💫💦  NGAJI DARI RUMAH - MASJID ASTRA  💦💫


🕌 Kajian Online Interaktif Untuk Ikhwan & Akhwat
🗓️ RABU, 4 Agustus 2021 / 25 Dzulhijjah 1442
🕣 19.30 WIB - Selesai

👤 Pemateri :
Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., MA. حفظه لله تعالى
📖 "Kitab Sual wa Jawab fi Ahammil Muhimmat"
Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di.

- Chapter 3 -


💫  TANYA JAWAB PRINSIP ISLAM  💫


☆  PERTANYAAN  6️⃣
Bagaimana pandangan kalian terhadap Kalamullah dan terhadap Alquran.?

☆  JAWAB
Pertanyaan ini mengarah kepada dua permasalahan, yaitu yang berkaitan dengan:
1.  Sifat Allah Al-Kalam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat Al-Kalam atau tidak.?
2.  Bagaimana dengan Alquran.?

Ini dua hal yang sangat berkaitan dan ini permasalahan prinsip iman, dan ini yang menjadikan seseorang berada di atas Shiratal Mustaqim atau berada dalam jalur kesesatan.

🔹 Alquran itu adalah;
"Ucapan Allah yang telah diturunkan."
- Alquran itu bukan makhluk.
- Alquran itu berasal dari Allah.
- Dan Alquran itu akan kembali kepada Allah.

🔹 Al-Kalam.
Allah memiliki sifat bicara dan Allah memang berbicara dengan sebenarnya.
- Lafaz-lafaznya yaitu Alquran itu berasal dari Allah.
- Makna-maknanya juga dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Dan Allah selalu dan terus selama-lamanya akan berbicara dengan apa yang Allah kehendaki, kapanpun yang Allah kehendaki.
- Pembicaraan dan ucapan Allah tidak akan habis dan tidak ada akhir.

Ini berbicara tentang dua hal tersebut diatas.
Intinya ini berbicara tentang bagian dari beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

@ Dikhususkan tentang bahasan berkaitan dengan Al-Kalam.
- Bahwa sifat Al-Kalam adalah sifat yang menempel pada Dzat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat Al-Kalam.
- Bahwa Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat berbicara dengan huruf-huruf dan dengan makna-maknanya.
- Allah berbicara dengan sebenarnya.
- Allah berbicara dengan apa yang dikehendakinya, kapanpun yang Allah kehendaki, dengan siapapu yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ini adalah sifat-sifat Allah yang telah Allah kabarkan didalam Alquran, dan didalam banyak ayat Allah mengabarkan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat Al-Kalam yaitu Berbicara, dan dengan pembicaraan yang sebenarnya, dengan huruf-huruf, kalimat-kalimat, dan dengan makna.

⚡ Dalil dalam Alquran bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat berbicara diantaranya adalah;

1️⃣  Bahwa Allah berbicara dengan Nabi Adam 'alaihisallam dan istrinya Hawa dalam Surat Al-Araf ayat 22.

📖 Allah Ta'ala berfirman;

وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka:
"Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua.?"
{QS. Al-Araf/7 : 22}

@ Penjelasan:
1.  "Rabb mereka yang menciptakan mereka berdua yaitu Adam dan Hawa, memanggil mereka."
Jadi panggilan itu adalah ucapan atau kalam dengan huruf-huruf dan kalimat-kalimat.

2.  "Tidakkan Aku telah melarang kakian berdua dari pohon itu."
Melarang berarti ada ucapan dan pembicaraan dengan kata-kata.
Berarti ada maknanya, yaitu panggilan dan larangan.

3.  "Dan Aku mengatakan kepada kalian berdua bahwasanya setan itu adalah musuh kalian yang nyata."
Berarti Allah berbicara dengan huruf dan makna.

2️⃣  Bahwasanya didalam Surat Saba ayat 23 juga bercerita, bahwa ketika Allah berbicara dengan wahyu Nya, para kondisi Malaikatpun diceritakan.

