Kultum dhuhur DKM Pama sangata

Lilik Nuryanto • 23 Februari 2026

Kajian Tazkiyatun Nafs oleh Ustadz Fahrulloh di DKM PAMA Sangatta

Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti kegiatan kajian di DKM PAMA Sangatta saat Ustadz Fahrulloh menyampaikan materi tentang Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa). Kajian ini menjadi momentum penting bagi para jamaah untuk kembali merenungi kondisi hati dan memperbaiki kualitas diri di hadapan Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Fzhrulloh menekankan bahwa tazkiyatun nafs adalah proses membersihkan hati dari penyakit-penyakit seperti riya, hasad, ujub, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan. Hati yang bersih akan melahirkan akhlak yang mulia, sementara hati yang kotor akan mudah terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan.

Beliau menjelaskan bahwa penyucian jiwa tidak cukup hanya dengan ilmu, tetapi harus dibarengi dengan amal dan mujahadah (kesungguhan melawan hawa nafsu). Di antara cara membersihkan hati adalah dengan memperbanyak dzikir, memperbaiki niat, menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar dan taubat.

Jamaah DKM PAMA Sangatta tampak antusias mengikuti kajian ini. Banyak yang menyimak dengan penuh perhatian, bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Hal ini menunjukkan semangat jamaah dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Ustadz Fahrulloh juga mengingatkan bahwa hati adalah pusat kendali kehidupan. Jika hati baik, maka baik pula seluruh amal perbuatan. Sebaliknya, jika hati rusak, maka rusak pula kehidupan seseorang. Oleh karena itu, menjaga kebersihan hati harus menjadi prioritas utama setiap Muslim.

Kajian ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh jamaah untuk terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga melalui kajian Tazkiyatun Nafs ini, Allah SWT membersihkan hati kita, menguatkan iman kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Lilik Nuryanto
DKM Pama Sangata