Keutamaan Sahabat Utsman bin Affan - 1

Bang Pitung • 11 Oktober 2020
di grup Masjid Astra

 

Kajian Online Interaktif Ikhwan & Akhwat
     - MASJID ASTRA -
SELASA, 22 September 2020
                   4 Safar 1442 H
Pukul, 19.30 WIB - Selesai

📔 Nara Sumber :
"Ustadz DR. Firanda Andirja, LC., MA."


~ KEUTAMAAN SAHABAT UTSMAN BIN AFFAN - Bagian 1 ~


💠 Beliau Utsman bin Affan rafhiallahu'anhu di beri gelar,
"Dzu an Nurain yaitu Pemilik Dua Cahaya."
▪️Karena beliaulah satu2nya sahabat yang pernah menikahi dua putri seorang Nabi. 
▪️Sejak Nabi Adam alaihisallam sampai Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, hanya seorang laki2 yang pernah menikah dengan dua putri Nabi, yaitu Utsman bin Affan radhialallahu'anhu.
▪️Beliau menikah dengan Ruqoyyah radhiallahu'anha meninggal dunia, kemudian menikah dengan Ummu Kultsum radhiallahu'anha.

💠 Beliaulah salah satu Khulafaur Rasyidin yang mendapat rekomendasi dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

◆ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.”
( HR. Abu Daud no. 4607, At Tirmidzi no. 2676, Ibnu Majah no. 42. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no.37)


💠 NASAB UTSMAN BIN AFFAN radhiallahu'anhu.

▪️Nama beliau :
Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf.

- Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bertemu Utsman pada "Abdi Manaf" (mempuyai anak kembar yang bernama Syams dan Hasyim)

▪️Ibu beliau :
Arwa bintu Quraisy bin Rabiah.
- Bapaknya Arwa bernama Quraisy.
- Ibunya Arwa bernama Al Baidho binti Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf (kakek Nabi shalallahu 'alaihi wasallam)

▪️ Neneknya Utsman :
Al Baidho binti Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf.
- Punya kembaran yang bernama "Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf" (bapak Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf).
- Jadi meneknya Utsman adalah tantenya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

》Abdi Manaf mempunyai anak kembar yang bernama "Syams dan Hasyim"
(Yang keluar Syams dulu baru Hasyim).
Tetapi meskipun mereka kembar, keturunannya bersaing, Ta'ashub kabilah (fanatik suku) antara keturunan Bani Abdu Syams dengan Banu Hasyim.

Sampai2 terjadi suatu peristiwa namanya,
"Hilful Fudhul" adalah :
Suatu perkumpulan perjanjian ketika ada seorang di dzolimi kemudian Banu Hasyim ingin menolong orang tersebut, maka dia kumpulkan orang2 Quraisy untuk menolong orang tersebut, maka orang2 Quraisy semua kumpul untuk menolong orang tersebut.
Tapi ternyata Banu abdi Syams tidak mau ikut kumpul, tidak ikut persekutuan orang2 Quraisy.
Kenapa.? Karena yang menyuruh oersekutuan tersebut adalah Banu Hasyim, dan mereka hasad atau saling bersiang diantara Banu abdi Syams dengan Banu Hasyim.

▪️Bapak tirinya :
Ketika Affan (pedagang kaya raya) meninggal,
Arwa menikah dengan "Uqbah bin Abi Mu'aith"
- Dan dia lah orang yang meletakkan isi perut onta di pundak Nabi shalallahu 'alaihi wasallam ketika Beliau sholat di depan Ka'bah.

- Jadi kalau di lihat, posisi Utsman untuk masuk Islam agak berat,
1. Beliau dari Bani abdu Syams yang bersaing dengan Banu Hasyim (diantaranya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam)
2. Bapak tirinya Uqbah bin Abi Mu'aith yang juga sangat keras perlawanannya kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.
Akan tetapi akhirnya Utsman bin Affan masuk Islam melalui Abu Bakar radhiallahu'anhu.

▪️Kelahirannya :
- Utsman lahir 5 tahun setelah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam (beliau lebih muda 5 thn dari Nabi shalallahu'alaihi wasallam).
- Dan Wafat pada tahun 12 Dzulhijjah 35 Hijriah karena terbunuh.
- Masuk Islam ketika usia beliau 35 tahun.
Karena Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berdakwah umur 40 thn, dan Utsman adalah orang2 yang pertama kali masuk Islam dan berusia 35 thn.

