Apakah Kita Termasuk Golongan yang Sukses di Bulan Ramadhan?

Oleh : Bakharudin Yusuf  - PT. Denso Indonesia 

 

BEKASI, PT Denso Indonesia – Memasuki etape terakhir bulan suci, suasana syahdu menyelimuti Masjid Baabut Taubah. Dalam rangkaian agenda I’tikaf yang khidmat, Ustadz Nur Khozin, Lc. hadir memberikan pencerahan mendalam mengenai satu pertanyaan krusial bagi setiap insan: “Sudahkah kita menjadi pemenang yang sukses di Ramadhan tahun ini?”

Ramadhan bukan sekadar perlombaan menahan lapar, melainkan sebuah proses "manufaktur spiritual" untuk membentuk pribadi unggul. Ustadz Nur Khozin membedah empat indikator utama kesuksesan tersebut:

Kegiatan
Ustadz Nur Khozin  Saat Menyampaikan Tausiyahnya pada agenda I'tikaf di Masjid Baabut Taubah 

1. Manifestasi Syukur: "Lembur" Spiritual di Garis Finish

Orang yang sukses adalah mereka yang pandai bersyukur. Namun, syukur di sini bukan sekadar kata, melainkan aksi nyata dengan mengoptimalkan 10 malam terakhir melalui I’tikaf.

"Sungguh celaka jika Ramadhan berlalu namun ampunan tak didapat," pesan Ustadz Nur Khozin. Beliau mengingatkan bahwa Rasulullah SAW tidak tidur di malam-malam terakhir karena pola aktivitas di tanah Arab yang dinamis di malam hari. Bagi insan Denso, ini adalah momentum "lembur spiritual" untuk mengejar Ridho Allah dan keberkahan Lailatul Qadr.

2. Puasa sebagai Tameng Pengendalian Diri

Suksesnya puasa seseorang tercermin dari kemampuannya menjadikan ibadah ini sebagai perisai (shield). Orang yang sukses akan melatih disiplin tinggi: menahan amarah, menjaga pandangan, hingga memfilter tontonan agar puasa tidak menjadi aktivitas yang sia-sia. Inilah bentuk nyata dari integritas diri.

3. Mencapai Standar Tertinggi: Taqwa

Parameter utama (KPI) kesuksesan Ramadhan adalah Taqwa. Ustadz Nur Khozin menekankan bahwa output dari madrasah Ramadhan adalah lahirnya pribadi yang patuh pada instruksi Sang Pencipta dan disiplin menjauhi larangan-Nya, baik dalam keseharian maupun dalam profesionalitas kerja.

4. Sinergi Sosial: Kepedulian yang Meluas

Keberhasilan spiritual harus berbanding lurus dengan kepedulian sosial. Orang yang sukses di bulan Ramadhan akan memiliki empati yang tajam. Hal ini dibuktikan dengan semangat berbagi—mulai dari keluarga inti, orang tua, kerabat, hingga menunaikan Zakat Fitrah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sesama.

Kajian di Masjid Baabut Taubah ini menjadi pengingat bagi seluruh karyawan PT Denso Indonesia bahwa kesuksesan sejati adalah saat kita mampu membawa nilai-nilai Ramadhan ke dalam etos kerja dan kehidupan sosial sehari-hari.

Mari kita maksimalkan sisa hari yang ada. Jangan biarkan "produksi" kebaikan kita menurun di akhir masa produksi Ramadhan ini.

 

Team Media DKM Baabut Taubah 

PT. Denso Indonesia