Keutamaan Sahabat Utsman bin Affan - 2

Bang Pitung • 11 Oktober 2020
di grup Masjid Astra

 

Kajian Online Interaktif Ikhwan & Akhwat
     - MASJID ASTRA -
SELASA, 29 September 2020
                 11 Safar 1442 H
Pukul, 19.30 WIB - Selesai

📔 Nara Sumber :
"Ustadz DR. Firanda Andirja, LC., MA."


~ KEUTAMAAN SAHABAT UTSMAN BIN AFFAN - Bagian 2 ~

🔰 "Catatan Sejarah Syahidnya Sahabat Utsman bin Affan radhiallahu'anhu"


💠 MUQODDIMAH 

Diantara pokok-pokok yang penting dalam bermuamalah dengan riwayat-riwayat tentang keburukan para sahabat.

1️⃣ Selalu ingat firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

★ Firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 10,

 وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".
[QS. Al-Hasyr : 10]

Ada 3 generasi yang Allah puji,
1. Generasi Kaum Muhajirin.
2. Generasi Kaum Anshor.
3. Generasi Setelah Muhajirin dan Anshor.

Kenapa mereka di puji.?
"Mereka berkata, Ya Allah ampunilah kami, dan juga orang beriman sebelum kami, dan jangan jadikan dalam hati kami kejengkelan terhadap orang beriman (yaitu para sahabat)."

Sehingga kalau ada berita2 yang buruk tentang mereka, kalaupun benar, kita tahu bahwasanya jasa mereka sangatlah besar, keburukan mereka hanyalah secercah noda dalam lautan kebaikan2 mereka.

Jadi harus selalu ingat dengan Firman Allah yang ini dan berdoa dengan doa yang ini.

2️⃣ Selalu ingat sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

لاَ تَسُبُّواْ أَصْحَابِى

"Jangan kalian mencaci maki para sahabatku."

◆ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ 

“Janganlah kalian mencaci salah seorang dari sahabatku karena seandainya seseorang dari kalian berinfaq dengan emas seukuran Gunung Uhud maka (pahalanya) tidak dapat menyamai infaq para sahabatku dengan ukuran 1 mud (takaran untuk dua gengaman tangan normal) ataupun setengahnya”
( HR. Bukhori no. 3673 dan Muslim no. 2541 dan redaksi ini milik Muslim.)

Ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bicarakan ketika terjadi khilaf antara Abdurahman bin Auf dengan Khalid bin Walid.
- Khalid bin Walid adalah Saifullah/pedangnya Allah, kemuliaannya sangatlah luar biasa, panglima yang tidak pernah terkalahkan.
- Abdurahman bin Auf termasuk muhajirin, orang2 yang masuk Islam diawal2.

Kemudian Khalid bin Walid mencela Abdurahman bin Auf, maka Nabi tegur Khalid,
"Jangan kalian mencela sahabatku, Kalau salah satu dari kalian berinfaq dengan emas sebesar gunung uhud, tidak akan sama dengan infaqnya Abdurahman bin Auf, meskipun hanya dengan segenggam gandum atau setengahnya."

Itu antara Khalid bin Walid dengan Abdurahman bin Auf,
apalagi dengan orang2 sekarang dengan para sahabat seperti Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

Kenapa Nabi ingatkan akan hal ini, 
- Karena para sahabat tidak maksum.
- Mereka mungkin melakukan kesalahan secara umum.
- Tapi kesalahan mereka tidak ada nilainya dibandingkan kebaikan2 yang mereka lakukan.

Terutama para sahabat yang dijamin masuk surga.
Diantaranya Utsman bin Affan radhiallahu'anhu dijamin masuk surga.
Maka jangan sekali2 kita mencela orang yang distempel oleh Nabi shalallahu'alaihi wasallam dijamin masuk surga.

3️⃣ Riwayat-riwayat yang datang tentang keburukan sahabat,

1. Riwayat-riwayat yang lemah.

Ini sangat banyak, bisa jadi:
- Hadist palsu.
- Riwayat palsu.
- Hadist dhoif.

2. Riwayat-riwayat yang shahihah.

Bagaimana sikap kita:
▪️1. Kalau bisa ditafsirkan kepada makna yang baik, maka itu harus kita lakukan.
Bagaimana tidak, mereka adalah para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wasallam yang menemani perjuangan Nabi sampai Islam sampai sampai kepada kita.
Kita hanya merasakan buah dari perjuangan para sahabat.
Kalau kita disuruh husnudzon kepada kaum muslimin, bagaimana lagi dengan oara sahabat yang mereka sudah di uji oleh Allah dalam Al-Quran dalam banyak ayat, dipuji oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, apalagi orang seperti Utsman bin Affan yang sudah di stempel oleh Nabi shalallahu'alaihi wasallam bahwa dia masuk Surga.

▪️2. Kalau tidak bisa, maka sahabat tersebut sedang berijtihad;
- kalau benar pahalanya 2,
- kalau salah pahalanya 1.

◆ Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Jika disebutkan tentang para sahabatku (pertikaian/kesalahan mereka) maka tahan diri."

Karena para sahabat memiliki keistimewaan khusus di hati Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

Kalau kita sudah mengerti muqoddimah ini, maka kita akan terapkan kepada Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.


💠 Riwayat-riwayat tentang terbunuhnya Utsman bin Affan.

Sumber riwayat-riwayat tersebut secara umum ada 3 sumber utama/literatur primer:
1. At-Tabaqat Libni Sa'ad (Meninggal tahun 230 Hijriah)
2. Buku Karya Khalifah bin Khayyat.
3. Tarikh Al Mulk Wal Umam Karya At-Thabari.

