Kajian Iftor: Penyemangat dalam Menyambut Waktu Berbuka

Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu kegiatan yang memberikan warna tersendiri adalah kajian iftor, yaitu kajian menjelang waktu berbuka puasa yang sarat dengan nasihat dan motivasi ruhiyah.

Kajian iftor bukan sekadar menunggu adzan Maghrib. Lebih dari itu, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk mengisi detik-detik akhir puasa dengan ilmu dan dzikir. Dalam suasana hati yang sedang menahan lapar dan dahaga, jamaah diajak untuk merenungi makna kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya menjaga niat dalam beribadah.

Materi yang disampaikan biasanya seputar keutamaan puasa, keagungan bulan Ramadhan, serta amalan-amalan yang dapat memperberat timbangan kebaikan. Penceramah juga sering mengingatkan tentang pentingnya menjaga lisan, memperbanyak istighfar, dan memanfaatkan waktu berbuka sebagai saat mustajab untuk berdoa.

Antusiasme jamaah dalam mengikuti kajian iftor terlihat dari kehadiran yang terus meningkat. Mereka datang lebih awal untuk mendapatkan tempat, mendengarkan tausiyah dengan khusyuk, lalu bersama-sama menyambut adzan Maghrib dengan doa dan senyum kebahagiaan. Kebersamaan saat berbuka pun menjadi simbol persaudaraan yang hangat dan penuh keberkahan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar jamaah. Tidak sedikit yang merasakan bahwa kajian iftor mampu menjadi penyemangat spiritual, menguatkan tekad untuk menjalani sisa Ramadhan dengan lebih baik dan lebih optimal dalam beribadah.

Dengan adanya kajian iftor, waktu menunggu berbuka tidak lagi terasa lama. Justru menjadi momen yang dinanti, karena selain mendapatkan hidangan untuk jasmani, jamaah juga memperoleh asupan ruhani yang menenangkan hati.

Semoga kajian iftor terus menjadi bagian dari tradisi kebaikan di setiap masjid, menghidupkan Ramadhan dengan ilmu, kebersamaan, dan semangat meraih ridha Allah SWT.

Lilik Nuryanto
DKM Pama Sangata