▪️Istri-istri Utsman bin Affan radhiallahu'anhu; 

1. Ruqoyyah bintu Muhammad radhiallahu'anha.
- Dari pernikahannya punya anak namanya, "Abdullah"
- Abdullah lahir 2 th sebelum hijrah.
- Wafat tahun 4 hijriah diusia 6 thn.
- Sehingga Kunyahnya Ustman "Abu Abdillah".
- Ruqoyyah wafat setelah selesai perang Badr.

2). Ummu Kultsum binti Muhammad radhiallahu'anha.
- Setelah Ruqoyyah meninggal, Utsman menikah dengan Ummu kultsum.
- Kemudian Ummu Kultsum juga meninggal dunia.

Ketika Ummu Kultsum meninggal dunia, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam melihat Utsman sedih, seakan2 hubungan kekeluargaan sudah terputus antara Utsman dengan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, karena Abdullah juga sudah meninggal.
Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengatakan,
"seandainya saya punya putri yang ke 3 yang lain, saya akan nikahkan dengan engkau Utsman."
Tetap Fatimah sudah menikah dengan Ali bin Abi Thalib.
Intinya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sangat sayang dengan Utsman.

3). Ummu Amr binti Zundub.
- Dari Ummu Amr punya anak yang bernama, "Aban bin Ustman radhiallahu'anhu."
- Beliau seorang yang faqih.
- Sempat menjadi gubernur Madinnah selama 7 tahun.
- Pernah menemani Aisyah di Perang Jamal.

4). Fakhitah bintu Ghazwan.

5). Ummul Banin bintu Al-Unaib.

6). Fatimah bintu Al-Walid.


💠 SIFAT-SIFAT UTSMAN BIN AFFAN radhiallahu'anhu.

▪️Secara Fisik.
- Beliau tidak tinggi dan juga tidak pendek, sedang.
- Beliau orang yang tampan.
- Jenggot Beliau sangan tebal.
- Rambutnya tebal.
- Kulitnya tidak putih, mungkin coklat ke arah hitam.

▪️Di zaman Jahiliyyah beliau sudah menjaga diri.
- Beliau tidak pernah minum Khamr.
- Beliau tidak pernah berzina.


💠 KEUTAMAAN UTSMAN BIN AFFAN radhiallahu'anhu.


1️⃣ Di beri gelar "Dzu an Nurain" -> "Pemilik dua cahaya."

2️⃣ Termasuk Al-Khulafaur Rasyidin.

1. Abu Bakar ash-Shidiq
2. Umar bin Khattab.
3. Utsman bin Affan.
4. Ali bin Abi Tholib.

Oleh karenanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menyuruh kita untuk mengikuti mereka para Khulafaur Rasyidin.

Karenanya diantara para Ulama ketika menjadikan dalil tentang bolehnya mengumamdangkan adzan 2x yaitu,
- adzan pertama sebelum waktu sholat,
- adzan kedua ketika masuk waktu sholat jumat.
Karenanya berdalil dengan Utsman bin Affan. 
Di zaman beliau kaum muslimin semakin banyak, khawatir orang2 terlambat untuk datang ke Masjid.
Maka Utsman mengirim orang untuk mengumandangkan Adzan di pasar2, ada jarak dan jeda antara adzan pertama dan adzan kedua. Supaya orang2 bersiap-siap.
Inilah yang sekarang di praktekan di Masjidil Haram, Mekkah dan Madinnah.
Mereka mengumandankan adzan pertama dan adzan kedua dengan jeda 30 menit.

◆ Diantaranya diambil dari sunnahnya Utsman bin Affan, karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang menyuruh mengikuti sunnahnya Khulafaur Rasyidin,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

"Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih”)

3️⃣ Termasuk 10 sahabat yang di jamin masuk surga,

1.   Abu Bakar ash Shidik
2.   Umar bin Khatab 
3.   Utsman bin Affan
4.   Ali bin Abi Thalib
5.   Thalhah bin Ubaidillah
6.   Zubair bi Awwam
7.   Abdurrahman bin ‘Auf
8.   Sa’ad bin Abi Waqqash
9.   Sa’id bin Zaid
10. Abu ‘Ubaidah bin Jarrah

4️⃣ Hadist lain yang menunjukan Utsman masuk surga.