📖 Allah Ta'ala berfirman;

وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

"Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa'at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar", dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar."
{QS. Saba/34 : 23}

@ Penjelasan:
Berarti para Malaikat tidak sadarkan diri ketika Allah berbicara.
Dan ketika para Malaikat ini tersadar, para Malaikat mengatakan;
"Apakah yang telah di Firmankan oleh Tuhan mu.?"
Para Malaikat bertanya kepada Malaikat Jibril, karena semua para Malaikat tidak sadarkan diri.
=》 Disinipun para Malaikat mengatakan bahwa Allah memiliki sifat Berbicara.

3️⃣  Diketahui oleh semua kaum Muslimin bahwa Nabi Musa memiliki mujizat yang paling besar yaitu satu-satunya Nabi dan Rasul yang mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Makanya Nabi Musa diberi julukan;
"Kalimullah yang bermakna, Nabi dan Rasul yang diajak berbicara langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala."

Didalam banyak ayat Allah ceritakan tentang Nabi Musa yang diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di Bukit Thursina.

📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 164;

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

"Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung."
{QS. An-Nisa/4 : 164}

Berarti Allah berbicara dengan Nabi Musa dengan huruf-huruf dan disitu ada maknanya.

Dan dijelaskan juga dalam Quran;
- Surat Al-Araf ayat 73-75.
- Surat Thaha ayat 9 kebawah.
- Surat Asy-Syu'ara ayat 10-11.
- Surat An-Naml ayat 7 kebawah.
- Surat Al-Qasas ayat 29 kebawah.
- Dan masih banyak lagi.

4️⃣  Berkaitan dengan akhirat.
Disebutkan dalam banyak ayat bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengajak bicara para Malaikat, Allah akan mengajak bicara para Nabi dan Rasul semuanya di Padang Masyhar.

📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Saba ayat 40;

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَٰؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ

"Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?".
{QS. Saba/34 : 40}

📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 109;

۞ يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

"(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?". Para rasul menjawab: "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib".
{QS. Al-Maidah/5 : 109}

Dan dijelaskan juga dalam Quran;
- Surat An-Naml ayat 83 kebawah.
- Surat Al-Qasas ayat 62.
- Surat Yasin ayat 58.
📖 Allah Ta'ala berfirman;

سَلٰمٌ قَوۡلًا مِّنۡ رَّبٍّ رَّحِيۡمٍ

(Salaamun qawlam mir Rabbir Rahiim)

"Kepada mereka dikatakan), "Salam," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."
{QS. Yasin/36 : 58}


⚡ Adapun dalil dalam Hadits, banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara dengan huruf-huruf dan dengan makna-makna Nya.

📚 Hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, ucapan Nabi Adam kepada Nabi Musa;
"Kamu Musa yang telah diangkat oleh Allah dengan risalah dan Kalam-Nya."
[HR. Bukhari dan Muslim]

📚 Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu;
"Ketika Allah sudah menentukan takdirnya dan keputusannya dilangit, para Malaikat semuanya meletakkan sayap-sayapnya sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah atas ucapannya Allah."
[HR. Shahih Bukhari dan Muslim]

📚 Hadits orang yang mencintai sesama Muslim karena Allah, dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ

"Sesungguhnya apabila Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintai seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril alaihi salam seraya berseru: 'Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia!'
Rasulullah bersabda: 'Akhirnya orang tersebut pun dicintai Jibril.'"
[HR. Shahih Bukhari dan Muslim]

📚 Hadits yang berkaitan dengan hari kiamat, dari Adi bin Hatim;
"Tidak ada satu orangpun melainkan Allah akan mengajak bicara nanti diakhirat dan tidak ada penterjemah bagi dia sama sekali."
[HR. Shahih Bukhari dan Muslim]

📍 Jadi jelas Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat Al-Kalam.
- Kalam yang berarti Ucapan, ucapan Allah yang sebenarnya yang sudah disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits diatas.
- Ucapan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan huruf-huruf dan dengan maknanya.
- Allah berbicara dengan kehendaknya dan keinginannya, dalam kondisi yang dikehendaki, dalam waktu yang dikehendakinya, dengan pembicaraan-pembicaraan yang sebenarnya, dan didengar oleh hamba yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

📍 Adapun Alquran.
- Alquran adalah ucapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Ketika Allah berbicara kepada Jibril, Allah menyampaikan wahyu, hukum-hukum syar'i dengan Malaikat Jibril untuk disampaikan oleh Jibril. Lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.