Kebanyakan orang mengambil dari Tharikh at- Thabari (wafat tahun 310 Hijriah).

At-Thabari ini mencampur dalam periwayatannya, 
- Mencampurkan antara riwayat yang shaheh dan dhoif.
- Dia meriwayatkan dari beberapa perawi yang bermasalah.

Dalam Muqoddimah didalam bukunya beliau mengatakan,
"Saya hanya mengumpulkan beberapa riwayat2, dan kalian akan mendapati ada riwayat2 yang tidak bisa diterima, silahkan kalian periksa sanadnya, saya hanya menyampaikan apa yang sampai kepada saya."

Dari buku At-Thobari ini ada manfaat dan ada kekurangan.
- Kekurangannya sebagian orang begitu dapat riwayat dari At-Thabari tentang keburukan sahabat mereka langsung menganggap sahabat buruk. 
Padahal kalau di cek sanadnya lemah bahkan sanadnya terkadang palsu dan bermasalah.
- Di antara kebaikannya kita tahu ternyata riwayat tersebut lemah. Tersebar dinukil oleh orang2 Syi'ah yang tidak suka oleh para sahabat, mencaci maki sahabat. Kita tahu ternyata riwayat tersebut terdapat dalam kitab Tarikh at-Thabari. Setelah kita cek sanadnya ternyata sanadnya lemah.

Buku yang paling bagus membahas tentang terbunuhnya Utsman adalah,
"Buku Fitnah Maqtal Utsman."
Karya Al-Ghobban, seorang lulusan dari Universitas Islam Madinnah.
Bukunya sekitar 800 halaman.
Dia mempelajari lebih dari 2000 Hadist yang berkaitan dengan peristiwa terbunuhnya Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.
Dia pelajari satu persatu dan itu dinukilkan diakhir bukunya.
Bukunya ada 2 jilid,
- jilid pertama dijelaskan tentang sejarah bagaimana terbunuhnya Utsman bin Affan.
- jilid ke dua bagian belakang disebutkan riwayat2 semuanya tentang bagaimana terbunuhnya Utsman bin Affan, dari hadist2 yang shahih sampai hadist2 yang palsu.

▪️Yang perlu diingat, 
Bahwa fitnah yang terjadi pada Utsman bin Affan radhiallahu'anhu ketika dia dibunuh, ini bukan fitnah diantara para sahabat. 
Karena tidak ada seorang sahabatpun yang ikut serta dalam terbunuhnya Utsman bin Affan, bahkan sahabat2 yang ada di Madinah ketika itu membela Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.
Bahkan mereka mengirim anak2 mereka untuk membela Utsman bin Affan.

Yang terjadi bukan antara para sahabat.
Kalau perang sahabat seperti;
- Perang Jamal, perang antara Aisyah radhiallahu'anhu dan Ali bin Abi Thalib.
- Perang Shiffin, perang yang terjadi antara Muawiyyah dan Ali bin Abi Thalib.

◆ Kata Nabi shalallahu 'alaihi wasallam;

إِذَا ذًُكِرَ أصحابي فَأَمْسِكُوْا 

"Kalau disebutkan tentang para sahabatku maka tahanlah diri."

Tetapi fitnah terbunuhnya Utsman bin Affan ini bukan dikalangan antar para sahabat.
Ini adalah orang khawarij yang memberontak dan datang membunuh Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.
Yang dipelopori oleh "Abdullah bin Saba (ibnu Suada) dari Yaman seorang Yahudi yang masuk kemudian merusak Islam di kota Madinnah."

Adapun yang diriwayatkan bahwasanya Muhammad bin Abu Bakar (anaknya Abu Bakar adenya Aisyah radhiallahu'anha) seakan2 ikut serta dalam memprovokasi untuk membunuh Utsman bin Affan, maka seluruh riwayatnya lemah.
Maka tidak seorangpun sahabat yang bertentangan dengan Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.
Semua sahabat ketika itu membela Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

Adapun perkataan para ahli sejarah ketika kita meriwayatkan hadist2 yang berkaitan dengan siroh, fadhilah amal, maka kita menggampangkan.
Maka para Ulama mengatakan kalau riwayatnya dalam siroh atau tarikh yang tidak ada kaitannya dengan hukum maka tidak jadi masalah kita riwayatkan walaupun sanadnya lemah.
Tetapi kalau ternyata dibalik sejarah tersebut akan menimbulkan keyakinan, seperti Syiah membangun keyakinan mereka diatas hadist2 palsu, maka riwayat tersebut harus diperiksa, sebagaimana kita memeriksa hadist.
Para ulama ketika memeriksa Hadist dalam masalah ahkam apalagi masalah Aqidah, mereka ketat memeriksa.
Kalaupun masalah siroh tidak terlalu, karena ada rangkaian2 siroh yang diriwayatkan ternyata hadiatnya lemah, maka tidak jadi masalah.


💠 Terbunuhnya Utsman bin Affan radhiallahu'anhu tahun 35 Hijriah.

1️⃣ Utsman sebelum menjadi Khalifah.

Beliau menjadi Khalifah tahun 23 Hijriah. Yaitu di zaman kekhilafahan Abu Bakar dan Umar.

Utsman tidak dikenal mencari kepemimpinan sama sekali.

Kita tahu sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa Utsman bin Affan adalah orang yang sangat berakhlak mulia, sampai dia adalah seorang yang pemalu, saking malunya sampai Malaikat malu kepada Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

2️⃣ Terbunuhnya Umar radhiallahu'anhu pada tahun 23 Hijriah.

Umar terbunuh ketika sholat subuh dan di bunuh oleh Abu Lu'lu'ah al-Majusi.

