💫💦  NGAJI DARI RUMAH - MASJID ASTRA  💦💫


🕌 Kajian Online Interaktif Untuk Ikhwan & Akhwat
🗓️ RABU, 11 Agustus 2021 / 2 Muharram 1443
🕣 19.30 WIB - Selesai

👤 Pemateri :
Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., MA. حفظه لله تعالى
📖 "Kitab Sual wa Jawab fi Ahammil Muhimmat"
Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di.

- Chapter 4 -


💫  TANYA JAWAB PRINSIP ISLAM  💫


☆  PERTANYAAN  🔟
Apa hukum perbuatan-perbuatan hamba.?

@ Maksud pertanyaan ini adalah:
Apa kedudukan status dari perbuatan-perbuatan hamba.?

Pertanyaan ini berkaitan dengan Aqidah, bukan pertanyaan yang berkaitan dengan Fiqih atau Ushul Fiqih.
- Apakah perbuatan ini ciptaan Allah.?
- Ataukah kita yang menciptakan sendiri.?

☆  JAWAB :
Perbuatan-perbuatan hamba semuanya baik itu berkaitan dengan ketaatan maupun berkaitan dengan kemaksiatan, semuanya masuk dalam ciptaan Allah, masuk dalam ketentuan dan takdir Allah.

📍 Allah memiliki nama Al-Khaliq Maha Menciptakan segala sesuatu.
Dan Allah namai dirinya dengan nama itu dibanyak ayat didalam Alquran.

📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hashr ayat 24:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
{QS. Al-Hashr/59 : 24}

Allah menciptakan semua yang ada dilangit dan di bumi, begitu pula Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan perbuatan makhluk itu.
Karena itu bagian dari makhluk itu sendiri.

Allah menciptakan Makhluk dan Allah menciptakan perbuatan.
- Baik yang diperbuat itu merupakan keta'atan.
- Maupun yang diperbuat itu adalah kemaksiatan.
Semuanya Allah yang menciptakan.

⚡ Banyak sekali dalil dari ayat-ayat Alquran yang menunjukkan akan hal ini.

📖 Allah Ta'ala berfirman:

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu."
{QS. Az-Zumar/39 : 62}


هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ

"Adakah pencipta selain Allah."
{QS. Fatir/35 : 3}


هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dialah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
{QS. At-Taghabun/64 : 2}

Allah yang menciptakan manusia dan Allah yang menciptakan perbuatan, baik perbuatannya itu kekufuran atau keimanan, baik perbuatan itu ketaatan maupun kemaksiatan.
Tetapi manusialah yang melakukan perbuatan-perbuatan itu karena kehendak dan keinginannya, Allah tidak memaksa manusia untuk melakukan itu.
Manusia yang memilih dan berkehendak atas kekuatanii fisik mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan itu, memang perbuatan-perbuatan itu muncul dari hamba sendiri, merekalah yang kelak akan mendapatkan pahala dan merekapun akan mendapatkan dosa dari perbuatan.

Kita beriman terhadap semua nash-nash dan dalil-dalil yang disebutkan didalam ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits yang sangat jelas, yang menunjukkan bahwa ciptaan dan kekuasaan Allah itu mencakup segala sesuatu.
Baik itu berkaitan dengan fisik yaitu tubuh dari manusia itu sendiri, sifat-sifatnya dan perbuatannya, semua itu Allah yang menciptakan.

Kalau Allah menciptakan fisik berarti sifat-sifat yang ada pada diri orang tersebut Allah juga yang ciptakan.
Tetapi yang melakukan perbuatan itu ya si Fulan, yang mengucapkan kata-kata ya si Fulan karena pilihan dia.

Sebagaimana kita beriman terhadap Nash-nash Alquran dan Hadits yang menunjukkan bahwasanya hamba-hamba inilah yang melakukan perbuatan itu dengan nyata. Baik itu ketaatan maupun keburukan, merekalah yang memilih perbuatan-perbuatan itu, Allah yang menciptakan kemampuan dan keinginan mereka.
Itulah yang menjadi sebab munculnya perbuatan-perbuatan dan ucapan-ucapan mereka.

Allah sudah menjelaskan kepada manusia jalan kebaikan dan jalan keburukan.
Lalu manusia yang memilih jalan kebaikan adalah mereka yang belajar dan mempelajari ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
Lalu si fulan yang memilih jalan keburukan karena kejahilan dia, kedzaliman dia, dan dia memilihnya dengan kesadaran.

Inilah yang diyakini oleh Ahlul Sunnah wal Jamaah bahwa perbuatan kita adalah ciptaan Allah, tapi kita yang berbuat dan memilih dengan kesadaran dan kekuatan kita.

📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Lail ayat 5-10;

فَاَمَّا مَنۡ اَعۡطٰى وَاتَّقٰىۙ‏

5. Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

وَصَدَّقَ بِالۡحُسۡنٰىۙ‏

6. dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلۡيُسۡرٰىؕ

7. maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan),

وَاَمَّا مَنۡۢ بَخِلَ وَاسۡتَغۡنٰىۙ

8. dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),

وَكَذَّبَ بِالۡحُسۡنٰىۙ

9. serta mendustakan (pahala) yang terbaik,

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلۡعُسۡرٰىؕ

10. maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan),"
{QS. Al-Lail/92 : 5 - 10}

Maka hendaklah senantiasa kita membaca;
📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Fatihah ayat 6-7;

اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus

صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
{QS. Al-Fatihah/1 : 6 - 7}


☆  PERTANYAAN  1️⃣1️⃣
Apa itu syirik dan apa macam-macamnya.?

☆  JAWAB
🔹 Syirik adalah sekutu.
Syirik itu ada dua macam:
1)  Syirik dalam hal Rububiyyah Allah.
Yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah memiliki sekutu dalam menciptakan sebagian-sebagian makhluk atau mengatur makhlaknya.

Makanya dalam Muamalah ada yang namanya syirkah yaitu bersekutu dalam dagang.
Seorang hamba menjadikan selain Allah Subhanahu wa Ta'ala dijadikan sekutu yang setara dengan Allah.

▪️ Ini bentuknya bisa dalam hal Rububiyyah berarti;
"Seseorang meyakini ada makhluk lain yang sama dan setara dengan Allah dalam hal penciptaan, pengaturan dan kekuasaan."

Berarti meyakini bahwa ada makhluk lain yang bisa mengatur manusia, mungkin kalau ditanya siapa yang menciptakan, semua akan mengatakan Allah.
Tapi pengaturan, nasib dan kalau bicara masalah nasib disinilah banyak syirik-syirik itu terjadi dimasyarakat.
- Meyakini si fulan mampu merubah nasibnya, rezekinya.
- Meyakiki benda-benda mampu merubah nasibnya.
- Arah dari rumah diyakini mempengaruhi nasibnya.
- Waktupun diyakini bisa memberikan pengaruh yang positif atau yang negatif terhadap dirinya.
- Mencari ramalan-ramalan atau zodiak-zodiak.
- Keris-keris diyakini mampu merubah nasibnya dan mendatangkan kebaikan.
- Mau menikah mencari tanggal baik pergi ke orang bahlul cari perhitungan hari baik.

2)  Syirik dalam hal ibadah, kepatuhan, ketaatan.
▪️ Ada dua macam;
1. Syirik Besar.
2  Syirik Kecil.

▪️ Penjelasan:
(1)  Syirik Besar.
Adalah seorang hamba memalingkan salah satu bentuk ibadah kepada selain Allah.

@ Contoh :
Si fulan berdoa kepada selain Allah, ramai-ramai datang kekuburan dan akhirnya kuburan menjadi situs budaya meminta-minta dan mencari berkah.

Yang menjadi syirik besar adalah ketika mereka jelas-jelas meminta-minta kepada kuburan, atau dia berharap kebaikan, atau takut akan sesuatu berlindung kepadanya.
Kalau ini dilakukan itu akan menjadikan dia keluar dari agama dan pelakunya kekal dineraka, karena dia meminta, berharap dan takut kepada selain Allah.

(2)  Syirik Kecil.
Yaitu sarana-sarana yang menjerumuskan kepada syirik besar jika tidak sampai kepada ibadah kepada selain Allah.

@ Contoh :
- Sumpah kepada selain Allah.
- Riya, niatnya karena Allah tapi ingin dipuji orang.
- Ucapan-ucapan "andai semalam tidak ada satpam pasti akan terjadi pencurian."
Berada ada penyandaran kepada selain Allah yaitu satpam.
- Ucapan lain "kalau bukan karena dokter entah apa yang akan terjadi."

Jadi kewajiban kita adalah belajar agar kita punya keimanan kepada Allah agar kita meyakini bahwa semua yang ada dialam semesta ini Allah yang menciptakan, mengatur san berkuasa.
Manusia tidak punya kekuatan apapun untuk mengatur dan memberi, maka jangan berbuat syirik dan jangan meyakini adanya makhluk lain yang mengatur dan memberikan rezeki kepada kita.
Ini adalah kemusyrikan yang sangat berat.