📍 Berarti Alquran yang ada dihadapan kita ini, Mushaf yang kita baca setiap harinya itu adalah ucapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Dari huruf-hurufnya,
- Susunan kata-katanya,
- Ayat-ayatnya.
Itu adalah semua ucapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

📖 Dalam Quran Surat At-Taubah ayat 6, Allah Ta'ala berfirman;

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ

"Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui."
{QS. At-Taubah/9 : 6}


⚡ Dalil dari ucapan para sahabat bahwa Allah memiliki sifat Al-Kalam dan Alquran adalah Kalamullah.

📚 Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu, beliau pernah mencium Alquran dan mengatakan;
"Ini adalah Kalam Rabb ku.. ini adalah Kalam Rabb ku.."
[HR. Imam Ahmad]

@ Ada dua pelajaran:
1. Menjelaskan bahwa Alquran adalah Kalamullah.
2. Mencium Alquran itu boleh.

📚 Dari Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu;
"Sesungguhnya Alquran itu adalah ucapan Allah, maka tempatkanlah sesuai dengan tempatnya yang layak."
[Imam Ahmad dan Imam Al-Baihaqi]

📚 Dari sahabat yang mulia Khabbab bin Art radhiallahu 'anhu;
"Dekatkanlah diri kalian dengan Allah sesuai dengan kemampuan kalian, sungguh engkau tidak akan bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan sesuai yang lebih dicintai selain dari ucapan Allah yaitu Alquran."

📚 Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu;
"Alquran ini adalah Kalamullah, kalau ada seseorang yang menolak sesuatu dari Nya, sesungguhnya dia menolak dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebaik-baik ucapan adalah Kalamullah."

Dan masih banyak lagi nukilan-nukilan yang mengatakan bahwa Alquran adalah Kalamullah.

Alquran ini turun dari Allah Subahanahu wa Ta'ala kehatimu wahai Muhammad.
📖 Allah Ta'ala berfirman dalam Surat At-Takwir ayat 19-25;

اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ

19. sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),"

ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ

20. yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki 
‘Arsy,"

مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيۡنٍؕ

21. yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya."

وَ مَا صَاحِبُكُمۡ بِمَجۡنُوۡنٍ‌ۚ‏

22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila."

وَلَقَدۡ رَاٰهُ بِالۡاُفُقِ الۡمُبِيۡنِ‌ۚ

23. Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang."

وَمَا هُوَ عَلَى الۡغَيۡبِ بِضَنِيۡنٍ‌ۚ

24. Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib."

وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَيۡطٰنٍ رَّجِيۡمٍ

25. Dan (Al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk."
{QS. At-Takwir/81 : 19-25}

Berarti ketika Alquran itu kita yakini Kalamullah berati Alquran bukan ciptaan Allah, berarti Alquran tidak boleh disamakan dengan kitab-kitab yang lain dan tulisan-tulisan yang lain.

Allah memiliki sifat Al-Kalam dan Alquran adalah Kalamullah.
Ini adalah Aqidah Ahlul Sunnah wal Jamaah yang diyakini oleh kaum Muslimin, siapapun yang tidak meyakini Aqidah ini maka dia tidak berada dijalan yang lurus, berarti dia berada dalam kesesatan.


☆  PERTANYAAN  7️⃣
Apa itu makna Iman secara umum.?
Apakah iman itu fluktuatif, apakah iman itu bisa bertambah dan apakah iman itu bisa berkurang.?

☆  JAWAB
🔹 Iman itu mencakup segala sesuatu, baik berkaitan dengan keyakinan-keyakinan dalam hati, perbuatan-perbuatan hati, perbuatan-perbuatan fisik, ucapan-ucapan lisan. Oleh karena itu semua yang ada didalam Islam baik berkaitan dengan prinsip-prinsip Islam, maupun berkaitan dengan cabang-cabang permasalahan, semuanya itu masuk dalam kategori Iman dan bagian dari Iman."

