💫💦  NGAJI DARI RUMAH - MASJID ASTRA  💦💫


🕌 Kajian Online Interaktif Untuk Ikhwan & Akhwat
🗓️ RABU, 28 Juli 2021 / 18 Dzulhijjah 1442
🕣 19.30 WIB - Selesai

👤 Pemateri :
Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., MA. حفظه لله تعالى
📖 "Kitab Sual wa Jawab fi Ahammil Muhimmat"
Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di.

- Chapter 2 -


💫  TANYA JAWAB PRINSIP ISLAM  💫


☆  PERTANYAAN 3️⃣
Apa itu rukun-rukun keimanan kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah.?

☆  JAWAB
🔹 Rukun adalah;
"Bagian-bagian penting yang tidak bisa terpisahkan dari inti sebuah perbuatan.

⚡ Kalau dalam shalat ada syarat ada rukun.
▪️ Syarat adalah bagian luar yang tidak bisa terpisahkan dari perbuatan itu.

@ Seperti wudhu.
Adalah bagian diluar dari sholat, tapi shalat tidak akan sah kalau tanpa wudhu.
Jadi kalau orang wudhu belum tentu shalat tapi kalau orang mau shalat pasti harus ada wudhu.

@ Seperti menutup aurat.
Orang menutup aurat belum tentu mau shalat, tapi orang shalat harus menutup aurat.

▪️ Rukun adalah bagian-bagian yang utama dari perbuatan itu.

@ Rukun shalat.
Bagian utamanya ada berdiri untuk shalat, takbiratul ihram, membaca Alfatihah, Itidal, sujud dan sebagainya.

🔹 Apa itu rukun-rukun keimanan kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatnya.
Ini bagian dari ketauhidan kita kepada Allah.

⚡ Karena ketauhidan kita atau keimanan kita terbagi menjadi tiga bagian.

(1)  Keimanan kepada Rububiyyah Allah.
Yaitu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mencipta, mengatur dan berkuasa kepada alam semesta ini.

(2)  Keimanan kita kepada Uluhiyyah Allah.
Yaitu ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.

(3)  Keimanan kita kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

🔹 Apa itu rukun-rukun atau bagian-bagian penting yang ada didalam keimanan kepada nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala.

⚡ Ada tiga komponen penting yang berkaitan dengan keimanan dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah.

(1)  Beriman terhadap semua nama-nama yang sempurna dalam kebaikannya.

@ Artinya kita beriman; "yaitu membenarkan lalu meyakini."
=》 Pembenaran yang melahirkan keyakinan.

📔 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengatakan;
Kalau iman diartikan dengan yakin itu kurang tepat. Karena keyakinan itu buah dari sebuah pembenaran.
Ketika kita membernarkan sesuatu maka kita akan meyakini.

📔 Imam As-Syafi'i rahimahullah menyimpulkan iman itu dengan ilmu.
Dengan berilmu maka lahirlah pembenaran, dengan pembenaran akan melahirkan buahnya yaitu Al-yakin.

Tanpa ilmu maka tidak akan muncul yang namanya keimanan.
📖 Allah Ta'ala berfirman;

 إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ 

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama."
{QS. Fatir/35 : 28}

Semakin seseorang itu menggali dan belajar maka iman dia akan semakin tumbuh.
Makanya Allah menggandengkan iman dengan ilmu.

📖 Allah Ta'ala berfirman;

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ 

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
{QS. Al-Mujadilah/58 : 11}

Dan orang yang berimanpun digandeng penyebutannya dengan para Malaikat, orang-orang shaleh.
Jika seseorang berilmu maka akan lahir pembenaran dan pembenaran akan melahirkan yakin.

Artinya iman dengan asmaul husna, lalu dia belajar dan membenarkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki nama2 yang sempurna dalam kebaikan.

Al-Husna artinya sempurna dalam kebaikan.
Tidak ada kebaikan diatas kebaikan dari nama-nama Allah.

(2)  Beriman atas kandungan nama-nama Allah.

Bahwa nama-nama Allah mengandung sifat, setiap nama Allah pasti akan mengandung sifat.


(3)  Beriman berkaitan dengan hukum-hukum yang terkandung dalam nama dan sifat Allah.

@ Contoh :
📍 Kita beriman bahwa Allah memiliki nama Al-Alim jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya Maha Mengetahui.
- Maha sempurna dalam pengetahuannya dan ilmunya.
- Nama Allah ini mengandung sifat, sifatnya yaitu mengetahui.
- Hukum yang terkandung bahwa pengetahuan Allah itu sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada.

