buah, kemudian buah tersebut mereka bawa kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam untuk didoakan.

◆ Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam berdoa,

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا 

"Ya Allah, berkahilah buah-buahan kami dan berkahilah kota kami ini."
[Hadits Shahih Muslim No. 2437].

Kebiasaan para sahabat Rasulullah, mereka mendatangi Nabi Muahmmad shalallahu'alaihi wasallam.

◇ Tidak hanya keberkahan dari doanya Rasulullah, tetapi Nabi shalallahu'alahi wasallam memiliki kelebihan yang lainnya,

》Rasulullah memiliki keberkahan dari sisi badannya.
Oleha karena itu para sahabat mereka merebut air wudhunya Nabi sahalallahu'alaihi wasallam.
Keringatnya Nabi di usap oleh para sahabat.
Kenapa..? Karena Rasulullah memiliki keberkahan secara dzat.
Tidak hanya keberkahan dari sisi sebab.
Adapun orang2 yang datang setelah Rasulullah, seperti para sahabat dan para ulama, keberkahannya bukan pada dzatnya..
Tapi keberkahan yang dimiliki oleh para Ulama dan orang Sholeh adalah keberkahan yamg sifatnya adalah Sababiyah,
Maksudnya keberkahan dari:
- ilmunya ulama
- akhlaqnya ulama
- dari sejarah hidup mereka bisa dijadikan contoh utk kita.
- adapun badanya/dzatnya para ulama itu tidak berkah, jadi tidak perlu di usap2 badannya para ulama atau cium2 tangannya para Ulama untuk mengharap berkah.
Itu adalah sesuatu yang keliru.
Bolehnya mencium tangan para Ulama dengan maksud dan tujuan untuk memuliakan Ulama tersebut.

◇ Disebutkan oleh Al Imam Al Qurtubi rahimahullah, seorang ulama tafsir, beliau mengatakan,
"Para Sahabat Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam setelah wafatnya Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam, tidak pernah terjadi perkara ditengah2 mereka dalam keadaan Abu Bakar orang yang paling mulia setelah Rasulullah, tidak pernah para Sahabat mengambil berkah dari keringatnya, dari badannya, dari bekas air wudhunya Abu Bakar.
Begitu juga Umar, beliau adalah orang yang paling mulia setelah Abu Bakar, tetapi tidak ada para Sahabat mendatangi Umar bin Khattab untuk mengambil berkah dari badannya."

Maka orang2 sholeh yang dibawah Abu Bakar dan Umar, mereka lebih tidak memiliki keberkahan dari sidi dzat.

◆ Keberkahan ada dua;
1. Ada yang sifatnya dzat.
Yaitu : badan, air keringat, air liurnya, bekas wudhunya, bekas minumnya. 
Dan hanya dimiliki oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Tidak dimiliki oleh orang setelah Rasulullah.

2. Ada yang sifatnya maknawiyah.
Keberkahan Para Sahabat dan Para Ulama yang datang setelahnya, yaitu : 
- keberkahan dari umur mereka,
- keberkahan dari akhlak mereka,
- keberkahan dari ilmu mereka,
- keberkahan dari keluarga mereka.

◇ Sebagaimana Rasulullah mengatakan kepada Abu Bakar Ash-Shidiq,
"Ya Abu Bakar ini bukan awal dari keberkahan untuk keluargamu."

Maksudnya...!
Pada suatu kasus pada Aisyah radhiallahu'anha pada saat itu diturunkan ayat Tayamum.
sehingga memudahkan seseorang ketika dia tidak ada air dia bisa berwudhu dengan tayamum.
Sehingga Tayamum ini menjadi kemudahan, menjadi sebab kebaikan kepada manusia sampai hari kiamat.
Sebabnya adalah keberkahan dari keluarga Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu'anhu.
Bukan dikarenakan dzatnya.

Apa yang disampaikan ini mudah2an memberi manfaat kepada diri sendiri dan manfaat kepada orang lain.
Semoga bisa dijadikan sebagai barometer atau bahan evaluasi, 
》Seberapa besar keberkahan yang dimiliki dalam hidup kita masing2.
》Seberapa berkah waktu yang kita miliki.
》Seberapa berkah harta yang kita miliki.
》Apakah ini semua bisa mendekatkan diri kita kepada Allah.
》Atau justru semakin membuat kita lalai dari Allahu Rabbul'alami.
》Kalau itu semua melalaikan kita dari Allah, menunjukkan kita jauh dari pada keberkahan itu sendiri.

Wallahu Ta'ala 'alam bishwab.