Setelah Umar tertikam sebelum meninggal Umar menunjuk 6 orang agar bermusyawarah, Salah satunya jadi Khalifah.
6 orang ini adalah yang termasuk 10 orang yang di jamin masuk Surga.

Siapa 6 orang tersebut:
1. Utsman bin Affan
2. Ali bin Abi Thalib
3. Zubair bin Awwam
4. Thalhah bin Ubaidillah
5. Abdurahman bin Auf
6. Sa'ad bin Abi Waqas

Mereka bermusyawarah untuk menentukan siapa yang menjadi khalifah, akhirnya kesepakatan tertuju kepada "Utsman bin Affan" dan menjadi khalifah tahun 23 Hijriah.

3️⃣ Hal-hal yang dijadikan Argumen untuk membunuh Utsman.

Diklasifikasikan oleh penulis kitab "Maqtal Utsman" bahwasanya ada 3 kelompok:

1. Hal-hal yang tidak shahih sama sekali.
Diantaranya :
▪️ Utsman di tuduh memukul Ammar bin Yasir.
(Seandainyapun ini shahih maka biasa terjadi perselisihan diantara para sahabat).

2. Yang terkenal dan mashur, Utsman dikritik namun sanadnya tidak ada sama sekali.
Diantaranya :
▪️Mereka mengatakan bahwasanya Utsman mengusir Abu Dzar dari Madinah. Tidak ada riwayat seperti ini.
Yang ada riwayatnya, 
Abu Dzar ketika tinggal dinegeri Syam dia berselisih dengan Muawiyyah radhiallahu'anhu. Menurut Abu Dzar seseorang memiliki harta tidak boleh di simpan.

★ firman Allah QS. At-Taubah ayat 34,

وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih."
[QS. At-Taubah : 34]

Menurut Muawiyyah ayat itu berkaitan dengan orang yang tidak bayar zakat.
Tapi menurut Abu Dzar ayat itu umum mencakup seluruh kaum muslimin yang punya harta banyak tidak boleh di simpan.
Sehingga khilaf diantara Abu Dzar dan Muawiyyah, dan Muawiyyah melaporkan ke Utsman dan Utsman memanggil Abu Dzar.
"Wahai Abu Dzar baliklah ke Madinnah kami ingin memuliakan engkau dengan menemani kami di kota Madinnah."

Tetapi Abu Dzah haru meninggal kota Madinnah karena Rasulullah pernah memberi wasiat kepada beliau,
"Kalau rumah2 telah sampai kepada Jabal Sila hendaklah engkau keluar dari kota Madinnah."
Ketika itu kota Madinnah sudah meluas, maka keluarlah Abu Dzar meninggalkan kota Madinnah.
Bukan karena di usir oleh Utsman, tetapi karena dia menjalankan wasiat dari Mabi shalallahu 'alaihi wasallam utk keluar dari kota Madinnah.
Adapun tuduhan Utsman mengusir Abu Dzar ini tidak benar sama sekali dan tidak ada riwayatnya sama sekali.

▪️Hilangnya cincin dijadikan bahan kritikan.
Benar Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam punya cincin, disitu ada stempel Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam meninggal cincin tersebut dipakai oleh Abu Bakar, ketika Abu Bakar meninggal dipakai oleh Umar, ketika Umar meninggal dipakai oleh Utsman sebagai khalifah yang ke 3.
Suatu hari Utsman sedang di sebuah sumur, kemudian dia pegang2 cincin tersebut, dicari2 cincin tersebut tidak ditemukan.
Peristiwa hilangnya cincin itu benar, tetapi dijadikan bahan kritikan itu tidak benar

▪️Utsman tidak menegakkan hukum had kepada Ubaidillah bin Umar.
Ubaidillah bin Umar adalah anaknya Umar bin Khattab saudaranya Abdullah bin Umar.
Ubaidillah bin Umar dia membunuh seorang lelaki di zaman Utsman bin Affan. Tetapi kenapa dia tidak di hukum had, karena orang yang di bunuh Ubaidillah bin Umar, dia membunuh seorang yang sedang bertemu dengan Abu Lu'lu'ah al-Majusi sehari sebelum Umar bin Khattab dibunuh.
ada 3 orang ketemuan seakan2 ada rapar,
- ada Abu Lu'lu'ah al-Majusi,
- ada orang yang dibunuh,
- ada orang yang ketiga.
Ketika Umar bin Khattab di bunuh, dia curiga kepada orang tersebut maka dia bunuh orang tersebut, akhirnya terjadi heboh.
Namun Utsman tidak menegakkan hukum had kepada Ubaidillah bin Umar, karena ada Syubhat. Dan Ubaidillah bin Umar punya dalil dan argumentasi untuk membunuh orang tersebut.
Sehingga dia tidak ditegakkan hukum Had.
Utsman tidak menegakkan hukum had kepada Ubaidillah bin Umar ini benar, tetapi apakah peristiwa ini dijadikan sebagai bahan untuk mencela Utsman, maka tidak ada riwayatnya sama sekali.

3. Hal-hal yang benar-benar dijadikan dalil oleh pemberontak untuk membunuh Utsman.
Diantaranya :
▪️Utsman tidak ikut Perang Badar.
▪️Utsman lari dari Perang Uhud.
▪️Utsman tidak ikut Bai'at Ar-Ridhwan.

▪️Utsman mengambil area tanah untuk onta2 sedekah.
Ini benar2 terjadi di zaman Utsman ketika orang2 Mesir datang ke kota Madinnah, kemudian mereka mengadukan, mereka berkata,
"Utsman kenapa engkau mengambil area untuk onta-onta sedekah, dari mana dalilmu,"
Kemudian mereka mendebat Utsman dan Utsman sudah jelaskan bahwa hal tersebut boleh dan sudah dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar, kalau memang onta2 sedekah kamu muslimin membutuhkan area, boleh diambil area tersebut.
Dan hal ini dijadikan bahan oleh mereka utk protes.

