Ramadhan : Madrasah Kesabaran Menuju Insan yang Muttaqin

oleh : Bakharudin Yusuf- PT. Denso Indonesia

Hari ini DKM Masjid Baabut Taubah menggelar kajian Kultum Dzuhur yang sarat akan makna filosofis dan spiritual. Ustadz Nurkhozin hadir memberikan tausiyah mendalam mengenai hakikat Ramadhan sebagai momentum transformasi karakter melalui kekuatan sabar.

Ramadhan: Madrasah Kedisiplinan dan Kesabaran

Ustadz Nurkhozin menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah "Madrasah Sabar". Dalam perspektif ibadah, puasa melatih manusia untuk tangguh secara mental dan spiritual. Hal ini sejalan dengan prinsip Catur Dharma Astra, khususnya dalam "Berusaha Mencapai yang Terbaik", di mana kesabaran dalam berproses adalah kunci keunggulan.

Beliau mengutip hadits shahih mengenai kaitan erat antara puasa dan keteguhan hati:

"Puasa itu adalah separuh kesabaran." (HR. Tirmidzi no. 3519, Hasan ditashhih oleh Al-Albani).

Kegiatan
Ustadz Nurkhozin saat menyampaikan Tausiyah

Menghancurkan Belenggu Hati (Kunci-Kunci Dada)

Salah satu esensi puasa adalah untuk "menghilangkan kunci-kunci di dada", yaitu belenggu syaitan yang sering memicu kelalaian. Dengan berpuasa, kita mempersempit ruang gerak syaitan dalam diri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya syaitan itu berjalan pada manusia melalui aliran darah." (HR. Bukhari no. 3281 & Muslim no. 2175).

Hati yang bersih dari gangguan ini akan melahirkan pribadi yang berintegritas tinggi, jujur, dan memiliki etos kerja yang selaras dengan nilai-nilai profesionalisme Astra.

Tiga Dimensi Sabar dalam Syariat

Dalam kajiannya, Ustadz Nurkhozin merinci bahwa kesabaran di bulan Ramadhan mencakup tiga aspek krusial:

  1. Sabar dalam Ketaatan: Disiplin menjalankan kewajiban Allah tepat waktu.

  2. Sabar Menjauhi Larangan: Menahan diri dari hal-hal yang merusak nilai ibadah dan integritas diri.

  3. Sabar menghadapi Takdir: Menerima setiap ketetapan Allah dengan mentalitas positif.

Kegiatan
Suasana KURMA bersama Ustadz Nur Khozin

Sabar sebagai Karunia Teragung

Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa orang yang selamat adalah mereka yang memiliki sifat sabar. Kesabaran adalah aset terbesar bagi seorang mukmin sekaligus modal utama dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Rasulullah SAW bersabda:

"Dan tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas (agung) daripada kesabaran." (HR. Bukhari no. 1469 & Muslim no. 1053).

Beliau juga memberi peringatan agar jamaah tidak terjebak dalam kelalaian (futur), karena banyak yang terhalang masuk surga hanya karena ketidaksabaran dalam menempuh jalan ketaatan. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri menjadi insan yang lebih sabar dan bertaqwa.

 

Team Media DKM Baabut Taubah

PT. Denso Indonesia