@ Berarti konsekwensi dari itu semua adalah;
"Bahwa Iman itu bertambah dengan kekuatan Aqidah seseorang, bertambah dengan banyaknya amal shaleh yang dia lakukan, dengan ucapan-ucapan dia yang dipenuhi dengan ucapan-ucapan yang baik.
Dan berkurang iman itu dengan lawan dari itu semua."

Iman itu bukan hanya sesuatu yang ada dalam hati kita saja, tapi iman itu mencakup semua, baik yang ada didalam hati, fisik kita apa yang kita perbuat dengan anggota tubuh kita, maupun apa yang keluar dari mulut kita, semua ini adalah bagian dari iman.

📖 Allah Ta'ala berfirman;

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,"
{QS. Al-Mu'minun/23 : 1]

📚 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;

 فَوَ الَذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِن وَلَدِهِ وَ وَالِدِهِ رواه البخاري

“Demi Dzat yang jiwaku di tanganNya. Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga menjadikan aku lebih ia cintai dari anaknya dan orang tuanya”
[HR. Bukhari]

@ Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah hanyalah orang yang berimana saja.
- Cinta, takut, berharap, tawaqal kepada Allah adalah urusan hati.
- Sholat, zakat, puasa, haji ini semua urusan perbuatan, dijelaskan dalam Quran Surat Al-Mu'minun.
- Mengucapkan tutur kata yang baik.

📚 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahi 'alaihi wasallam bersabda;

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."
[HR. Bukhari dan Muslim]

Ketika keimanan Aqidah seseorang itu kuat berarti Imannya naik dan bertambah, semakin bertambah amal ibadah dan amal shaleh.
Ketika keimanan Aqidah kita menipis maka Iman akan turun, semakin dia meninggalkan kewajiban kepada Allah, semakin bermaksiat kepada Allah.

📚 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, berkata Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam;
"Tidak akan berzina seorang pelacur di waktu berzina, jika ia sedang beriman.Dan tidak akan minum khamar, diwaktu minum, jika ia sedang beriman. Dan pencuri tidak akan mencuri, di waktu mencuri, jika ia sedang beriman."
[HR. An-Nasai]

@ Bagaimana cara menjaga keimanan kita;
- Terus belajar Quran.
- Belajar Hadits.
- Belajar Sirah Nabawiyah.
- Bersungguh-sungguh mengamalkan apa yang sudah kita pelajari.
- Mengamalkan ibadah sesuai dengan tuntunan Quran dan Sunnah.
- Teman dan lingkungan kita.


☆  PERTANYAAN  8️⃣
Apa hukumnya orang fasik dalam Islam.?

☆  JAWAB
Jika ada orang yang beriman dan dia bertauhid (tidak berbuat syirik), tapi satu sisi dia masih bermaksiat kepada Allah, maka dia tetap dikatakan sebagai orang beriman dengan keimanan yang ada pada dirinya.

Tapi satu sisi dia dikatakan sebagai seorang fasik karena meninggalkan kewajiban-kewajiban dari keimanan, berarti imannya berkurang.

Dia berhak untuk mendapatkan janji kebaikan karena keimanan dia, dan dia berhak mendapatkan ancaman adzab karena kemaksiatan-kemaksiatan yang dia lakukan, dan dia tidak akan kekal dineraka kalau dia diadzab.

Keimanan yang mutlak yang umum yang sempurna menghalangi pelakunya dari masuk neraka, adapun iman tang berkurang menjadikan dia tidakbakan kekal dineraka.

⚡ Orang beriman itu ada dua:
1. Iman yang sempurna.
- Iman didalam hatinya utuh.
- Tidak ada virus-virus syirik sama sekali.
- Terlihat dari kewajiban-kewajiban, yaitu mengamalkan apa yang Allah perintahkan, dan menjauhi apa yang Allah larang, baik berkaitan dengan fisik maupun ucapan.
- Dia tidak bermaksiat sama sekali, yaitu meninggalkan perintah dan mengerjakan larangan.
- Masuk surga tanpa hisab atau kelompok kanan yang masuk surga dengan hisab yang ringan.