▪️Utsman membakar mushaf-mushaf.
Benar Utsman membakar mushaf, tapi dalam rangka untuk persaruan kaum muslimin. 
Seperti pernah dijelaskan kisah Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu.
Ketika di zaman Abu Bakar terjadi perang besar yang namanya "Ma'rokatul Yamama" yaitu perang Khalid bin Walid memimpi kaum Muslimin melawan Musailamah Al-Kazab (Nabi Palsu).
Dalam perang tersebut banyak ahli quran yang meninggal dunia. 
Maka akhirnya Utsman punya ide,
"Wahai Abu Bakar, sesungguhnya orang2 para ahli Quran pada meninggal dunia, bagaimana kalau kau kumpulkan Mushaf, khawatir yang meninggal para ahli Quran semua dan Quran terlupakan."
Akhirnya Abu Bakar memikirkan ide tersebut, karena Rasul tidak pernah melakukan hal ini, akhirnya dia panggil Zaid bin Tsabit,
"Wahai Zaid kumpulkan semua Al-Quran, jangan sampai Al-Quran ini hilang karena banyak para ahli Quran yang meninggal dunia"
Zaid mengatakan, 
"Kalau saya harus memindahkan gunung ketempat lain mungkin lebih ringan dari pada saya harus mengumpulkan Al-Quran, ini pekerjaan sangat berat. Bagaimana saya melakukan suatu perbuatan yang Nabi tidak pernah melakukannya."
Akhirnya Allah pun melapangkan dadanya untuk melakukan hal tersebut. 
Dan Zaid bin Tsabit mengumpulkan Al-Quran,
- dari pelepah2 qurma
- dari quran2 yang di tulis di batu2.
- ditanya kepada sahabat2 yang hafal.
Dan dia tuliskan lengkap semuanya.
Setelah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit 30 Juz dan diberikan kepada Abu Bakar.
Ketika Abu Bakar meninggal diberikan kepada Umar bin Khattab, Umar meninggal dunia diletakkan di Hafsah.
Dan pekerjaan selesai.
Di zaman Utsman, ketika kaum Muslimin semakin meluaskan Ekspansi kekuasaan mereka, sampai perang menaklukan Armenia, dipimpin oleh Hudzaifah bin Yaman. 
Ternyata diantara pasukan kaum muslimin ada yang berselisih.
Ada yang ketika baca Quran pakai Qiroatnya Ibnu Mas'ud, ada yang membaca dengan Qiroatnya Ubaid bin Ka'ab, akhirnya terjadi perselisihan diantara mereka.
Maka Hudzaifah bin Yaman khawatir, maka dia datang kepada Utsman,
"Wahai Amirul Mukminin selamatkan umat ini sebelum mereka berselisih,"
Maka diceritakan apa yang terjadi.
Dan akhirnya Utsman mengeluarkan Mushaf yang sudah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit 30 juz.
Dan Quran-quran yang lain dikumpulkan, Quran yang selain Mushaf yg dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit, dikumpulkan kemudian dibakar oleh Utsman.
Dan itu dihadiri oleh para sahabat, ada Ibnu Mas'uda, ada Ubaid bin Ka'ab, dan Sahabat2 lain yang masih hidup.
Mereka tidak mengingkari perbuatan Utsman, justru ini adalah kemuliaan bagi Utsman yang menghilangkan perselisihan dengan membakar Mushaf-mushaf yang lain.
Karena bisa jadi Mushaf-mushaf yang lain ada yang tidak sempurna, karena sahabat terpecah-pecah menulisnya.
Bisa jadi kurang atau ada tambahan-tambahan dari tafsir.
Akhirnya Utsman mengambil keputusan semuanya dihapus.
Dengan sebab ini maka kaum muslimin bersatu.

Secara umum ini kritikan2 yang dijadikan Argumentasi oleh para pemberontak untuk membunuh Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

4️⃣ Bagaimana terbunuhnya Utsman.

▪️Semua provokator pemberontakan ini di pimpin oleh Abdullah bin Saba (Ibnu Sauda), seorang Yahudi yang masuk Islam kemudian dia memprovokasi kesana kemari, menceritakan keburukan Utsman bin Affan.

▪️Dia datang bersama 3000 - 6000 orang dari berbagai macam (ada khilaf, intinya tidak kurang dari 3000 orang), diantaranya kebanyakan yang datang dari Mesir.
Mereka mengatakan, 
"Wahai Utsman mengapa kau memagari daerah2 tertentu, apakah Allah ijinkan atau kau hanya mengada2kan tidak ada hukum seperti ini."
Jadi mereka protes seakan2 ada hak mereka yang diambil, tapi tidak ada perincinanya. Dan itulah yang mereka ungkit2 dan mereka protes.
Setelah Utsman jelaskan akhirnya mereka pulang.
Ketika ribuan orang ini pulang ke Mesir. Ditengah2 perjalanan tiba2 ada satu orang yang mundur, seakan2 mau lari tapi dia dengan memperlihatkan dirinya. 
Akhirnya dikejarlah oleh yang lain dan ditangkap,
"Kamu kenapa, kamu siapa, kenapa kaku begitu kok ada yang meragukan."
Akhirnya dia mengaku,
"Saya ini adalah suruhan Utsman, saya membawa surat untuk Gubernur Mesir yang berisi : Kalau orang-orang ini sampai di Mesir maka bunuhlah mereka."
Akhirnya mereka marah dan mereka balik dan bertanya kepada Utsman. 
Utsman tidak pernah menulis surat seperti itu.
Terjadi Fitnah yang luar biasa.