◆ Imam Bukhari meriwayatkan Hadist dari Abu Musa:

"Suatu hari Nabi shalallahu'alaihi wasallam memasuki kebun dan memerintahkanku untuk menjaga pintu kebun.
- Setelah itu datanglah seorang laki-laki meminta izin untuk memasuki kebun, Nabi lalu bersabda, “Berilah dia izin dan beritakan padanya, dia adalah ahli surga.” 
Ketika pintu dibuka, laki-laki tersebut adalah Abu Bakar.
- Kemudian datang lagi laki-laki lain meminta izin untuk masuk, Nabi bersabda, “Berilah dia izin, dan beritakan padanya bahwa ia adalah ahli surga.”
Ketika pintu dibuka, laki-laki tersebut adalah Umar. 
- Lalu datang lagi laki-laki lain minta izin masuk, Nabi lalu terdiam sejenak dan bersabda, “Berilah dia izin dan beritakan bahwa dia adalah ahli surga atas musibah yang menimpanya.” 
Ketika dibuka, laki-laki tersebut adalah Usman bin Affan."

5️⃣ Shohibu al Hijrahtain, yaitu : "Pelaku 2 hijrah"

1). Kenegeri habsyah bersama istrinya Ruqoyyah binti Muhammad radhiallahu'anha
2). Hijrah ke Madinnah juga bersama Istrinya.

6️⃣ Jasanya dalam "Jihad fi Sabilillah."

1). Perang Badar.
Utsman bin Affan tidak ikut dalam perang Badar.
Dia ingin ikut perang Badar, karena kejadian waktu itu diluar dugaan, disangka akan menangkap cuma Abu Sofyan yang di kawal oleh puluhan orang saja.
Jadi Nabi tidak terlalu mengajak para sahabat untuk berperang.
Ternyata yang di lawan adalah Abu Jahal dengan 1000 pasukan.

Ketika itu Utsman ingin ikut, tetapi Rasulullah melarang Utsman karena Ruqoyyah sedang sakit, sehingga Rasulullah menyuruh Utsman untuk merawat Ruqoyyah.
Dan ketika selesai perang Badar, Rasulullah mengutus Zaid bin Haritsah utk memberi kabar gembira tentang kemenangan kaum muslimin di perang Badar.
Ketika Zaid sampai di Madinnah ternyata Ruqoyyah baru dikuburkan.

◆ Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menghibur Utsman dan mengatakan,

فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لَكَ أَجْرَ رَجُلٍ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا وَسَهْمَهُ

"Engkau dapat pahala orang yang ikut perang badar dan engkau juga mendapat bagian dari ghonimah perang Badar."
( Hadits Shahih Al-Bukhari No. 3422)

Oleh karenanya ketika Imam Al Bukhori menyebutkan tentang orang2 yang ikut dalam perang Badar, diantaranya Utsman bin Affan al Badri. Padahal Utsman tidak ikut perang.

Dan kita tahu kaum Muslimin diantara kaum Muslimin yang terbaik adalah yang ikut serta dalam perang Badar.
Sebagaimana para Malaikat yang ikut dalam perang Badar adalah Malaikat yang terbaik juga.

2). Perang Uhud.
Maka Utsman termasuk orang-orang yang lari dari medan pertempuran setelah tersebar isyu Rasulullah dikabarkan wafat.

Maka pasukan kaum Muslimin terbagi menjadi tiga:
- Ada yang terus bertempur,
- Ada yang bingung berdiam tidak tahu apa yang harus dilakukan,
- Ada yang balik ke Madinnah, lari dari medan pertempuran.
Diantara yang lari ini adalah Utsman bin Affan, terjadi pada tahun 3 Hijriah.
Inilah kesalahan Utsman.
Akan tetapi Allah sudah memaafkan mereka.

★ Allah menurunkan ayat yang khusus untuk orang-orang yang lari dari perang Uhud.
QS. Ali-Imron : 155

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْا۟ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا۟ ۖ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ 

"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."
[QS. Ali-Imron : 155]

Ini yang selali dijadikan alasan bahan celaan orang2 Syiah untuk menjelek2an Utsman bin Affan.