Semoga Allah jauhkan kita dari segala kemusyrikan, maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada kita doa yang mulia.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik)

"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu."

Wallahu Ta'ala 'alam bishowab wabarakallahu fiykum.


💫  SOAL - JAWAB  💫


1️⃣  SOAL :
Batas mana kita tahu bahwa apa yang kita kerjakan itu pilihan takdir Allah, atau nafsu kita atau ada campur tangan setan.?

➡️  JAWAB :
Ketika dimudahkan oleh Allah untuk menjalankan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang, berarti dia berjalan dengan apa yang dicintai oleh Allah.
Semua pijakannya adalah ilmu.

Ilmu itu adalah cahaya yang Allah tanamkan dihati manusia, jika dia memiliki itu maka dia dikehendaki oleh Allah untuk berjalan diatas kebenaran, dan jika dijalankan berarti Allah mencintai dia.
Itulah batasannya.

Tapi kalau si fulan tahu ini adalah perbuatan haram, tapi dia tetap melaksanakannya berarti itulah kehendak Allah terhadap dirinya. Dia memilih yang haram artinya Allah ciptakan dia untuk memilih itu, dan Allah mudahkan dia untuk menuju yang haram.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiykum.


2️⃣  SOAL ;
Bagaimana cara menghapus kesengsaraan atau ketidakadilan orang tua dalam mendidik saya diwaktu kecil.?
Berjalannya waktu saya memaafkan itu semua, tapi itu semua terekam dalam alam bawah sadar, jadi saat ini saya jadi orang tua kadang melakukan kesalahan seperti yang orang tua saya lakukan dahulu Ustadz.
Bagaimana cara menterapi ini, memutus jalan yang kurang tepat, arti secara teori tau itu salah, tapi terdakang relflex melakukan kesalahan yang sama.!

➡️  JAWAB :
Ada kontradiksi dari pertanyaan ini.
1. Satu sisi dia jengkel sama orang tua atas perlakuan dirinya, akhirnya dia sendiri melakukannya.

📚 Rasulullah shalallu 'alaihi wasallam, bersabda.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،

"Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami."

Ya fulan, anda mengatakan karena perlakuan orang tua, itu adalah kedurhakaan, apapun dan siapapun.
Ummu Habibah radhiallahu 'anha (Romlah) istri Rasulullah shalalahi 'alaihi wasallam, adalah putri dari Abu Sufyan yang merupakan otak dari semua peperangan dan bermusuhan dengan Rasulullah, tetap menyambut ayahnya ketika ayahnya datang kerumahnya.
Apapun yang terjadi sama orang tua kita, mereka tetap kedua orang tuamu, dan wajib untuk kita tetap berbuat baik, hilangkan kebencian-kebencian.
Kebencian anda akhirnya melahirkan keburukan pada diri anda, dan sekarang Alhamdulillah anda sadar bahwa apa yang anda perbuat adalah sebuah keburukan.

2. Kalau anda sadar itu adalah sebuah keburukan, maka tinggalkan perilaku-perilaku buruk pada diri anda, dan jihadlah melawan hawa nafsu, berdoa.
Kalau orang tua anda masih hidup minta maaflah kepada keduanya, dan minta maaf kepada anak-anak anda yang telah anda perlakukan tidak benar.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiykum.


3️⃣  SOAL :
Sering terbersit pertanyaan dalam diri saya mengenai perbuatam dan Dzat Allah dan membuat saya takut pertanyaan ini menjatuhkan saya kedalam kekafiran, mohon nasehatnya Ustadz apa yang harus saya lakukan agar pertanyaan tersebut hilang.?

➡️  JAWAB :
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pernah mengatakan;
"Kalau setan membisikin anda, siapa yang menciptakan kamu, siapa Allah, lalu sampai pada tingkatan siapa yang menciptakan Allah.?
Maka berlindunglah kamu kepada Allah karena setan berusaha menjadikan diri kita ini keluar dari Islam."

Buang bisikan-bisikan itu, hilangkan lamunan-lamunan anda, tinggalkan kesendirin anda dan berlindunglah kepada Allah.

Bacalah doa berlindung kepada Allah;

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

(A’UUDZU BILLAHIS SAMII’IL ‘ALIIM MINAS SYAITHAANIR RAJIIM MIN HAMZIHII WANAFKHIHI WA NAFTSIHI)

“Aku berlindung kepada Allah, Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari goda’an syaitan yang terkutuk, dari kegilaannya, dari kesombongannya dan syairnya yang tercela”
[HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi]

Ambil air wudhu, buang fikiran-fikiran itu, kewajiban kita beriman kepada Allah, beriman kepada nama-nama Allah, sifat-sifat Allah sebagaimana yang sudah Allah ceritakan didalam Alquran dan disabdakan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, selain dari itu tinggalkan.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiykum.