📔  SOAL - JAWAB

1️⃣ Apakah keberkahan itu bila diterima oleh seorang Muslim itu menyeluruh atau bisa diterima secara partial, artinya untuk seseorang dia berkahnya cuma di umur, atau pada orang lain hanya pada rezeki atau ilmu.
Mohon pencerahannya Ustadz..!
↪️  Jawab :
Para ulama mereka menyebutkan bahwasanya keberkahan itu bertingkat-tingkat diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagaimana ilmu juga diberikan bertingkat-tingkat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
★ QS. Al-Baqoroh : 253

لْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ

" Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain."
Dan juga Allah Subahanahu wa Ta'ala menyebutkan 2 ayat didalam Al-Quran,  
★ QS. Hud : 73

رَحْمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ

"Rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait."
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan keberkahan kepada Ahlulbaitnya Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Dan ahlulbaitnya Rasulullah adalah;
1. Dari keturunan Ali bin Abi Thalib.
2. Dari keturunan Abbas.
3. Dari Keturunan Aqil.
4. Dari seluruh istri2 Nabi Muhammad sahalallahu'alaihi wasallam.
Allah mengatakan dalam Ayatnya,
★ QS. Al-Ahzab : 33

إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
Disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah, Bahwa ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan kepada Istri2 Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam.
Ini menunjukan bahwa Istri2 Rasulullah adalah termasuk dari golongan Ahlul bait yang mereka diberikan keberkahan oleh Allah.
Dan Keberkahan Istrinya Rasulullah antara yang satu dengan yang lainnya berbeda2.
◆ Rasulullah bersabda,

 فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيْدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

“Keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan ats-tsariid atas segala makanan.”
[HR. Bukhari no.3411 dan Muslim no.2431, diriwayatkan oleh sahabat Abu Musaa Al-Asy’ari].
Para Ulama ketika mereka menjelaskan siapa yang lebih Mulia antara Aisyah atau Khadijah.?
Mereka mengatakan dari sisi pengorbanan harta Khadijah radhiallahu'anha lebih mulia dari pada Aisyah.
Tapi dari sisi Ilmu maka Aisyah radhiallahu'anha lebih mulia dibanding Khadijah radhiallahu'anha.
Keberkahan ilmu pada Aisyah itu lebih dibandingkan dengan Khadijah.
Dan keberkahan pengorbanan harta Khadijah lebih besar dibandingkan Aisyah dan istri2 yang lainnya.
Ini menunjukan kepada kita bahwasanya keberkahan itu bertingkat2 antara yang satu dengan yang lainnya.
Tugas kita adalah berdoa dan memohon kepada Allah agar Allah senantiasa selalu memberikan keberkahan di dalam hidup kita.
Wallahu'alam bishowab.

2️⃣ Apakah dampak yang akan terjadi jika dalam berikhtiar menjadi CPNS, seseorang memberikan sejumlah uang agar lulus dalam satu jenis test dan dalam beberapa test yang lain. Atas dasar pemberian uang tadi peserta tersebut bisa lolos secara murni.
Pertanyaannya, apakah keberkahan gaji PNS tersebut hilang.?
↪️  Jawab :
Ini adalah salah satu hal yang terlarang dalam agama. Karena kita telah melakukan sogok menyogok.
◆ Rasulullah menyebutkan dalam Haditsnya,
"Seseorang itu merasa kenyang dari apa yang dia tidak diberikan."
Dia tidak punya kecerdasan, tidak punya skill utk bisa lolos dalam sebuah pekerjaan. Dan dia memberikan uang agar bisa lolos padahal dia tidak punya keahlian.
Dan ini merupakan dosa dan maksiat dan akan mengurangi keberkahan dalam kehidupan seseorang, dalam hartanya, waktunya.
◆ Ketika Bapaknya Umar bin Abdil Azis rahimahullah, ketika akan menikah menikah dia berkata kepada ajudannya,
"Carikan saya uang yang paling halal yang saya punya, saya ingin menggunakan uang ini untuk menikah."
Apa yang terjadi, dari kehati2an dia kepada harta yang bukan haknya, dia memilih harta yang paling bersih, kemudian beliau menikah. Dari hasil keturunannya lahir seorang Ulama dan pemimpin yang adil yang bernama "Umar bin Abdil Azis" yang keadilannya memenuhi dunia, sejarah kehidupannya adalah sejarah yang sangat mengagumkan.
Halnya apa.? simple, tetapi terkadang berat untuk kita amalkan, apa itu.?
"Memasukkan sesuatu kerumah kita dari uang yang haram."
Allah juga menyebutkan dalam Surat Al-Kahfi,
"Ada dua anak yatim, setelah orangtuanya meninggal, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyimpan harta orang tuanya disebuah tempat yang aman, disebutkan dalam surat tersebut dikarenakan kesholehah kedua orang tuanya."
Kalau sekarang banyak dari kita yang takut kalau kita meninggal, takut anak kita putus sekolah, anaknya diasuransikan.
Dia tidak bergantung kepada Allah Rabbul'alamin.
Tapi kita tidak usah khawatir.
Dengan kita menjaga Allah. Itu janji Rasulullah.
◆ Makanya Sebelum orang itu meninggal, akan datang malaikat kepadanya yang berkata,
"Jangan engkau bersedih dan takut, jangan engkau bersedih dari apa yang engkau timggalkan dari istri dan anakmu dan hartamu, Allah yang akan menjaganya, dan jangan pula engkau merasa takut apa yang akan engkau lewati setelah kematianmu, Allah akan mudahkan urusan engkau dalam kuburmu dan urusan nanti diyaumil kiamah."
Kalau seandainya sogok menyogok itu sudah terjadi, harus bagaimana, Apakah harus keluar kerja..?
Apa yang dia lakukan dengan cara yang tidak benar tadi, itu tidaklah menjadi sebab tidak sahnya dia bekerja disitu. Selama dia bekerja disitu dia punya keahlian dan dia mampu, maka gaji yang dia makan itu adalah gaji yang halal, tapi halal belum tentu berkah. Karena dia melakukan dengan cara yang curang, itulah yg kita khawatirkan mengurangi keberkahannya.
Maka apa yang harus dilakukan.
Bertobat dan beristighfar kepada Allah, memohon ampun kepada Allah, dan tetap menjaga amanah dalam bekerja..
Tapi apa bila anda tidak punya keahlian disitu dan hanya memakan gaji buta, maka akan masuk dosa yang lain lagi.
Wallahu'alam bishowab.