Oleh karenanya ada seorang khawarij yang datang kepada mereka untuk mencela Utsman bin Affan, 

◆ Diriwayatkan dari Utsman bin Mauhab ia berkata,

“Seorang lelaki datang dari Mesir untuk melaksanakan haji, lantas ia melihat suatu kaum sedang duduk-duduk, ia bertanya, ‘Siapa mereka?’ 
Mereka mengatakan, ‘Mereka adalah kaum Quraisy.’
Ia bertanya lagi, ‘Siapa yang paling alim di antara mereka?’
Mereka jawab, ‘Abdullah bin Umar.’

Kemudian ia berkata kepadanya, 
‘Wahai Ibnu Umar, aku ingin bertanya sesuatu kepada anda maka tolong dijawab!  Apakah anda tahu bahwa Utsman bin Affan lari meninggalkan pasukan pada perang Uhud?’
Ibnu Umar menjawab, ‘Benar.’

Ia kembali bertanya, 
‘Apakah anda tahu bahwa ia tidak ikut dalam perang Badar?’
Ibnu Umar menjawab, ‘Benar.’

Ia kembali bertanya, ‘Apakah anda tahu bahwa ia tidak ikut pada Bai’at Ridhwan?’
Ibnu Umar menjawab, ‘Benar.’

Lelaki itu berkata, ‘Allahu Akbar.’

Ibnu Umar berkata, ‘Kemarilah aku akan jelaskan kepadamu tentang permasalahan tersebut. 
- Adapun mengenai larinya beliau dari perang Uhud sesungguhnya ia telah mendapat ampunan dari Allah.
- Ia tidak dapat ikut serta dalam perang Badar karena ia sedang disibukkan mengurus istri beliau yakni putri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang sakit dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,“Sesungguhnya engkau mendapatkan pahala seorang yang ikut serta dalam perang Badar dan engkau juga mendapatkan bagian pada harta rampasannya.‘
- Adapun ketidak ikut sertaan beliau pada Bai’at Ridhwan, kalaulah sekiranya ada seorang yang lebih terhormat di Kota Makkah selain Utsman tentunya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam akan menggantikan Utsman dengan orang tersebut. Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap mengirimkan Utsman ke Makkah dan Bai’at Ridhwan terjadi setelah kepergian Utsman ke Makkah, Rasulullah mengisyaratkan dengan tangan kanannya seraya bersabda, ‘Ini adalah tangan Utsman.’ Lantas menepukkannya dengan tangan beliau dan bersabda, ‘Ini adalah bai’at Utsman.’ Ibnu Umar berkata kepada lelaki itu, ‘Nah bawalah berita ini karena sekarang engkau sudah tahu’.”

3). Perang Melawan Kabilah Ghathafan.
Utsman tidak ikut perang, tapi Nabi mewakilkan Utsman untuk mengurus Madinah.
Utsman mengganti Nabi di Madinah yaitu menjadi Imam pengganti Nabi.

4). Perang Dzatur Riqa.
Nabi menjadikan Utsman wakil Nabi di Madinah.

5). Bai'atur Ridhwan yaitu sebelum perjanjian Al-Hidaibiyah pada tahun ke 6 Hijriah.

Ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berangkat untuk umroh bersama 1500 para sahabat. Tibalah mereka di Hudiabiyah (tanah Halal yang paling jauh dari tanah Haram), maka Nabi berhenti, Nabi khawatir, mereka hanya membawa senjata untuk safar bukan untuk perang, Nabi ingin masuk ke Markasnya orang2 Quraisy di Mekkah ketika itu.
Maka harus ada kesepakatan dulu, jangan sampai mereka mau umroh mereka di serang oleh orang2 Quraisy.

Maka Nabi mengutus Umar bin Khattab,
"Wahai Umar kabarkan kepada mereka bahwasanya kami masuk untuk Umroh lalu pulang bukan untuk perang,"

Umar berkata,
"Ya Rasulullah saya ridak bisa karena saya tidak punya kabilah yang akan membela saya di sana."

Akhirnya Nabi mengutus Utsman atas saran Umar bin Khattab.
Utsman masuk ke markasnya orang2 Quraisy utk mengabarkan tujuan mereka.
Maka berangkatlah Utsman sendirian pakai kain Ihrom.