4️⃣  SOAL :
Apabila telah melakukan syirik ibadah, apa yang harus dilakukan untuk bertobat.?

➡️  JAWAB :
Dahulu para sahabat sebelum masuk Islam mereka berada didalam syirik, tetapi setelah mereka beriman kepada Allah dan beriman kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, mereka menjadi hamba-hamba Allah yang mulia.

📚 Hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam;

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  يَقُوْلُ :  قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً  

Dari Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
"Allah Azza wa Jalla berfirman;
‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.'
'Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.'
Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”
[HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

@ Artinya apa;
Doa, tobat dan istighfar, berharap kepada Allah akan menjadikan dosa kita semua diampuni, sebesar apapun.

📖 Allah Ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)."
{QS. AT-Tahrim/66 : 8}

@ Sebuah cerita;
Ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah, seorang musyrik masuk Islam.
Sahabat ini pandai menulis, karena dia pandai menulis maka Rasulullah angkat dia sebagai tim penulis wahyu.
Ketika Jibril datang, dia menulis ayat lalu Jibril berhenti dalam bacaan ayat, lalu dia berusaha untuk menyambung.
Ternyata yang dia ucapkan itu sama dengan ayat yang akan dibacakan oleh Jibril, disitu setan masuk bahwa Jibril turun bersama dirinya bukan bersama Muhammad, akhirnya dia murtad dan balik ke Mekah.

Setelah beberapa lama Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah ini datang kerumah sepupunya yaitu Utsman bin Affan dan menyadari bahwa itu bisikan setan dan dia tobat, dan akhirnya dia masuk Islam lagi.
Diajaklah oleh Utsman menemui Rasulullah kerumahnya, Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah mengatakan bahwa dia malu bertemu dengan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, sampaikan salamku kepada beliau.

Lalu Utsman bertemu dengan Rasulullah dan mengatakan;
"Wahai Rasulullah, Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah masuk Islam kembali dan menitipkan salam kepadamu, dia malu untuk bertemu denganmu."
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tahu dan tersenyum, beliau berkata;
"Sampaikan kepada Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah bahwa Allah sudah mengampuni semuanya."

Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah adalah sahabat yang ikut menaklukan Palestina dan Afrika bersama Amr bin Ash, dan beliau yang menjadi komandan setelah Amr bin Ash wafat.

Ya Akhi jangan berkecil hati dan jangan berprasangka buruk kepada Allah.
Berdoalah bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa anda dan bertobatlah dengan tobatan nasuha, tinggalkan syirik-syirik kecil, tinggalkan teman-teman dan lingkungan yang buruk, tinggalkan majelis-majelis taklim yang mengajak kesyirikan.
Mulailah belajar Tauhid, carilah teman-teman yang bertauhid kepada Allah dan yang menjalankan sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, yakinlah bahwa Allah akan mengampuni.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk."


5️⃣  SOAL :
Ada satu kaidah yang mengatakan,
"Kalau ibadah karena ingin dilihat itu adalah perbuatan riya, tetapi kalau tidak jadi beribadah karena tidak ingin dilihat adalah perbuatan syirik."
Bagaimana menurut Ustadz.?

➡️  JAWAB :
Itu adalah ucapan seorang Ulama Salafus Shaleh.
Ustadz mencoba menjelaskan ucapan ulama salaf sehingga kita bisa mengamalkan.

Berbuat karena orang itu Riya, jelas iya.
Apa yang dimaksud karena orang.?
Para Ulama mengatakan;
"Jika ada sedikit rasa bangga ketika orang memuji anda, nah ini berarti riya, apalagi kalau berbuat karena ingin dipuji orang."

Riya adalah syirik kecil, meninggalkan perbuatan karena orang juga syirik kecil.
@ Contoh :
Tidak mau melakukan sholat berjamaah dimasjid karena takut dipuji orang, memilih untuk sholat dirumah saja.

Berarti dia tidak mau melakukan sholat berjamaah yang wajib (menurut pendapat yang kuat), karena takut dipuji orang.
Berarti dia meninggalkan suatu kewajiban karena takut dipuji berarti syirik.

Jadi dua-duanya, meninggalkan perbuatan karena orang dan melakukan perbuatan karena orang, keduanya termasuk syirik kecil.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk


✍️ TIM KAJIAN ONLINE MASJID ASTRA