3️⃣ Indikator apakah yang dapat kita ketahui bahwa kehidupan kita ini mendapatkan keberkahan atau tidak.?
↪️  Jawab :
Diantara indikator seseorang hidupnya berkah, semakin bertambah nikmat yang Allah berikan kepadanya semakin dekat dia dengan Allah.
Semakin Allah menguji dia, dia tidak menjauh dari Allah dan semakin dekat dengan Allah.
Diberikan nikmat dia bersyukur, diberikan ujian dia bersabar.
Ketika Allah menguji kita dengan cobaan, Allah inhin melihat, yang sebenarnya Allah sudah tau, apakah kita jujut dengan keimanan kita ataukah tidak.
★ QS. Al-Ankabut : 2-3

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang tulus dan orang-orang yang dusta“. 
Semakin diberi nikmat semakin bersyukur, diberikan ujian semakin sabar dengan ujian tersebut.
Wallahu'alam bishowab.

4️⃣ Apakah benar kalau gaji bulanan yang kita dapat habis tanpa tersisa, hanya mencukupi untuk makan dan kebutuhan pokok lainnya, apakah gaji tersebut masuk kedalam harta yang diberkahi atau tidak.?
↪️  Jawab :
Kalau seandainya kita menjadikan standart keberkahan adalah kurangnya harta dalam kehidupan sehari2, maka kita akan menyebutkan dengan konsekwensi tersebut bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam tidak ada keberkahan dengan harta beliau. Karena terkadang beliau dirumah tidak ada yang beliau makan kecuali hanya air putih dan kurma saja.
Dan terkadang Rasulullah pernah keluar dari rumah dimalam hari karena beliau sangat lapar, dan bertemu Abu Bakar dan Umar yang keduanya jg sedang kelaparan.
Tapi ini semua bukan indikasi seseorang tidak berkah dari harta yang dia punya.
Tetapi kita melihat hatinya. Apakah hatinya masih dalam keadaan tenang dan menerima dengan apa yang sudah Allah takdirkan kepadanya.
Itulah bagian dari keberkahan dalam kehidupannya. Dan itu merupakan ujian yang Allah berikan kepadanya.
Walaupun uangnya pas2an, senyumnya masih lebar, seakan2 tidak punya masalah. Ini bukan menunjukan bahwasanya orang tersebut tidak punya berkah.
Jadi harus difahami antara berkah dengan yang itu merupakan serba kecukupan yang dia punya. 
Dia berkerja dan uangnya habis. Tetapi fahamkah kita, justru dibalik itu Allah ingin memberikan keberkahan dalam hidup kita. Hidup serba kecukupan tapi masih tetap dekat dengan Allah.
Rumahku adalah surga buatku.
Wallahu'alam bishowab.


📔  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~ ۚ