Kemuliaan Abu Bakar Ash Shiddiq - 3

Bang Pitung • 20 November 2020
di grup Masjid Astra

 

Kajian Online Interaktif Ikhwan & Akhwat
     - MASJID ASTRA -
SELASA, 10 November 2020
                 24 Rabi'ul Awal 1442 H
Pukul, 19.30 WIB - Selesai

📔 Nara Sumber :
"Ustadz DR. Firanda Andirja, LC., MA."


~ KEMULIAAN ABU BAKAR ASH SHIDDIQ - Bagian 3 ~


Melanjutkan pembahasan tentang sahabat yang Mulia Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu'anhu.

Ketika Nabi shalallahu'alaihi wasallam sakit parah dimana beliau akhirnya meninggal karena sakit tersebut, yaitu diakhir bulan Safar tahun 11 hijriah.
Ketika itu Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam sudah memerintahkan Usamah bin Zaid untuk membawa pasukan menuju daerah Palestine ke arah negeri Syams untuk memerangi orang2 Romawi.
Kemudian akhirnya mereka berangkat dan mereka tiba pada suatu tempat "Al Jurf" (sebelah utara kota Madinnah dekat dengan Universitas Madinnah).
Para sahabat sudah jalan kesana, tapi penyakit Nabi tambah parah, akhirnya pasukan menunggu disana, dan Rasulullah meninggal dunia karena sakit.

◆ Ketika Rasulullah sakit parah, Rasulullah menyuruh Abu Bakar menjadi Imam.
Hadits dari Aisyah Radhiallahu'anha, ia berkata;

فَقَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ أَسِيفٌ إِذَا قَامَ فِي مَقَامِكَ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ وَأَعَادَ فَأَعَادُوا لَهُ فَأَعَادَ الثَّالِثَةَ فَقَالَ إِنَّكُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَخَرَجَ أَبُو بَكْرٍ فَصَلَّى فَوَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَفْسِهِ خِفَّةً فَخَرَجَ يُهَادَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ كَأَنِّي أَنْظُرُ رِجْلَيْهِ تَخُطَّانِ مِنْ الْوَجَعِ فَأَرَادَ أَبُو بَكْرٍ أَنْ يَتَأَخَّرَ فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ مَكَانَكَ ثُمَّ أُتِيَ بِهِ حَتَّى جَلَسَ إِلَى جَنِْهِ 

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sakit di akhir hayatnya, beliau berkata: “Perintahkan Abu Bakar agar mengimami shalat,” 
Lalu Aisyah yang berkata kepada beliau : 
“Sungguh Abu Bakar seorang yang lembut hati. Apabila menggantikan kedudukanmu, ia tidak dapat mengimami orang banyak”. 
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi (perintahnya) dan merekapun mengulangi (pernyataan tersebut), lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya yang ketiga dan berkata: 
“Kalian ini seperti wanita-wanita dalam kisah Yusuf." Perintahkan Abu Bakar agar mengimami orang shalat,”
Lalu Abu Bakar berangkat dan mengimami shalat.
Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam merasakan sakitnya agak ringan, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dengan bersandar pada dua orang, seakan-akan aku melihat kakinya gontai (tidak mantap dalam melangkah) karena rasa sakit. Lalu Abu Bakar ingin mundur, maka beliau memberikan isyarat untuk tetap di tempatnya, kemudian mendatanginya dan duduk di sebelah Abu Bakar."
[HR al Bukhari, kitab al Adzan, hadits 2641].

➡️ Apa maksud Nabi berkata "kalian ini seperti wanita-wanita dalam kisah Yusuf"
Maksudnya adalah :
Ketika Zulaikha (istri dari mentri yang jatuh cinta kepada Yusuf) merayu Yusuf dan Yusuf lari.
Kemudian berita tersebar ke masyarakat.
★ Firman Allah dalam QS. Yusuf ayat 30-31 :

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ سورة يوسف 30

Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”

فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا 31

"Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar makar mereka."

Allah menamakan perkataan ibu-ibu yang sedang membicarakan Zulaikha dengan "Makar".
Karena sebenarnya mereka ini hanya ingin melihat Yusuf, sehingga mereka membicarakan dan mencela Zulaikha agar Zulaikha mengundang mereka untuk melihat yusuf.
Perkataan mereka tidak sesuai dengan apa yang dihati mereka.

