Ada perasaan yang berbeda ketika melihatnya mengantri. Biasanya yang berderet di depan ATM itu adalah karyawan Astra International berpenampilan rapi, namun sore itu berganti dengan antrian pelajar SD berwajah polos dengan raut muka penasaran. Penuh ragu mereka mencoba memasukan kartu ke mesin ATM, kadang tangan kecilnya gemetaran memencet tombol yang bagi mereka sungguh asing itu.

Tabungan Dhuafa ini buah manis dengan UPZ PermataBank Syariah, sejak awal 2011 UPZ telah memberikan bantuan dana yang diperuntukan untuk setoran awal dan biaya administratif tabungan, total sudah 600 dhuafa yang merasakan manfaat.

Kami ingin memberi sentuhan beda, mungkin ada yang menganggap “buat apa memberi tabungan, toh jangankan untuk nabung untuk makan saja sulit,” tetapi kami tahu, mereka tidak pernah menabung bukan karena tidak punya uang, tapi lebih disebabkan mereka tidak punya manajemen keuangan yang baik. Di tengah himpitan kesulitan hidup, banyak diantara mereka yang masih merokok, judi atau malah membeli pulsa untuk komunikasi yang kurang perlu.

Sedikit demi sedikit kami menanamkan perencanaan keuangan keluarga, kami kenalkan prioritas-prioritas primer dalam membelanjakan penghasilan. Kami sampaikan bahwa membayar SPP sekolah anak lebih penting dari merokok. Solusinya, ya kurangi rokok, sisihkan penghasilan untuk tabungan di awal, bukan menabung dari sisa belanja harian.

Tentu proses ini membutuhkan waktu lama, untuk itu kami mencoba konsisten melalui program pendampingan. Secara rutin, Lazis menggelar Program Bimbingan Belajar Qur’an (BBQ), dimana kami berinteraksi dengan penerima dan orang tuanya. Lazis juga mempunyai duta-duta lapangan, mereka adalah pendamping local yang tinggal disekitar penerima beasiswa sebagai pendamping.

Lebih dari satu semester program ini berjalan, sudah terlihat hal yang menggembirakan. Contohnya, banyak saldo tersisa di rekening tabungan mereka, malah ada yang saldonya masih utuh, mereka berdalih, sengaja tidak di utak-atik tabungan untuk persiapan meneruskan sekolah. (GGM | 2013)