=》 Maksudnya:
Ketika kita beriman bahwa Allah memiliki nama Al-Alim, sifatnya Mengetahui, pelajaran hukum yang terkandung didalamnya;
"Tidak ada sesuatupun yang ada dialam semesta ini pasti Allah Tahu."
- Allah tahu apa yang sudah terjadi
- Allah tahu apa yang sedang terjadi
- Dan Allah tahu apa yang akan terjadi.

📍 Allah memiliki nama Al-Qadir yang artinya Maha Berkuasa.
- Kekuasaan Allah itu sempurna dalam kekuasaan dan kebaikan.
- Nama Al-Qadir mengandung sifat, yaitu Allah Dzat yang memiliki kekuasaan yang Maha Besar.
- Hukum yang terkandung didalamnya adalah Allah mampu melakukan apapun, berbuat apapun, menentukan apapun.

📍 Allah memiliki nama Ar-Rahiim yang artinya Maha Penyayang.
- Allah Maha memberi kasih sayang.
- Berarti sifatnya Allah memiliki kasih sayang yang sangat luas.
- Hukumnya adalah Allah akan menyayangi hamba yang dikehendaki.
- Ar-Rahman dan Ar-Rahim sifatnya satu yaitu memiliki kasih sayang yang luas.

📍Allah memiliki nama As-Sami yang artinya Maha Mendengar.
- Berarti Allah memiliki sifat Mendengar.
- Hukumnya adalah tidak ada suatu bunyi-bunyian pun dibalam semesta ini pasti Allah akan mendengarnya.

⚡ Pelajaran yang bisa kita ambil.
📍 Al-Alim.
Sifatnya mengetahui, tidak ada sesuatupun dialam semesta ini pasti Allah tahu.
Maka berhati-hatilah kita dalam berbuat, kita mau sendiri atau dihadapan orang banyak, Allah tahu apa yang kita buat.

📚 Dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

"Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada."
[HR. Tirmidzi]

📍 Al-Qadir.
Allah Maha berkuasa maka jangan berkecil hati terhadap kekuasaan Allah.
Kalau Allah berkehendak maka pasti akan terjadi karena Allah Maha Kuasa.

📍 Ar-Rahiim.
Allah Maha Penyayang, maka Allah akan memberi kasih sayangnya.
Berusahalah kita untuk terus taat kepada Allah dan Rasulnya agar Allah kepada kita.

📍 As-Sami.
Allah Maha Mendengar, maka jagalah tutur kata kita, hati-hati ketika berbicara karena Allah Maha mendengar.
Niatan kita dalam hatipun Allah mendengar.

Jika kita semakin mempelajari nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, maka akan semakin kuat keimanan kita.


☆  PERTANYAAN 4️⃣
Bagaimana pandangan kalian kalian terhadap permasalahan Allah itu tinggi diatas makhluknya, diatas Arsh Nya.?
Pertanyaan ini disampaikan berkaitan dengan sifat Al-Uluhiyyah dan sifat Allah Al-Istiwa.

☆  JAWAB :
Kita mengetahui bahwasanya Dzat yang menciptakan kita, mengurus dan mengatur kita, berkuasa dialam semesta ini, yang memiliki alam semesta ini, adalah Dzat yang Aliyun Maha Tinggi, A'la Sangat Tinggi diatas semua yang ada.

- Allah Subhanahu wa Ta'ala punya nama yaitu Al-'Aliy artinya Maha Tinggi.
- Sifatnya Tinggi.
- Hukumnya adalah Allah tinggi dari semua makhluk.

Nama Allah A-'Aliy disebutkan banyak sekali didalam beberapa ayat dalam Al-Quran.
Disebutkan Al-Ulu, Al-A'la, Al-'Aliy.

》 Makna Allah memiliki sifat tinggi seperti disebutkan;
"Kami menurunkan Alquran."
Namanya menurunkan artinya daribatas kebawah.
》 Ada juga disebutkan;
"Diatas mereka."
Semua ini menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat Al-Ulu Maha Tinggi.

⚡ Para Ulama membagi ini menjadi tiga:
(1)  Dzat Allah itu Tinggi.
Dzatnya memang tinggi jauh dari makhluk.

(2)  Sifat-sifat Allah itu Maha Tinggi.
Sifat-sifat Allah tidak akan sama dengan makhluk dan sempurna dalam kebaikan.
=》Kalau ada yang mengatakan Allah bersama orang-orang yang beriman.
=》Apakah yang dimaksud kebersamaan itu adalah kebersamaan Dzat atau kebersamaan sifat.
Kalau kita mempelajari ayat-ayat Alquran, kita pasti akan melahirkan kesimpulan dari ayat-ayat Alquran, bukan dari akal dan otak kita.
Bahwa kebersamaan Allah itu adalah kebersamaan sifat bukan kebersamaan Dzat.