➡️ Aisyah radhiallahu'anhu..  dijelaskan oleh para Ulama;
"Aisyah tidak ingin Abu Bakar menjadi Imam."
Kenapa..!
Aisyah khawatir kalau Abu Bakar menjadi Imam kemudian Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam meninggal.
Maka jadi Imamnya Abu Bakar itu pertanda buruk bagi Nabi shalallahu'alaihi wasallam.
Seakan-akan Nabi shalallahu'alaihi wasallam akan meninggal dunia karena Abu Bakar menjadi Imam, dan Aisyah khawatir sebab meninggalnya Nabi akan dikait2an dengan Abu Bakar yang menjadi Imam.
Itulah maksud Aisyah, sehingga dia beralasan dengan alasan,
"Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar orangnya suka menangis, kalau dia menangis maka tidak bisa mengimami kaum muslimin."
Rasulullah tau bahwasanya Aisyah khawatir jika Rasulullah meninggal, Ayahnya nanti akan jadi omongan karena menjadi Imam disaat Rasulullah masih ada. 
Dan Rasulullah tetap menyuruh agar Abu Bakar menjadi Imam.
Sampai akhirnya Rasulullah didudukkan disamping Abu Bakar, kemudian Rasulullah jadi Imam dan Abu Bakar menjadi Mubaligh (mengeraskan suara Rasulullah).
Asalnya Abu Bakar jadi Imam, kemudian Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam menyusul, akhirnya Abu Bakar menjadi makmumnya Nabi dan para sahabat menjadi makmumnya Abu Bakar radhiallahu'anhu.

Setelah 13 hari Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam sakit, pada hari senin Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam meninggal, tepatnya tanggal 12 Rabiul 'awal 11 hijriah di waktu Dhuha.

Dan perkataan beliau yang terakhir (Rasulullah diberi pilihan) adalah;
"Aku memilih untuk bersama orang-orang sholeh yang mendahuluiku, yaitu memilih untuk masuk Surga dari pada abadi tinggal diatas muka bumi."

◆ Ketika Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam meninggal.
Maka Umar bin Khattab radhiallahu'anhu tidak menerima hal tersebut.

Umar berkata dihadapan para sahabat bahkan beliau bersumpah;
"Demi Allah, Rasulullah tidak meninggal, beliau hanyalah pingsan dan akan kembali siuman, dan akan memotong tangan dan kaki orang-orang yang mengira bahwa Rasulullah sudah wafat.” 
[HR. Bukhari, Ahmad, Nasai, Ibnu Sa’id dan Baihaqi]

Kemudian Abu Bakar datang.
Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu'anhu pun datang ke rumah putri Rasul, ia pun melihat kondisi Muhammad telah diselubungi kain. 
Abu Bakar menyingkap kain tersebut dan menciumi kening Nabi seraya berkata, 
“Alangkah indahnya di waktu engkau hidup, alangkah indahnya pula di waktu engkau mati. 
Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan Nya, maut yang sudah ditentukan Allah kepadamu sekarang sudah sampai kau rasakan. Sudah itu takkan ada lagi maut menimpamu.”

Setelah itu Abu Bakar keluar,
Setelah Abu Bakar melihat dengan kepalanya sendiri bahwa Rasulullah telah tiada, dia berkata kepada Umar, “Bersikaplah hati-hati wahai Umar."
Ketika Abu Bakar bicara Umar terdiam tidak berani bicara.

Kemudian Abu Bakar datang, Maka beliau mengucapkan hamdalah dan pujian bagi Allah Subahanhu wa Ta’ala , kemudian berseru:

 أَمَّا بَعْدُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَدْ مَاتَ وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ الهَْ فَإِنَّ الهَْ حَيٌّ لاَ يَمُوتُ قَالَ الهُ’ تَعَالَى وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ إِلَى الشَّاكِرِينَ 

“Amma ba’du. Barang siapa menyembah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , sungguh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah meninggal. Dan barang siapa yang menyembah Allah, sungguh Allah Maha hidup, dan tidak akan pernah mati,”

Abu Bakar kemudian membaca firman Allah,
★ QS. Az-Zumar : 30

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)"

★ QS. Ali-Imran ayat 144:

 وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ

“Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS. Ali Imron : 144)

Ketika para sahabat mendengar ayat-ayat tersebut maka mereka sadar bahwa Rasulullah benar-benar meninggal dunia. Dan para sahabat menangis dan tersadar, seolah2 mereka baru mendengar ayat ini.
Mendengar hal tersebut, Umar berkata, 
“Demi Allah, seakan baru kali ini aku mendengarnya (ayat Al-Quran yang dibacakan oleh Abu Bakar).”