Tiba di sana Utsman menasehati mereka, kata Utsman,
"Wahai orang2 Quraisy berimanlah kepada Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, kalau kalian tidak setuju dengan dakwahnya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, ya sudah kalain jangan menyerang kami, biarkan kabilah lain menyerang kami, kalian nonton saja. Kalau ternyata Muhammad kalah itukan yang kaliam senangi, kalau Muhammad menang kalian ikut jaya sama2 Quraisy."
Mereka menolak dengan dakwahnya Muhammad.

Utsman menjelaskan bahwa Rasulullah datang bukan untuk perang, tapi untuk Umroh.
Kemudian mereka menawarkan kepada Utsman,
"Wahai Utsman kau umrohlah dulu, tawaflah dulu baru pulang ketemu Muhammad."
Kata Utsman, "aku tidak akan tawaf kalau Nabi tidak tawaf."

Ketika Utsman terlambat pulang, maka ada isyu2 tersebar bahwasanya Utsman telah di bunuh.
Nabi shalallahu 'alaihi wasallam tidak tahu ilmu ghoib, dan Nabi tidak dikabarkan oleh Allah tentang kondisi Utsman.
Maka Nabi menyangka Utsman meninggal dunia, atau masih hidup tapi tertahan.

Akhirnya Nabi membuat suatu bai'at namanya Bai'atur Ridhwan yang Allah abadikan dalam Al-Quran.

★ QS. Al-Fath Ayat 18,

لَـقَدۡ رَضِىَ اللّٰهُ عَنِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ اِذۡ يُبَايِعُوۡنَكَ تَحۡتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ فَاَنۡزَلَ السَّكِيۡنَةَ عَلَيۡهِمۡ وَاَثَابَهُمۡ فَتۡحًا قَرِيۡبًا
"Sungguh, Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat."
[QS. AL-Fath : 18]

◆ Rasulullah SAW juga bersabda, 
“Tidak akan masuk neraka orang-orang yang ikut dalam baiat di bawah sebuah pohon yakni Baiat Ridwan.” 
(Muttafaq `alaih)

Ketika Nabi membai'at para sahabat, bai'atnya yaitu,
"Siap mati membela Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam."
Maka Nabi memegang tangannya, dan berkata,
"Ini Bai'at Utsman kepadaku."
Jadi Nabi mewakili bai'at Utsman.

6). Pada tahun 8 Hijriah ketika Peristiwa Fattuh Mekkah.
Pada peristiwa Fattuh Mekkah, Utsman memberi syafaat kepada "Abdullah bin Sa'at bin Abi Sarah.
- Dialah seorang yang murtad atau membunuh, intinya dia seorang yang melakukan kesalahan.
- Beliau sampai di vonis oleh Nabi, barangsiapa yang menemukan 4 orang, diantaranya Abdullah bin Sa'at bin Abi Sarah maka bunuhlah di Mekkah, meskipun dia bergantung di sitar Kabah maka bunuhlah.

Maka ketika Fattuh Mekkah, kaum Muslimin masuk ke kota Mekkah. Abdullah bin Sa'at bin Abi Sarah bersembunyi di rumah Utsman bin Affan.
Beliau minta tolong kepada Utsman bin Affan, karena dia tau Utsman bin Affan dimuliakan oleh Rasulullah shalallahu wasallam.
Maka kemudian Utsman bin Affan membawa Abdullah bin Sa'at bin Abi Sarah kepada Nabi.

Kata Utsman kepada Rasulullah,
"Ya Rasulullah, datang kepada engkau Abdullah bin Sa'at bin Abi Sarah, berbai'atlah kepada dia."
Nabi tidak mau berikan tangannya, Nabi lihat dia lalu Nabi tundukkan pandangan.
Sampai 3x Utsman berkata kepada Rasul untuk membait Abdullah bin Sa'at bin Abi Sarah, baru Rasulullah membai'at dia dan dia masuk Islam kembali.
Ketika selesai itu Nabi berkata, 
"kenapa tadi ketika saya tidak mau membai'at kenapa tidak salah seorang dari kalian yang faham kemudian membunuh dia."
Kata para sahabat,
"Kami tidak tahu apa yang ada dalam hatimu ya Rasulullah, coba kalau kau kasih isyarat agar kami bunuh dia dengan isyarat matamu."
Kata Nabi,
"Tidak pantas bagi seorang Nabi untuk isyarat mata."