(3)  Istawa Alal Arsh.
Allah itu beristiwa diatas Arsh.
Istiwa dalam bahasa Arab adalah tinggi, naik keatas kemudian tinggi.
Adapun bagaimana Allah beristiwa diatas Arsh kita tidak akan tahu.
- Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa Allah itu tinggi diatas Arsh, dan Allah tidak menjelaskan kepada kita dalam satu ayatpun.
- Begitu pula Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, tidak menjelaskan sama sekali kepada kita bagaimana Allah itu bersemayam diatas Arsh.

Begitu juga dengan sifat-sifat yang lain yang Allah kabarkan kepada kita.
Maka wajib bagi kita beriman terhadap semua yang dikabarkan oleh Allah kepada kita didalam Alquran.
Dan yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan kita tidak boleh menambahkan atau mengurangi.


☆  PERTANYAAN 5️⃣
Bagaimana dengan sifat Allah yaitu sifat Rahmah Kasih Sayang, sifat Allah turun kelangit dunia, sebagaimana yang disebutkan dalam Hadits, dan sifat-sifat yang lain.

☆  JAWAB
🔹 Allah memiliki sifat Rahmat dan kasih sayang.
📖 Allah Ta'ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ

"Dan Rahmat Ku luas mencakup segalanya."
{QS. Al-Araf/7 : 156}

🔹 Allah turun kelangit dunia.
📚 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”
[HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808]

🔹 Lalu bagaimana sifat Rahmah dan Allah turun kelangit dunia.
- Kita beriman dan menetapkan terhadap semua yang Allah sifati terhadap diri Nya.
- Kita membenarkan kemudian kita meyakini terhadap semua sifat-sifat yang Allah sifati.
- Dan apa yang telah disifati oleh Rasulullah shalallahu 'alaihu wasallam, "Tidak sama dengan Makhluk."

Sebagaimana Allah memiliki Dzat yang pasti akan berbeda dengan fisik-fisik yang lain, begitu pula Allah memiliki sifat-sifat yang tidak akan sama dan berbeda dengan sifat-sifat yang lain.

@ Buktinya:
Rincian-rincian yang luar biasa yang disebutkan didalam Alquran, yang berkaitan dengan penetapan itu semua dan ujian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang disebutkan secara umum, dan dijauhka dari segala bentuk persamaan, sekutu dan segala bentuk yang lain.

@ Artinya:
Allah menyebutkan sifat-sifat Nya yang banyak sekali, tetapi didalam ayat-ayat yang banyak itulah Allah menetapkan bahwa Allah tidak memiliki dan tidak ada yang sama dengan Allah.

Inilah yang berkaitan dengan Iman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Wallahu Ta'ala 'alam bishowab.


💫  SOAL - JAWAB  💫


1️⃣  SOAL :
Allah diatas, tetapi disisi lain oleh itu Maha Dekat, mohon penjelasannya Ustadz.!

➡️  JAWAB :
⚡ Dalil-dalil bahwa Allah ada diatas:
1. Disebut dalam enam atau tujuh ayat Alquran bahwa Allah Istawa Alal Arsh (Tinggi diatas Arsh).

2. Kemudian didalam banyak ayat Allah memiliki sifat Maha Tinggi, disebutkan dengan Al-'Aliy, Al-'Ala. 📖 Allah Ta'ala berfirman:

سَبِّحِ اسۡمَ رَبِّكَ الۡاَعۡلَىۙ‏

Sabbihisma Rabbikal A'laa.
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi."
{QS. Al-A'la/87 : 1}

3. Disebutkan juga Anzal (menurunkan) maknanya menurunkan dari atas kebawah.
📖 Allah Ta'ala berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar."
{QS. Al-Qadr/97 : 1}

4. Dibeberapa banyak ayat disebutkan Dari Atas, hujan diturunlan dari atas.

5. Berdoa.
Orang berdoa dengan mengangkat tangan keatas, semua ini adalah dalil-dalil yang sangat konkrit sekali bahwa Allah itu ada diatas.

⚡ Lalu bagaimana dengan ayat yang mengatakan bahwa Allah itu "Bersama".
Kebersamaan maksudnya bukan Dzat nya, kebersamaan Allah itu sifat.

@ Maksudnya :
- Kasih sayang Allah itu dekat dengan hambanya.
- Pengetahuan Allah
- Pendengaran Allah
- Rezeki
- Hidayah
Sifat Allah ini semua akan dekat dengan hamba-hamba Nya.
Wallahu 'alam bishowab.


2️⃣  SOAL :
Bagaimana memahami nama Allah Maha Mensyukuri dalam Surat Al-Baqarah ayat 158:

فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

"Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."
{QS. Al-Baqarah /2 : 158}
Bagaimana kita mengambil hikmahnya.?