Kemudian setelah Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam meninggal, yang menyiapkan jenazahnya dan memandikan jenazah Nabi adalah kerabat2 Nabi seperti;
- Ali bin Abi Thalib
- Abbas bin Abi Mutholib
- Al Fadl bin Abbas
- Qutsam bin Abbas
- Usamah bin Zaid
- Syuqron budaknya Nabi.

Ketika para sahabat tau Rasulullah meninggal dunia, maka kaum Anshor berkumpul di "Saqifah bani Saidah" lokasinya sebelah barat Masjid Nabawi di sayap kanan bagian belakang.

Di hari yang sama di hari senin 12 Rabiul 'awal 11 Hijriah, mereka langsung tau pentingnya memilih Khalifah/pemimpin pengganti Nabi, sampai penyelenggaraan penguburan jenazah Nabi di tunda.
Karena yang penting khilafah dulu agar tidak terjadi keributan, maks pada hari tersebut mereka sudah bicarakan.

Orang2 Anshor ingin pemimpin mereka adalah "Sa'ad bin Ubadah" untuk menjadi pemimpin mereka karena kaum Anshor terdiri dari dua suku, yaitu;
- Suku Auf yang dipimpim oleh Sa'ad bin Muadz wafat pada perang Khandak).
- Suku Al Khozroj yang dipimpin oleh Sa'ad bin Ubadah.

Kemudian Umar bin Khattab dan kaum Muhajirin datang menemui mereka di Saqifah bani Saidah.
Maka terjadilah diskusi diantara mereka siapa yang harus menjadi Khalifah.
Kaum Muhajirin mengatakan bahwasanya yang menjadi pemimpin adakah dari Kaum Quraisy.
Kaum Anshor ketika itu tidak menerima, karena kalau ada dua pemimpin maka akan terjadi keributan, mereka mengatakan;
"Dari kami ada pemimpin dan dari kalian ada pemimpin."
Maka kaum Muhajirin berkata;
"Kami yang jadi pemimpin, kalian menjadi mentrinya."
Kaum Anshor tidak terima sampai akhirnya terjadi dialog.

Kemudian Abu Bakar menyebutkan tentang hadits bahwa pemimpin harus dari orang Quraisy.
Akhirnya mereka terima dan Abu Bakar radhiallahu'anhu mengatakan;
"Aku menyuruh kalian memilih pemimpin salah seorang dari dua orang ini "Umar bin Khattab" atau "Abu Ubaidah bil Jarrah", pilih salah satu diantara mereka untuk menjadi Khalifah."

Tapi kemudian Umar berkata;
"Tidak, yang menjadi Khalifah adalah Abu Bakar radhiallahu'anhu."
Kemudian Umar berkata lagi kepada para sahabat;
"Apa kalian ridho dan mau lebih depan daripada Abu Bakar, sementara ketika Rasulullah sakit, Rasulullah yang menyuruh Abu Bakar menjadi Imam."
Akhirnya mereka sadar bahwa yang paling berhak jadi Khalifah adalah "Abu Bakar radhiallahu'anhu."

Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah dan di Baiat oleh para sahabat, sebenarnya Abu Bakar tidak mau, beliau mengatakan;
"Saya tidak ingin menjadi Khalifah dan saya tidak pernah berharap menjadi khalifah."
Tapi para sahabat mengangkat Abu Bakar menjadi khalifah dengan kesapakatan para Sahabat.


💠 Ketika Abu Bakar diangkat Menjadi Khalifah.

◆ Ketika Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah, beliau berpidato.
Beliau menyampaikan pidato pertamanya;

 َمَّابَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ فَاِنِّيْ قَدْ وُلَّيْتُ عَلَيْكُمْ وَلَسْتُ بِخَيْرِكُمْ فَإِنْ أَحْسَنْتُ فَأَعِيْنُوْنِيْ وَإِنْ أَسَأْتُ فَقَوِّمُوْنِيْ. الصِّدْقُ أَمَانَةٌ وَالْكَذِبُ خِيَانَةٌ وَالضَّعِيْفُ مِنْكُمْ قَوِيٌّ عِنْدِيْ حَتَّى أُزِيْحَ عِلَّتَهُ إِنْ شَاءَ اللهُ وَالْقَوِيُّ فِيْكُمْ ضَعَيْفٌ حَتَّى آخُذَ الْحَقَّ إِنْ شَاءَ اللهَ . لاَ يَدَعُ قَوْمٌ الْجِهَادَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ ضَرَبَهُمُ اللهُ بِالذُّلِّ وَلاَ يُشِيْعُ قَوْمٌ قَطَّ الْفَاحِشَة َإِلاَّ عَمَّهُمُ اللهُ بِالْبَلاَءِ . أَطِيْعُوْنِيْ مَا أَطَعْتُ اللهُ وَرَسُوْلَهُ فَإِذَا عَصَيْتُ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَلاَ طَاعََ لِيْ عَليَْكُمْ قُوْمُوْا إِلَى صَلاَتِكُمْ يَرْحَمُكُمُ اللهُ 