2. Iman yang berkurang.
- Ada iman dalam hatinya, dia tidak berbuat syirik sama sekali.
- Tapi shalatnya kadang bolong, zakatnya gak dihitung atau zakat sekedarnya.
- Atau dia rajin shalat, zakat, puasa, haji, tapi bisnisnya masih riba, jual belinya masih banyak menipu orang, masih banyak unsur-unsur yang dilarang dalam Islam.
- Ini tergantung kekuatannya, kalau maksiatnya semakin banyak maka imannya semakin berkurang.
- Dia akan mendapat pahala dari keimanan yang ada dalam hatinya, dan dia akan mendapatkan ancaman adzab atas maksiat-maksiat yang dia lakukan.
- Bila tidak bertobat kepada Allah, maka akan di adzab oleh Allah sesuai dengan kemaksiatannya, tapi dineraka tidak akan kekal, sesuai dengan ketentuan Allah, asalkam dia tidak pernah berbuat kesyirikan.

⚡ Menunjukkan kepada kita bahwa;
- Orang yang bertauhid kepada Allah dan memilik iman dia tidak akan kekal didalam neraka.
- Orang yang beriman akan mendapat syafaat dan pertolongan dari Allah subhanahu wa Ta'ala untuk dikeluarkan dan diselamatkan dari adzab neraka, dan dimasukkan kedalam surga.
- Yang kekal dineraka adalah orang kafir dan orang yang berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


☆  PERTANYAAN  9️⃣
Ada berapa tingkatan orang yang beriman.?

☆  JAWAB
🔹 Orang beriman ada tiga tingkatan;
1️⃣  Golongan As-Sabiquna Al-Muqarrabun.
Yaitu orang-orang yang sangat dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan masuk surga tanpa hisab.

📖 Allah Ta'ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ  
أُولئِكَ الْمُقَرَّبُونَ 

"dan orang-orang yang paling dahulu beriman,
merekalah yang paling dahulu masuk surga. Mereka itulah orang yang dekat kepada Allah."
{QS. Al-Waqiah/56 : 10-11}

⚡ Merekalah Orang-orang yang berlomba-lomba dalam;
- Melakukan kebaikan.
- Melakukan yang wajib.
- Melakukan yang sunnah.
- Meninggalkan yang haram.
- Meninggalkan yang makruh.

2️⃣  Golongan Al-Muqtasibun, kelompok yang disebut dengan Ashabul Yamin.
Yaitu kelompok yang ada disebelah kanan Arsh Allah.
- Mereka masih ada kekurangan, yang sunnah masih suka ditinggalkan.
- Yang haram sudah pasti mereka tinggalkan, tapi yang makruh masih suka dikerjakan.
- Masih ada unsur menyia-nyiakan perintah Allah dan melaksanakan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya.
- Hisabnya ringan.

3️⃣  Golongan Orang yang dzalim yang disebut dengan kelompok kiri Arsh Allah.
1)  Bisa jadi dia orang yang beriman yang didominasi hidupnya dengan kemaksiatan.
Mereka masuk neraka tapi tidak kekal.
2)  Bisa jadi dia berbuat syirik atau orang kafir yang akan kekal di neraka.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Wallahu Ta'ala 'alam wabarakallahu fiykum.


💫  SOAL - JAWAB  💫


1️⃣  SOAL :
Bagaimana hukum Alquran diletakkan dilantai.?

➡️  JAWAB :
Kita tahu Alquran adalah Kalamullah, ucapan Allah huruf-hurufnya, berarti susunan ayat-ayatnya dan maknanya.
Tapi kalau kertasnya dan covernya itu buatan manusia dan pabrik, kalau dibaca suaranya ya suara kita.
Tapi huruf-hurufnya dan susunan kata yang berbentuk ayat-ayat Nya dan makna yang terkandung didalamnya itu adalah Kalamullah.

Lalu Kalamullah ini kita geletakin dilantai, apa iya kita sopan dan pantas sebagai orang yang beriman sama Allah.?
Tentu ini bukan adab, ada unsur ketidak sopanan terhadap Kalamullah.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk.