Akhirnya mereka datang kembali, mereka mengepung rumahnya Utsman, disebut "Yaumad Dar" (hari dimana Utsman terbunuh dirumahnya).

Adapun rumahnya Utsman,
Sebagian Ulama mengatakan letaknya antara kuburan Nabi sampai di Baqi.
Datanglah 3000 - 6000 orang, antara masjid dengan rumah Utsman ada semacam lantai, disitulah mereka berkumpul mengepung rumah Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

▪️Mereka mengepung rumah Utsman bin Affan sekitar sebulan.
Ada khilaf dikalangan para ahli sejarah, 
- ada yang mengatakan 20 harian, 
- ada yang mengatakan lebih dari sebulan, 
- ada yang mengatakan lebih dari 40 hari,
- yang paling lama ada yang mengatakan lebih dari 2 bulan.
Intinya mereka mengepung rumah Utsman sekitar satu bulan.

▪️Apa tuntutan mereka kepada Utsman :
- Janganlah kau bunuh diri karenanya tinggalkan kekhalifahan. 
(Disuruh lengser oleh mereka).
Tapi Utsman tidak mau menanggalkan kekhilafahan karena Hadist-hadist Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

▪️ Bagaimana terbunuhnya Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

Ketika Utsman bin Affan radhiallahu'anhu di kepung oleh orang2 yang sangat banyak, ketika di awal2 di bulan Dzulqod'ah, karena Utsman meninggal tanggal 12 Dzulhijjah 35 Hijriah.
Ketika itu musim haji, sehingga banyak para sahabat yang sedang berhaji, hanya sedikit sahabat yang di kota Madinnah. Kebanyakan mereka berhaji diantaranya Umahatul Mukminin Aisyah radhiallahu'anha sedang berhaji.
Beliau di bunuh ketika hari jumat tgl 12 Dzulhijjah 35 H dihari-hari Tasryik.

Ketika mereka mengepung Utsman bin Affan radhiallahu'anhu, kemudian mereka mengatakan,
"Tanggalkanlah kekhilafahanmu wahai Utsman, maka niscaya kau tidak akan terbunuh."
Utsman tidak mau menanggalkan kekhilafahannya.

Kenapa.? 
Karena ada banyak hal yang membuat beliau tidak mau menanggalkan kekhilafahannya.

▶️ Diantaranya :

🔹1. Beliau mengamalkan wasiat Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

Ketika Utsman ditanya,
"Wahai Utsman kenapa kau tidak melawan.?"
Utsman berkata,
"Sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengambil janji dariku, dan aku mensabarkan diriku dalam menjalankan wasiat tersebut."
Apa wasiat Nabi hanya Utsman yang tahu.
Padahal saat itu 700 sahabat berkumpul di rumah Utsman, mereka siap mati untuk membela Utsman khalifah kaum muslimin.

Rasulullah pernah berbisik/berbicara kepada Utsman, ini diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu'anha.
Aisyah mendengar pembicaraan Nabi dengan Utsman, diantaranya yang Aisyah sampaikan,
◆ Rasulullah berkata kepada Utsman,
"Wahai Utsman kalau mereka meminta kepadamu untuk menanggalkan pakaian yang Allah telah pakaikan kepadamu jangan kau lakukan, pertahankan pakaian tersebut."
Ini syarat dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam, nanti mereka ingin kau menanggalkan kekhilafahan, maka jangan dituruti.

🔹2. Karena Utsman tahu yang diinginkan dari mereka adalah membunuh Utsman.

Sama saja, Utsman menanggalkan khilafah akan dibunuh, atau tidak menanggalkanpun tetap akan di bunuh.

🔹3. Nasihat dari para sahabat.

Diantaranya nasihat dari 2 orang,
1. Abdullah bin Umar.
2. Abdullah bin Salam.
Keduanya sedang di Madinnah dan keduanya menasihati Utsman bin Affan.

> Nasihat dari Abdullah bin Salam, beliau mengatakan,
"Wahai Utsman, tahan diri.. tahan diri.. sesungguhnya kalau kau tahan diri Hujahmu dihadapan Allah lebih tinggi dari pada kau melawan. Seandainya kau di bunuh dan kau menahan diri Hujahmu lebih besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'alaa."
Ini juga yang membuat Utsman tidak mau mengikuti para pemberontak tersebut.

> Nasihat dari Ibnu Umar radhiallahu'anhu.
Ketika Utsman berkata kepada Ibnu Umar,
"Wahai Ibnu Umar lihatlah apa yang diucapkan oleh mereka para pemberontak, kata mereka, "tanggalkanlah kekhilafahanmu dan jangan kau bunuh dirimu."
Berkata Ibnu Umar,
"Wahai Utsman kalau kau tanggalkan kekhilafahanmu apa kau akan hidup abadi didunia.?"
Kata Utsman,
"Tidak, aku akan mati."
(Ketika itu Utsman berusia 82 thn)
Kata Ibnu Umar,
"Kalau kau tidak menanggalkan apa yang bisa mereka lakukan selain membunuhmu,? mereka tetap akan membunuhmu."
Kata Utsman,
"Iya benar, tidak ada yang lebih dari pada membunuh."
Kemudian Ibnu Umar bertanya lagi,
"Apakah mereka memegang surgamu dan nerakamu wahai Utsman, mereka yang bertanggung jawab dengan surga dan nerakamu.?"
Kata Utsman,
"Tidak."
Berkata Ibnu Umar,
"Maka menurutku jangan kau lepaskan baju yang telah Allah pakaikan kepadamu, kalau kau lepaskan akan menjadi Sunnah, kebiasaan tradisi. Setiap ada suatu kaum yang tidak suka dengan pemimpinnya akan dilengserkan dengan paksa atau dibunuh dengan paksa. Maka jangan kau ikuti mereka."