Intinya akhirnya orang ini dengan syafaat Utsman di terima oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam untuk kembali berbai'at kepada Nabi, padahal Nabi sudah vonis untuk di bunuh. Akhirnya dia masuk Islam dan bagus Islamnya.
Di zaman Umar dia di pakai untuk mengurus kenegaraan dan juga di zaman Utsman.
Bagaimana Utsman memberi syafaat yang di terima oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

7). Dalam perang Tabuk.
Perang Tabuk di sebut juga Ghozwatul Usrah atau perang yang sulit/berat.

Kenapa di sebut perang yang sulit, 
- Karena terjadi dimusim yang panas dan sangat panas.
- Ketika itu kaum muslimin dalam kondisi yang miskin dan sulit.
- Sementara kaum muslim yang dihadapi sangat berat, yaitu Romawi, dan harus menempuh perjalanan 750/800 km.

Maka ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam melihat para sahabat yang tidak punya apa2, Nabi shalallahu 'alaihi wasallam memberi motivasi kepada para sahabat untuk kembantu pasukan perang.

◆ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 مَنْ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ فَلَهُ الْجَنَّةُ

"Barangsiapa menyiapkan pasukan ‘Usrah, maka baginya surga".

Ketika Utsman mendengar hal tersebut apa yang di lakukan Utsman,
- Menyumbangkan 940 ekor Onta dan 60 kuda.
- Mengeluarkan uang 1000 dinar (4,250 kg emas).

Maka Nabi mengatakan, 
"Apapun yang dilakukan Utsman setelah hari ini maka tidak akan memudhorotkannya."

Akhirnya pasukan perang berangkat menempuh jarak 750 km lebih, perjalan sangat berat, jauh dan menanjak, pergi ke negeri Syam.
Sampai di sana Heroklius mendengar kedatangan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kemudian mereka kabur, mereka tidak jadi perang.
Akhirnya pasukan pulang.

7️⃣ Utsman sangat pemalu.

◆ Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu'anha

"Suatu kali ayahandanya Abu Bakar ash-Shiddiq meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
Saat itu, Nabi sedang berbaring. Demi menyambut Abu Bakar, beliau shalallahu 'alaihi wasallam pun menjawab salamnya. Posisi beliau tetap di atas tempat tidur, tetapi bagian gamisnya sedikit terangkat, sehingga menampakkan sebagian betisnya.
Usai berbincang-bincang, Abu Bakar pun pamit. 

Tak lama kemudian, Umar bin Khattab minta izin untuk menemui Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, Umar pun ikut pamit pergi dari rumah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

Setelah itu, kini giliran Utsman bin Affan yang ingin bertemu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Setelah memberi izin, Aisyah memerhatikan suaminya itu kini mengubah posisi duduknya, sehingga betisnya yang tadinya tersingkap, menjadi tertutup.

"Wahai Rasulullah, engkau tidak bersiap begitu bagi kedatangan ayahku (Abu Bakar) dan Umar," tanya Aisyah.

"Utsman merupakan seseorang yang pemalu. Bila dia masuk, sedangkan aku masih berbaring, pasti dia malu untuk masuk dan akan cepat-cepat pulang, padahal belum dia menyelesaikan keperluannya. Wahai, Aisyah, tidakkah aku patut malu kepada seseorang yang dimalui (disegani) oleh para malaikat?" jelas Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.

Dan ini sifat yang mulia kata Rasulullah shalallahu'alaib wasallam.
"Rasa malu adalah bagian dari keimanan."

Oleh karena Utsman memiliki sifat malu dan ini mengantarkan kepada Akhlak yang mulia.

◆ Kata para Ulama,
"Rasa malu yang baik itu adalah anugerah dari Allah yang mengantarkan seseorang untuk melakukan banyak Akhlak mulia."

》 Akhlak mulia kepada Allah, dia malu kalau tidak ibadah kepada Allah.
》 Akhlak manusia kepada sesama manusia, malu kalau melakukan hal2 yang tidak baik.
》 Sehingga malu yang benar akan mengantarkan dia berakhlak Mulia kepada Allah dan akhlak mulia kepada manusia.