2️⃣  SOAL :
Kadang terbersit rasa malu didalam hati dan terasa lekat bahwa saya adalah pendosa dan terus khilaf dengan amalan dosa, sehingga ada keengganan karena rasa malu tersebut ketika akan beribadah dan akan memperbaiki diri. Mohon nasehatnya Ustad.!

➡️  JAWAB :
Perasaan diri bahwa kita telah banyak berbuat dosa adalah perasaan positif.
Justru dengan itulah kita bisa termotivasi untuk melakukan ketaatan kepada Allah, termotivasi untuk bertobat, termotivasi untuk terus berlomba-lomba melakukan ketaatan kepada Allah.
Jadi perasaan kita pendosa harus didukung dengan positif, didukung dengan bagaimana cara memperbaiki diri.
Maka anda akan menjadi manusia yang istimewa dihadapan Allah.

Tapi kalau perasaan dia berdosa justru malah lahir pada dirinya menyia-nyiakan perintah Allah, maka justru menjadikan dia semakin berdosa.
Setan muncul dalam diri kita bahwa saya ini pendosa, setan tidak akan membiarkan hamba Allah bertobat dan kembali kejalan yang lurus.
Jadi dikemas sedemikian rupa oleh setan agar kita terjebak dalam perasaan ketakutan bahwa kita pendosa tapi kita tidak berbuat apa-apa untuk menutupi kesalahan kita, itu yang dilakukan oleh setan.
Berarti dia masih berada dalam lobang-lobang kemaksiatan.

Hati-hati perasaan seperti itu, buang perasaan seperti itu.
Justru yang harus dimunculkan ketika berbuat dosa, kalau terus-terusan berbuat dosa akan masuk neraka.
Saya harus bertobat dan berubah menjadi manusia yang hebat, saya harus Istighfar, harus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Malulah kepada Allah yang memberikan kenikmatan, kebaikan dan pahala, dan yang memberikan adzab.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk.


3️⃣  SOAL :
Terkait dengan mencintai sesama muslim adalah sebagai saudara, kadang niat sudah baik dengan niat tersebut. Namun pada kasus masalah hutang kadang sangat sulit diaplikasikannya Ustadz.
Niat awaoan adalah menolong sesama muslim agar mendapat pahala dari Allah, tapi giliran tiba waktu bayar mereka yang berhutang lebih banyak bersikap munkar, cuek dan kadang lebih galak dari yang meminjamkan uang. Mohon nasehatnya Ustadz.!

➡️  JAWAB :
⚡Prinsipnya;
1.  Dimuka bumi ini tidak ada manusia yang bersih dan suci, walaupun dia berjenggot dan celana cingkrang.

2.  Imam Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan;
"Meninggalkan yang haram itu lebih berat dari pada melaksanakan ketaatan."

Jadi berat sekali memang itu melakukan hal itu dan ini pelajaran juga buat kita.
Artinya kita dituntut untuk konsisten dalam segala hal.
Baik dalam masalah ibadah maupun masalah muamalah sesama manusia.

3.  Kalau kita menghadapi orang seperti ini, ya itu tadi tidak ada manusia yang suci, teman kita khilaf untuk urusan duit, dan kadang kita tidak sabar melihat orang yang seperti ini.
Padahal tuntunan dalam syariat Islam berkaitan dengan hutang piutang ini jelas.

📚 Dari Abu Hurairah Radhiaallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;

مَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

"Barangsiapa memudahkan urusan orang yang kesulitan dalam masalah hutang, maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya dari kesulitan di dunia dan akhirat."
[HR. Muslim]

Jadi kalau ada saudaranya memakai senjata, "Afwan ya akhi.. afwan ya akhi.."
Maka seharusnya, kalau kita benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul Nya, memahami hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, melihat temen kita seperti itu, seharusnya ada unsur bangga.

Kenapa bangga.?
Karena ini kunci bahwa Allah yang akan bayar hutang saya.
"Allah akan mudahkan urusan saya didunia dan diakhirat."
Masyaa Allah.
Maka kasih kelonggaran waktu.