➡️  JAWAB :
Allah menyebutkan bahwa Allah Maha Mensyukuri, bagaimana kita mengambil maknanya.?

@ Maknanya;
"Berbuatlah kebaikan agar Allah memberikan kebaikan dan nikmat kepada kita."

Allah Maha Menyembuhkan (Asy-Syafii).
"Berbuat baiklah sama Allah, dekatlah sama Allah, nanti Allah akan sembuhkan kamu dari berbagai macam penyakit fisik dan penyakit hati."
Wallahu 'alam bishowab.


3️⃣  SOAL :
Saya bingung ketika akan berdoa, karena sering disampaikan sebaiknya memuji Allah dengan nama-nama Nya. Mohon dicontohkan Ustadz yang paling mudah agar bisa dicontohkan oleh saya ketika saya berdoa.!

➡️  JAWAB :
▪️ Adab berdoa:
- Memuji Allah dengan nama-nama Nya.
- Bershalawat kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, barulah sampaikan permintaan anda.
- Lalu tutup dengan memuji Allah dan bersalawat.

📚 Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ

“Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.”
[HR. Tirmidzi no. 3477 dan Abu Daud no. 1481] 

📖 Allah Ta'ala berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu."
{QS. Al-Araf/7 : 180}

@ Contoh :
Ketika mau berdoa kita mengangkat tangan, lalu ucapkan;
"Ya Allah, Allahumma Ya Allah, tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau, pujian hanya milik Mu, syukur hanya milik Mu, kekuasaan hanya milik Mu, kasih sayang Mu sangatlah luas, Engkau adalah Dzat yang memberi kasih sayang, tidak ada kesembuhan kecuali hanya datang dari Mu. Shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam."
Lalu sebutkan doanya..
"Ya Allah Engkau Maha mengetahui, Engkau adalah Dzat yang memiliki kasih sayang, Engkau adalah Dzat Maha mendengar."

@ Catatan penting.
Ketika kita meminta apa yang mau kita minta, maka pujian kepada Allah ketika menyebut nama Allah harus disesuaikan dengan apa yang kita minta.

Bila kita ingin minta sehat, maka pujian kepada Allah sesuailan dengan apa yang mau kita minta.

@ Contoh;
"Ya Allah, kasih sayang hanya milik Mu, karena Engkau Dzat yang memiliki kasih sayang, Ya Rahman Ya Rahim, Rahmat Mu dan kasih sayang Mu sangatlah luas, Wahai Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali datang dari Mu.
Shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, sembuhkanlah diriku dari berbagai macam penyakit.."
Seperti itu pujian-pujiannya.
Wallahu 'alam bishowab wabarakallahu fiyk


4️⃣  SOAL :
Mohon berikan tips dan motivasi agar saya dan keluarga bisa dan sanggup untuk sholat tahajud. Kami menyadari betapa nikmat Allah begitu besar, tapi rasa malas ini begitu melekat sekali didalam keluarga saya. Mohon nasehat Ustad.!

➡️  JAWAB :
(1)  Baca keutamaan-keutamaan sholat malam, ini memotivasi.
📖 Allah Ta'ala berfirman :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
{QS. Al-Isra/17 : 79}

Orang-orang yang mulia penghuni surga itu cirinya punggungnya jauh dari kasur.
Maksudnya bangun malam untuk shalat, berdoa dan Istighfar.

📚 Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;
"Kemuliaan orang yang beriman adalah shalat malam."

Ciri orang yang bakal dilindungi dan di tolong dihari mahsyar yang sangat hebat, berat sekali, diantaranya adalah orang yang bangun malam untuk shalat.
Allah turun disepertiga malam terakhir dan mendengarkan permintaan hamba Nya.

(2)  Hindari perbuatan-perbuatan amalan-amalan yang sia-sia, sehingga menjadikan anda malas untuk bangun

(3)  Jangan tidut terlalu malam, sehingga susah untuk bangun.

Inilah yang namanya Sabar.
Kata Ibnu Qayyim, Sabar ada dua:
1. Sabar yang sesuai dengan hawa nafsu.
Seperti harta, kedudukan, jabatan, mancing berlama-lama, dll.
2. Sabar atas sesuatu yang menyelisihi hawa nafsu.
Seperti keta'atan, meninggalkan maksiat, karena ini bertentangan dengan hawa nafsu.

(4)  Perilaku ibadah, watak, akhlaq kita ini akan banyak dipengaruhi oleh teman.
Kalau teman anda tukang nonggkrong, malas ibadah, jangankan shalat malam, shalat wajib aja malas.
Jadi carilah teman-teman yang ahli ibadah, maka kita akan menjadi semangat.
Wallahu 'alam bisowah wabarakallahu fiyk.


💫 TIM KAJIAN ONLINE MASJID ASTRA