"Wahai manusia sekalian, sungguh aku telah diangkat  sebagai pemimpin atas kalian. Akan tetapi, aku bukanlah manusia terbaik diantara kalian. Bila aku membuat kebijakan yang baik, maka sudilah kalian membantuku. Jika aku bersikap buruk, maka luruskanlah diriku. Kejujuran itu amanah. Dusta adalah pengkhianatan. Orang tertindas di tengah kalian, ia adalah orang kuat di mataku, akan aku singkirkan keluhannya, insya Allah. Dan orang kuat (yang berbuat sewenang-wenang) di tengah kalian, ia merupakan pihak lemah, akan aku ambil hak orang lain darinya, insya Allah. Tidaklah suatu bangsa meninggalkan jihad di jalan Allah Subahanhu wa Ta’ala , melainkan Allah Subahanhu wa Ta’ala akan mendatangkan kehinaan pada mereka. Tidaklah suatu bangsa banyak melakukan perbuatan faahisyah (keburukan), melainkan Allah akan menimpakan bala (siksa) pada mereka seluruhnya. 
Taatilah aku, selama aku patuh kepada Allah Subahanhu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Jika aku mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kewajiban taat atas kalian kepadaku. Bergegaslah menuju shalat kalian, semoga Allah merahmati kalian semua."
[Al-Bidâyah wan-Nihâyah (5/245). Al-Imam Ibnu Katsîr t menilai riwayat ini dengan berkata: “Ini adalah isnad yang shahîh”.]

Setelah Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah, maka mulailah beliau mengurus tugas yang berat yang ditinggalkan oleh Nabi shalallahu'alaihi wasallam.
Dan terjadi kegoncangan stabilitas keamanan di Zaman Abu Bakar.

◆ Tugas Abu Bakar radhiallahu'anhu saat menjadi Khalifah.

1️⃣ Melanjutkan semua petugas atau amil atau umala atau wali-wali yang telah ditempatkan oleh Nabi shalallahu'alaihi wasallam.

Dan tugas mereka adalah;
1. Memimpin sholat.
2. Menegakkan hukum Had.
3. Mengurus uang Zakat dan Jizyah.
4. Jihad, dan yang lainnya.

Diantara orang-orang yang sudah ditempatkan oleh Nabi shalallahu'alaihi wasallam ketika beliau masih hidup;
1. Madinah (Ibu kota Islam) ada Abu Bakar radhiallahu'anhu.
2. Mekkah ada Attab bin Usiad Al Umawi.
3. Thoif ada Utsman bin Abil Ash.
4. Sana'a (Ibu kota Yaman) ada AlMuhajir bin Abi Umayyah.
5. Najran ada Jarir bin Abdillah Al Bajali.
6. Oman ada Huzaifah bin Mihshan.
7. Yamamah ada Sulaith bin Qais Al Khozroji.

2️⃣ Melanjutkan Pasukan Usamah bin Zaid radhiallahu'anhu.

Ketika Rasulullah akan meninggal, beliau sempat mengirim pasukan Usamah bin Zaid menuju ke arah Syams untuk menyerang pasukan Romawi.
Dan pasukan tersebut sempat terhenti di "Al Jurf", karena mereka mau berangkat dan mereka mendengar Rasulullah sakit parah dan meninggal dunia

Ada beberapa pendapat dikalangan para Sahabat.
Para sahabat ada yang mengatakan;
"Wahai Abu Bakar, jangan suruh pasukan Usamah untuk berangkat."

Kenapa...?
Karena sekarang banyak orang2 yang membangkang dan diantara mereka ada yang murtad, dan mereka akan menyerang kota Madinnah, kota Madinnah dalam kondisi rawan.
Maka jangan utus pasukan Usamah, suruh mereka pulang.