Itulah nasihat-nasihat para sahabat kepada Utsman bin Affan radhiallahu'anhu.

Kemudian dikepunglah Utsman bin Affan radhiallahu'anhu, beliau bersama istrinya disitu.
kemudian sekitar 3000 orang bahkan lebih, terjadi diskusi diantara mereka, 
- kenapa kalian ingin mengkritikku
- kenapa kalian ingin membunuhku.
Mereka menyampaikan dalil, Utsman bantah.

◆ Utsman menasehati mereka.

》Bukankah Rasulullah bersabda,
"Tidak halal darah seorang muslim kecuali satu dari 3 perkara, yaitu:
- dia pernah bunuh orang,
- atau dia berzina,
- atau dia murtad."
Setelah masuk Islam saya tidak pernah murtad, saya tidak pernah membunuh orang, dan saya tidak pernah berzina bahkan di zaman saya masih jahiliyah saya tidak pernah berzina.
Mereka tidak mau dengar.

》Bukankah saya pernah naik Gunung Uhud, saya bersama Nabi dan Abu Bakar, tiba2 Gunung Uhud bergetar, kemudian Nabi berkata,
"Diamlah wahai engkau Gunung Uhud, sesungguhnya diatasmu ada seorang Nabi, seorang yang Siddik dan seorang yang mati syahid."
Utsman mengatakan kalau kau bunuh aku maka aku mati syahid, jangan kau melakukan kesalahan.
Utsman tahu dia akan mati, tapi Utsman tetap menasihati.
Mereka tidak perduli.

》Utsman tidak boleh keluar rumah, mau sholat di Masjid Nabawi mereka larang, padahal dekat. Tapi mereka larang dan Utsman sholat dirumah saja.
Utsman berkata,
"Bagaimana kalian melarang aku sholat di Masjid Nabawi, sementara pernah Rasulullah berkata, siapa yang mau beli untuk meluaskan Masjid Nabawi maka bagi dia rumah di Surga, maka aku yang beli rumah di situ untuk meluaskan area Masjid Nabawi, aku yang meluaskan Masjid Nabawi, atas perintah Nabi shalallahu 'alahi wasallam dan jaminannya Surga, sekarang kalian melarang aku untuk sholat di Masjid Nabawi.?"
Mereka tidak perduli.

》Mereka melarang Utsman untuk minum dari sumur yang ada di kota Madinnah,
Kalau mau minum dari sumur rumahnya, padahal sumur dirumahnya bau.
Utsman dilarang untuk ambil air dari luar.
Kata Utsman,
"Wahai kaum sekalian, bukankah aku yang telah membeli Sumur Rumah."

Dalam suatu hadist disebutkan, 
ada satu sumur, ketika para sahabat baru hijrah ke kota madinah jarang ada sumber air yang jernih untuk diminum, ada sumber air tapi tidak jernih.
Ketika itu ada satu sumur namanya Bi' Rumah. 
Ada yang mengatakan ini milik sahabat, ada yang mengatakan ini milik seorang Yahudi.
Akhirnya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam membuat pengumuman,
"Siapa yang membelikan bagi kami Sumur Rumah, maka Allah akan menggantikan lebih baik baginya di Surga."
Utsman langsung beli. Waktu itu dijual dengan sangat mahal.
Orang Yahudi ditawar berapa harga Sumurmu.?
Dia menjawab, saya tidak jual, kalau mau beli separo-separo.
Karena ketika itu orang mau ambil air itu harus bayar, jadi dia jualan air sumur karena airnya jernih.
Akhirnya Utsman beli separo seharga 18.000 Dirham.
Kata Utsman,
"Sehari saya pakai, sehari buat kamu."
Orang Yahudi itu menyangka, hari ini Utsman pakai, hari besoknya dia jualan.
Padahal Utsman ingin wakaf.

◆ Kata Nabi shalallahu 'alaihi wasallam,
"Siapa yang membelikan bagi kami Sumur Rumah, maka timbanya dia sama seperti timbanya kaum muslimin, hukumnya sama."

Akhirnya Utsman beli dan untuk wakaf, pada hari bagiannya Utsman banyak warga yang ambil air, pada harian bagiannya Yahudi tidak ada yang beli air.
Akhirnya Yahudi itu menyuruh Utsman untuk membeli sebagiannya lagi, dwngan harga 8000 Dirgam.
Akhirnya Utsman beli dengan 20.000 Dirham.

Sumur Rumah ini sampai sekarang masih ada, dan sekitarnya ada ribuan pohon Kurma yang pengairannya diambil dari sumur tersebut.

Maka ketika itu Utsman berkata,
"Kalian melarang aku untuk minum sementara aku yang membelikan minum kepada kaum muslimin."
Mereka tidak perduli.

》Akhirnya datanglah para sahabat menawarkan diri untuk berperang, diantaranya adalah,
- Abu Hurairah radhiallahu'anhu,
- Ka'ab bin Malik rahdiallahu'anhu,
- Al Mughirah bin Syu'bah radhiallahu'anhu,
- Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu,
- Abdullah bin Zubair radhiallahu'anhu,
- Zubair bin Awwam mengirim utusan.
- Sebagian sahabat mengatakan, wahai Utsman kami kaum Anshir kami siap bila engkau inhin menjadikan kami Anshor 2x kami siap, tinggal perintah kami akan datang menyerang.
- Hasan dan Husein darang di utus oleh Ali radhiallahu'anhu, sempat terjadi pertikaian sedikit sampai hasan terluka, Ibnu Umar juga terluka.
- Hasan membawa pedang, kata Utsman pulangkan pedangmu.