8️⃣ Malaikat malu kepada Utsman.

Karena Utsman begitu memilik Akhlak yang mulia sampai malaikat malu kepadanya.

◆ Hadist dari Aisyah radhiallahu'anha,
"Tidakkah aku malu pada orang yang malaikat pun malu kepadanya?" 
(HR. Muslim)

Begitu agungnya Utsman bin Affan sampai Malaikat makhluk yang agung yang tidak pernah bermaksiat, malu kepada Utsman.

9️⃣ Utsman dikatakan mati Syahid.

◆ Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahih-nya: 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَعِدَ أُحُدًا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ بِهِمْ فَقَالَ اثْبُتْ أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيقٌ وَشَهِيدَانِ

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendaki Jabal (Gunung) Uhud, diikuti oleh Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman. Lalu gunung Uhud itu bergetar, maka beliau bersabda: “Tenanglah engkau wahai Uhud, karena di atasmu sekarang ada Nabi, Asshiddiq (orang yang jujur, maksudnya Abu Bakar) dan dua orang (yang akan mati) syahid (maksudnya ‘Umar dan ‘Utsman),” 
(HR Bukhari).


📔  SOAL - JAWAB

1️⃣ 1. Satu dari keutamaan Utsman bin Affan pada saat perang Uhud beliau lari artinya tidak ada udzur disana. Apa yang bisa kita ambil hikmahnya dari sana selain Allah memaafkan Utsman.?
2. Syafaat itu bukannya hanya untuk Nabi saja.?
↪️  Jawab :
》Yang pertama, 
Tentunya faedah yang bisa kita ambil bahwasanya, kondisi sangat genting ketika itu, karena mereka sedang berperang membela Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Tiba2 Rasulullah dikabarkan meninggal dunia.
Kita bisa bayangkan kalau kita sedang di posisi mereka, kita sedang memperjuangkan Islam tiba2 tokoh pembawa Islam meninggal. Bagaimana hancurnya hati para sahabat.
Diantara hancurnya hati para sahabat diantaranya Utsman bin Affan, dan itu membuatnya lari, dan itu kesalahan. 
Tapi kemudian Allah memaafkan, dan dalam perang Uhud terjadi beberapa kesalahan, semuanya di maafkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa. Dan itu kesalahan tidak bisa dibenarkan.
Contoh seperti:
- turunnya 40 pasukan dari Jabal Rumat utk mengambil ghonimah. Dan ini kesalahan, tapi Allah mengampuni kesalahan mereka.
- Utsman lari, bukan hanya Utsman, ada sahabat2 yang lain.
★ Allah berfirman QS. Al-Imron ayat 155:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا ۖ وَلَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ ﴿ ١٥٥﴾
"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun." [QS. Al-Imron : 155].
Jadi ini semua salah,
- yang turun dari perang Uhud salah, menyebabkan mereka dan teman2 mereka meninggal, tapi Allah maafkan.
- yang lari juga salah, tapi Allah telah mengampuni mereka.
Ini semua ada hikmahnya, mereka semua yang lari bertobat dan Allah maafkan mereka.
Bahkan stelah kejadian ini Utsman semakin baik, semakin hebat dan semakin dermawan, menunjukan dia benar2 bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta'alaa.
Inilah yang dijadikan alasan bagi para pembenci Utsman sebagai sarana utk mencela Utsman.
》Yang kedua,
Syafa'at di akhirat memang bukan cuma Rasulullah shalallah 'alaihi wasallam, 
- Syafa'atil Anbiya, para Nabi memberi syafaat.
- Syafa'atil Malaikah, Malaikat memberi syafaat.
- Syafa'atil Mukminun, orang2 mukmin memberi syafaat kepada yang lain.
- Setelah semua memberi syafaat, masih ada orang di neraka, sisa Allah Subhanahu wa Ta'alaa yang mengeluarkan mereka dari neraka orang2 yang memiliki iman walaupun sebesar biji dzaroh, tanpa syafaat dari siapapun.
Kita tidak tahu apakah kita bisa memberi syafaat, apa kita masuk surga atau neraka. Tapi seseorang agar bisa memberi syafaat harus menjadi seorang yang sholeh dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'alaa.
Yang memberi syafaat dan yang diberi syafaat harus diijinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa.
Wallahu'alam bishowab.

