Tazkiyatun Nafs: Tiga Keadaan Hati Manusia

Tazkiyatun Nafs  berarti penyucian jiwa, yaitu proses membersihkan hati dari penyakit-penyakit spiritual seperti riya, hasad, sombong, dan dengki, serta menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji seperti ikhlas, sabar, syukur, dan tawakal.

Dalam kajian para ulama, hati manusia secara umum terbagi menjadi tiga keadaan utama:

1. Qalbun Salim (Hati yang Selamat)

Qalbun Salim adalah hati yang bersih dari syirik, keraguan, dan penyakit hati. Hati ini tunduk sepenuhnya kepada Allah SWT dan senantiasa condong kepada kebaikan.

Ciri-ciri:

  • Ikhlas dalam beramal

  • Tenang saat beribadah

  • Tidak iri dan dengki

  • Mudah memaafkan

  • Selalu merasa diawasi Allah (muraqabah)

Hati yang selamat inilah yang akan membawa keselamatan di akhirat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa yang selamat hanyalah orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.

2. Qalbun Maridh (Hati yang Sakit)

Qalbun Maridh adalah hati yang masih memiliki iman, namun tercampur dengan penyakit-penyakit hati.

Ciri-ciri:

  • Riya dalam beramal

  • Iri terhadap keberhasilan orang lain

  • Berat menerima nasihat

  • Lebih mencintai dunia daripada akhirat

  • Mudah tersinggung dan marah

Hati yang sakit masih bisa disembuhkan melalui taubat, dzikir, ilmu, dan lingkungan yang baik. Inilah pentingnya proses tazkiyatun nafs agar hati tidak semakin parah.

3.Qalbun Mayyit (Hati yang Mati)

Qalbun Mayyit adalah hati yang jauh dari cahaya iman dan tidak lagi peka terhadap kebenaran.

Ciri-ciri:

  • Tidak merasa bersalah saat berbuat dosa

  • Menolak kebenaran walaupun sudah jelas

  • Tidak tersentuh oleh nasihat

  • Cinta dunia secara berlebihan

  • Mengikuti hawa nafsu tanpa kendali

Hati yang mati membutuhkan hidayah dan taubat yang sungguh-sungguh untuk kembali hidup.

Semoga Allah SWT menjadikan hati kita termasuk qalbun salim, hati yang bersih dan selamat dunia akhirat. Aamiin.

Lilik Nuryanto
DKM Pama Sangata