Khutbah Jumat Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq: Mengingat Kematian di DKM PAMA Sangatta

Suasana Khutbah Jumat di DKM PAMA Sangatta berlangsung khidmat dengan penyampaian tausiyah oleh Ahmad Syahrin Thoriq. Dalam khutbahnya, beliau mengangkat tema yang menyentuh hati, yaitu tentang pentingnya mengingat kematian sebagai pengingat dan pendorong untuk memperbaiki diri.

Beliau menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Cepat atau lambat, setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan bekal terbaik berupa amal saleh, keikhlasan, serta taubat yang sungguh-sungguh.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq mengajak jamaah untuk tidak terlena oleh kesibukan dunia. Jabatan, harta, dan kedudukan hanyalah titipan yang suatu saat akan ditinggalkan. Mengingat kematian bukan untuk membuat hati menjadi takut berlebihan, tetapi agar hidup menjadi lebih terarah, penuh makna, dan bernilai ibadah.

Jamaah DKM PAMA Sangatta tampak khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan. Suasana hening menyelimuti masjid ketika beliau mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling baik persiapannya sebelum ajal menjemput. Muhasabah diri menjadi poin penting dalam khutbah tersebut, agar setiap individu terus memperbaiki akhlak dan memperbanyak amal kebaikan.

Khutbah Jumat kali ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh jamaah. Pesan tentang mengingat kematian diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk lebih giat beribadah, menjaga hubungan dengan sesama, serta meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga melalui nasihat yang disampaikan, jamaah DKM PAMA Sangatta semakin termotivasi untuk menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan kesiapan menuju akhir perjalanan yang pasti.

Lilik Nuryanto
DKM Pama Sangata