2️⃣ Apakah Adzan 2x pada hari Jumat yang dilakukan masyarakat Indonesia sudah sesuai dengan Sunnahnya Utsman bin Affan.?
↪️  Jawab :
Utsman bin Affan di zaman khalifah Umar bin Khattab, dia yang berkhotbah, suatu hari Utsman datang terlambat, khotib sedang berkhutbah. Maka ditegur oleh Umar dihadapan umum, karena hubungan mereka yang begitu dekat, dan Utsman tidak tersinggung.
Kemudian beliau membuat 2 Adzan.
- Adzan yang pertama sebelum adzan yang sesungguhnya (sebelum waktu), adzan sudah di kumandangkan di pasar2 agar orang2 yang berdagang siap2. Karena zaman dulu tidak ada jam dan mikrofone.
- Adzan yang ke dua adalah adzan yang sesungguhnya.
Kalau adzan pertama dan kedua jaraknya cuma 5 menit itu kurang pas, tidak sesuai dengan sunnah Utsman.
Oleh karenanya kalau kita mau bikin adzan pertama, kira2 jaraknya setengah jam dengan adzan kedua. Sebagian masjid yang lain di Madinah 1 jam sebelum sholat.
Kalau seandainya diterapkan adzan pertama dan adzan kedua seperti di zaman Utsman maka itu baik.
Dan kita harus tahu apa sih tujuannya Utsman melakukan adzan pertama, Tujuannya untuk memberi peringatan.
Adapun kalau hanya beda 5 menit, tujuan tersebut kurang tercapai.
Wallahu'alam  bishowab.

3️⃣ Terkait dengan yang disampaikan tentang rasa malu, kalau kita malu kepada seseorang karena pangkat dan kedudukannya apakah termasuk akhlak yang mulia.?
↪️  Jawab :
Maku yang baik adalah malu yang mengantarkan seseorang berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan.
Adapun rasa malu tidak pada tempatnya, justru membuat kita semakin jauh dari kebaikan maka ini rasa malu tidak tepat.
Kalau orang punya rasa malu,
- dia malu mendzolimi istrinya,
- malu mendzolimi tetangga,
- malu buang sampah sembarangan.
Ini rasa malu yang bagus.
Tapi kalau rasa malu tidak ada sebabnya dan tidak pada tempatnya maka itu kurang tepat.
Wallahu'alam bishowab.

4️⃣ Terkait dengan kondisi sekarang, pengajaran apa dari sahabat Ustman dari kajian yang tadi disampaikan untuk saat pandemis seperti ini buat kami.?
↪️  Jawab :
Kita lihat tadi Utsman bin Affan radhiallahu'anhu adalah orang yang sangat dermawan dalam kondisi sulit dia tetap dermawan.
Dermawan dimasa sulit tidak sama dengan dermawan dalam kondisi lapang.
★ Allah berfirman dalam QS. Al-Balad ayat 14 :

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَة
ٍ
"atau memberi makan pada hari kelaparan," [QS. Balad : 14]
Kita memberi makan kepada orang secara umum dapat pahala besar, apalagi memberi makan di musim kelaparan maka pahalanya lebih besar.
Di masa pandemik sekarang ini kita tahu banyak orang yang kesulitan, kadang kerabat kita kesulitan. Kita sisihkan untuk mereka.
Apalagi sedekah yang sangat besar pahalanya ketika anda dalam kondisi sehat, kemudian butuh dengan harta, pingin harta banyak dan takut miskin, mengumpulkan harta, ada kekhawatiran, tapi ditengah kekhawatiran tersebut kita masih sisihkan uang untuk orang tua kita, kakak adik, saudara kita, tetangga, sahabat2 kita. Ini saat yang tepat untuk meraih pahala yang besar.
Wallahu'alam bishowab.

5️⃣ Apakah benar bahwa sahabat Utsman bin Affan meninggalkan amal jariah berupa sumur air yang keberadaanya sampai sekarang masih ada.?
↪️  Jawab :
Insyaa Allah akan di bahas dipertemuan berikutnya.
Semoga Allah mudahkan kita untuk perjumpa dipertemuan berikutnya.
Wallahu'alam bishowab.


📔  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~