Para sahabat datang untuk membela Utsman dan mereka siap mati, tapi setiap para sahabat yang datang, kata Utsman pulang,
"Siapa yang ta'at kepadaku maka tinggalkan tempat ini."
Utsman tidak mau terjadi pertikaian.

Diantara kata para Ulama
- Utsman mengatakan,
"Aku tidak ingin menjadi khalifah setelah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang akhirnya timbul pertumpahan darah diantara kaum muslimin."
- Utsman berharap kalau dia mati maka fitnah selesai.

Akhirnya berjalan hari demi hari, setiap sahabat yang datang di suruh pulang oleh Utsman, tidak boleh ada yang menemani.
Sahabat tidak bisa berbuat apa2 karena Utsman ounya dalil dan wasiat yang harus dia jalankan dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

Sampai akhirnya ketika hari Jumat tanggal 12 Dzulhijjah, hari dimana Utsman di bunuh.
Malam harinya Utsman bermimpi bertemu dwngan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. 

◆ Nabi berkata kepada Utsman,
"Ya Utsman bin Affan buka puasalah bersama kami,"

Maka Utsman ketika pagi hari dalam kondisi berpuasa, ketika mau dibunuh dia berkata kepada orang tersebut,
"Semalam saya bermimpi bertemu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam, saya melihat Abu Bakar dan Umar, dan Rasul berkata ya Utsman bukalah puasa bersama kami, dan aku sekarang sedang berpuasa."

Kemudian mulailah Utsman baca Quran dan baca Quran.
Mulailah orang2 gelisah mau bunuh Utsman.
Hari tersebut dia dibunuh, hari Jumat, sedang berpuasa, sedang baca Al-Quran.
Datang orang satu membawa pedang ingin bunuh Utsman.
Kata Utsman,
"Kalau kau membunuh ada Al-Quran didepanku."
Utsman Hafidz Quran, penulis wahyu, Dzun Nurain, di jamin Surga oleh Rasulullah.
Maka orang tersebut mundur tidak berani.

Lalu datanglah salah seorang, dia disebut dengan "Al Maut Al Aswat dijuluki dengan bertubuh hitam."
Kemudian datang kepada Utsman, Utsman baca Al-Quran, kemudian dia mencekik leher Utsman, dan dengan sombong dia mengatakan,
"Betapa mudahnya saya mencekik lehermu Utsman,"
Kemudian dia ambil pedang ingin membunuh Utsman, maka Utsman menahan dengan tangannya, maka Utsman berkata,
"Inilah tangan yang pertama kali menulis Al-Quran."
Maka darahpun berlumuran di Mushaf yang sedang dia baca, akhirnya Utsmanpun meninggal dunia dibunuh oleh orang tersebut.

Ditemukan darah pada ayat Al-Quran pada ayat,

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 
[QS Al- Baqarah: 137]

Ketika mereka hendak bunuh Utsman istrinya berkata,
"Kalau kalian bunuh dia atau kalian biarkan dia sesungguhnya suamiku Utsman semalam Khatam Quran ketika sholat malam."

◆ Utsman pernah berkata,
"Kalau hati kalian bersih maka kalian tidak akan pernah puas dengan ayat2 Allah Subhanahu wa Ta'alaa."

Utsman yang bertaqwa kepada Allah yang pernah meriwayatkan Hadist dipinggir kuburan lantas dia menangis sampai air matanya memenuhi jenggotnya. 
Sampai sahabat berkata,
"Wahai Utsman ketika disebutkan ayat Surga dan Neraka engkau tidak menangis, tapi ketika dikuburan kenapa engkau menangis.?"
Kata Utsman,
"Sesungguhnya Rasulullah bersabda, sesyngguhnya kuburan adalah tempat persinggahan pertama kali di akhirat, siapa yang selamat dikuburan maka selebihnya akan mudah, siapa yang tidak selamat dikuburan maka selebihnya akan lebih parah."

Maka Utsman meninggal di Hari jumat, dalam keadaan berpuasa dan sedang membaca Al-Quran.
Selanjutnya kekhalifahan digantikan oleh Ali bin Abi Thalib radhiallahu'anhu.

Wallahu'alam bishowab.


📔  SOAL - JAWAB

1️⃣ Terkait dengan Hadist tentang beroegang teguh kepada sunnah Rasulullah dan Khulafaus Rasyidin, apa pengertian Khulafaur Rasyidin dalam pengertian hadist tersebut hanya dibatasi pada 4 sahabat saja.?
↪️  Jawab :
Wallahu'alam bishowab. Yang masyhur Khulafaur Rasyidin yang memang Nabi shalallahu'alaihi wasallam memberi keutamaan khusus adalah 4 orang tersebut.
Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiallahu'anhu.
Dimana ke 4 orang tersebut adalah sahabat yang masuk dalam 10 orang yang dijamin masuk surga.
Wallahu'alam bishowab.