4.  Husnudzon kepada saudaramu, mungkin dia lagi dalam kondisi pandemik, dalam kondisi kesulitan keuangan.
Dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memudahkan urusan kita dengan kita memudahkan urusan saudara kita.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk.


4️⃣  SOAL :
Kenapa saat kita sedang berdoa untuk meminta dilindungi dari satu hal, justru dihari itu kita di uji dengan hal yang kita meminta untuk perlindungan, misalnya tentang kesabaran. Sehingga timbul difikiran kita sudah berdoa dan berusaha untuk taat dengan menambah ibadah, namun malah di uji dengan hal yang kita tidak ingin temui.!

➡️  JAWAB :
Mainset kita nonton iklan di TV, minum obat baru sampe dilidah langsung sembuh.
Kemudian kita sering nonton sinetron, doa langsung dikabulkan.
Apakah itu mustahil.? tidak..!

Dulu ada sahabat yang tersohor dengan doanya yang mustajab yaitu Sa'ad bin Abi Waqqash, Anas bin Malik, dan beberapa sahabat yang lain.

"Doalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doanya akan diijabah dan mengabulkan doa kita."

⚡ Bisa jadi Allah mengabulkan doa kita:
1.  Apa yang kita minta langsung dikasih.

2.  Apa yang kita minta tidak langsung dikasih tapi kita diberi kemudahan untuk mendapatkan yang lain.

@ Contoh:
Si fulan sakit stroke, berdoa agar disembuhkan dari stroke, tapi kenyataannya gak sembuh-sembuh. Tapi walau stroke Allah jadikan dia tetap bisa datang ke masjid untuk shalat berjamaah.
Berarti Allah kabulkan dengan dimudahkan oleh Allah untuk melakukan ibadah.
Bisa jadi Allah kasih kemudahan rezeki agar bisa berobat kemana-mana.

3.  Allah jauhkan dia dari keburukan.
@ Contoh:
Si Fulan sakit stroke dan minta disembuhkan dari stokenya, ternyata gak sembuh-sembuh.
Tapi Allah jauhkan dia dari keburukan, tidak muncul penyakit-penyakit yang lain.

@ Contoh lain:
Si Fulan hari ini berdagang, berdoa agar dagangannya hari ini laku, tetapi kenyataannya dalam perjalan Allah berikan dia banyak keselamatan, terhindar dari lobang, diselamatkan dari kecelakaan.
Doanya dikabulkan.

Intinya kita harus yakin bahwa doa kita akan di kabulkan oleh Allah, hanya kita tidak tahu kapan Allah mengabulkan, dan kita tidak tahu secara pasti bagaimana Allah mengabulkan.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk.


5️⃣  SOAL :
Dalam Surat An-Nur ayat 26 disebutkan,
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji juga, begitupun sebaliknya."
Jila ayatnya berbunyi demikian, mengapa Asiah dapat suami seperti Fir'aun dan Nabi Nuh dapat istri yang kufur. Mohon pencerahannya Ustadz.!

➡️  JAWAB :
Orang baik akan dapat orang baik, itu sudah pasti, tapi kenapa Nabi Nuh atau Nabi Luth dapat istri yang kufur, kemudian Asiah dapat Fir'aun.?
1. Ini ketentuan dan takdir Allah untuk dia.
2. Ini adalah kebaikan buat dia.

Allah menentukan kebaikan bagi dia dengan cara yang demikian, karena kita tidak tahu dengan cara apa Allah memberikan kebaikan.
- Nabi Yusuf 'alaihisallam bagaimana Allah memberikan kebaikan kepada Nabi Yusuf, dengan berbagai macam rintangan dan cobaan dengan bertahun-tahun yang diberikan kepada Yusuf.
- Asiah, Allah berikan kemuliaan dengan cara yang seperti itu.

Bisa jadi Allah menjadikan suami dan istri sama-sama baik, itu adalah kebaikan yang Allah berikan buat dia, dan bisa jadi Allah tentukan dengan takdirnya bahwa dia alan menikah dengan laki-laki yang dimata kita mungkin buruk tapi dimata Allah itu adalah kebaikan
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk.


✍️ TIM KAJIAN ONLINE MASJID ASTRA