2️⃣ Bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin yang dikritik dan dicela oleh sebagian rakyatnya, apakah seharusnya bersikap seperti Utsman dan berserah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang membalas atau bersikap tegas dalam melakukan suatu tindakan.?
↪️  Jawab :
Wallahu'alam bishowab, tentunya Utsman memiliki dalil khusus yang membuat dia harus bertahan dan tidak melawan.
Maka dia mengatakan, 
"Ya Rasulullah mengambil janji dariku dan aku akan menyabarkan diriku menjalani janji tersebut."
Sepertinya itu sikap yang diambil oleh Utsman. Itu adalah wasiat Nabi kepada Utsman sehingga Utsman bertahan. Dan ini tentu tidak berlaku kepada yang lainnya.
Tapi intinya secara umum jika ada yang mengkritik, kita berusaha melihat kritikan tersebut, jika baik maka kita berusaha memperbaiki, jika tidak baik berusaha kita nasehati orang2 tersebut.
Seseorang siapapun dia kalau punya kesalahan, kalau dikritiki dia berusaha utk memperbaiki diri, siapapun yang mengkritik.
Terkadang musuh yang mengkritik dengan tidak benar, terkadang mengkritik dengan benar. Kita nilai kritikannya.
Kita jangan ikut juga model orang2 yang memberontak, mengharapkan kebaikan.
Justru setelah Utsman meninggal dunia banyak terjadi rentetan2 fitnah, terjadilah perang jamal, perang shiffin, muncullah syiah, khawarij.
Betapa sering kita mengharapkan kebaikan dari suatu kepemimpinan dengan pemberontakan, ternyata kondisinya lebih buruk. Dan ini kenyataan yang terjadi.
Kata para Ulama,
"Kalau ada rumah yg buruk dan banyak rusak2nya perbaiki, jangan dihancurkan kemudian bangun rumah yang baru, terkadang rumah yang baru tidak bisa dibangun."
Ini banyak terjadi dibanyak negara, dimana banyak pemberontakan2 akhirnya lebih parah dari pada sebelumnya.
Jadi sebagai pemimpin harus siap menerima kritikan, sebagai rakyat kita jangan memberontak, kalau ada kritikan harus sesuai dengan jalur yang baik, dan jangan menimbulkan kemudhorotan lebih besar.
Wallahu'alam bishowab.

3️⃣ Apakah yang dimaksud dengan Hujjah dan Had.?
↪️  Jawab :
- Hujjaj maksudnya dalil.
Ketika Abdullah bin Salam berkata kepada Utsman bin Affan,
"Tahan dirimu.. tahan dirimu wahai Utsman, sesungguhnya ini lebih kuat engkau berargumentasi berdalil dihadapan Allah."
Artinya ketika engkau ditanya oleh Allah, engkau bisa menjelaskan bahwa, "ya Allah aku tidak melawan sama sekali, aku tidak ingin terjadi pembunuhan, tapi mereka yang membunuh saya."
Hujjah artinya dalil/argumentasi.
- Had itu hukum Had seperti orang yang melakukan pelanggaran dosa2 tertentu maka ditegakkan hukum Had.
Ketika orang mencuri maka tangannya dipotong, berzina kalau sudah menikah maka dirajam, kalau belum menikah dicambuk, kalau membunuh di qisos dibunuh juga. Begitulah aturan2 dalam hukum Islam demi menjaga ketentraman dan stabilitas keamanan suatu daerah/negara.
Wallahu'alam bishowab.

4️⃣ Mohon penjelasan lebih utama mana dalam berdakwah di zaman sekarang, apakah mendakwahkan Al-Quran dan sunnah atau kekhilafahan.?
↪️  Jawab :
Kita semua tentunya sebagai orang Islam kita ingin bahwasanya semua berjalan diatas hukum Islam dan ketika kita berbicara tentang Al-quran sesungguhnya kita berbicara tentang hukum Islam, bicara adab, aqidah, dan hukum2 Islam lain. Mengenai kesiapan suatu negara utk menerapkan hukum Islam tentunya perlu proses.
Tapi jangan sampai kita kemudian menyuarakan berbicara tentang kekhilafaan ternyata untuk menghancurkan yang ada, mengajari masyarakat utk tidak ada kepada yang sudah ada itu tidak benar.
Kita orang Islam berbicara Islam kita berhak. Sebagaimana agama lain berbicara tentang hukum2 mereka.
Kita bicara khilafah dalam rangka kita menanamkan kepada masyarakat utk tdk ta'at kepada pemerintah, untuk merendahkan pemerintah, tidak hormat dengan keputusan mereka, maka ini akan timbul permasalahan disuatu negara.
Makanya kalau ada pemekiran seperti ini diberbagai negara tentu ditentang. Karena setiap negara bila muncul pemikitan seperti ini. Sampai pada masyarakat menimbulkan kebencian kepada penguasa, maka otomatis penguasa tidak suka, seakan2 dia ingin dilengserkan dan diganti.
Maka semuanya sesuatu yang konferhensif yang saling berkaitan.
Kita bicara Aqidah itulah hukum Islam, kita bicara Sunnah Nabi itulah hukum Islam, kita mengajarkan kepada masyarakat bagaimana sikap yang benar sebagai pemimpin dan sikap yang benar bagaimana sebagai rakyat, ini semua berarti kita sedang mengajarkan hukum Islam.
Dan kita rindu kalau ada hukum Islam ditegakkan kita suka karena itu cita2 kita. 
Tetapi kalau kita berbicara tentang kekuasaan dalam rangka utk merendahkan yang ada, utk membuat masyarakat tidak percaya kepada yang ada, ini berbahaya karena akan menimbulkan pemberontakan kepada pemerintahan yang ada.
Ini yang tidak kita inginkan, maka kita berbicara tentang kekhilafahan sebagai pembicaraan yang wajar, hukum Islam.
Tapi jangan sampai timbul provokasi untuk menghilangkan stabilitas keamanan negara, itu yang tidak kita inginkan.
Kalaupun hanya berbicara yang baik sesuai dengan arahan maka tentunya itu tidak menjadi masalah karena sesungguhnya kita berbicara tentang hukum Islam.
Wallahu'alam bishowab.


📔  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~