Abu Bakar tetap bersikeras, kata Abu Bakar;
"Bagaimana Rasulullah sudah mengutus pasukan Usamah, saya tidak akan memundurkan pasukan Usamah dan tetap melanjutkan perjalanan ke arah Palestine. Seandainya semua orang tidak ada yang di kota Madinnah kecuali saya, saya akan bertahan di kota Madinnah dan mereka harus berangkat."

Akhirnya berangkatlah pasukan Usamah, selama 40 hari dan mereka pulang membawa Ghonimah dan mereka menang.

3️⃣ Berperang melawan orang-orang yang murtad.

Ada tiga model orang-orang yang murtad di zaman Abu Bakar radhiallahu'anhu:

1. Ada yang kembali menyembah berhala.

2. Ada yang ikut nabi-nabi baru karena banyak muncul nabi-nabi baru yang akhirnya diikuti oleh banyak orang.
Seperti diantaranya;
-  Musailimah Al Kazzab dari Banu Hanifah.
- Al Aswad Al Ansi dari Yaman.
- Thulaihah Al Asadi dari Bani Asad.
- Sajah binti Al-Harits bin Suwaid dari Bani Tamim.
Mereka ini rata-rata mengatakan,
"Kami beriman kepada Muhammad, tetapi Muhammad punya kaum berbeda, kami juga punya kaum berbeda."

3. Orang-orang yang menentang kewajiban Zakat.
Mereka mengatakan,
"Zakat tidak wajib lagi, zakat hanya wajib ketika Nabi shalallahu'alaihi wasallam masih hidup, ketika sudah meninggal maka tidak wajib lagi zakat."
★ Firman Allah tentang zakat pada QS. At-Taubah Ayat 103:

 خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. At-Taubah : 103)

Dan ini semua tugas berat bagi Abu Bakar radhiallahu'anhu menghadapi stabilitas keamanan yang sangat tidak stabil, dimana muncul orang2 murtadin yang membuat kekacauan dan ingin berpisah dari kaum muslimin, dan ingin menyerang kota Madinnah.

》 Begitu pasukan Usamah berangkat, munculah sebagian mereka siap menyerang kota Madinnah.
Maka Abu Bakar menyuruh sebagian para Sahabat untuk tidur di masjid, sehingga mereka senantiasa bersiap untuk berperang.
Ketika ada penyerangan maka Abu Bakarpun keluar dan berperang bersama para sahabat, dan akhirnya mengalahkan orang2 yang ingin menghancurkan kota Madinnah.

》Setelah pasukan Usamah pulang, mulailah Abu Bakar radhiallahu'anhu mengatur peperangan untuk menghadapi problematika ini.
Karena ini problematika yang sangat berat, karena banyak muncul orang2 murtad.


💠 Strategi Abu Bakar radhiallahu'anhu Untuk Menghadapi Krisis Keamanan Ketika diangkat Menjadi Khalifah.

◆ Abu Bakar menyiapkan dan mengirim 11 pasukan perang.

1. Pasukan perang Khalid bin Walid.
Pemimpin utama dari para seluruh pasukan dimana Abu Bakar mengirim Khalid bin Walid ke Bani Asad, kemudian ke Bani Tamim, kemudian ke Bani Yamamah.

2. Ikrimah bin Abi Jahal.
Diutus oleh Abu Bakar radhiallahu'anhu kepada Musailimah Al Khazzab Bani Hanifah.
Setelah selesai dari Bani Hanifah maka lanjutkan ke Oman, kemudian ke Al Maharo di daerah Yaman, kemudian ke Hadhramaut, kemudian Yaman.

3. Syurahbil bin Hasanah.
Ditugaskan menyusul Ikrimah bin Abu Jahl. 

4. Thorifah bin Hajr.
Dikirim ke Bani Salim dan Hawazin daerah sekitar Thoif.

5. Amr bin Ash.
Diutus ke kabilah Qudha’ah dan Wadi’ah.

6. Khalid bin Sa’id bin Ash.
Diutus ke wilayah-wilayah pinggir Syam arah utara kota Madinnah.

7. Al Ala' bin Hadhrami.
Ditugaskan ke Bahrain.

8. Hudzaifah bin Mihshan Al-Ghifari.
Di kirim kepada penduduk Oman.

9. Arfajah bin Hurtsumah.
Di kirim ke Maharah daerah Yaman.

10. Muhajir bin Abi Umayah.
Diutus ke Yaman sun'a dan Hadrhamaut.

11. Suwaid bin Muqarin.
Ditugaskan ke Tihamah Yaman.

Bagaimana beratnya perjuangan Abu Bakar Radhiallahu'anhu.
Madinnah pusat Islam.
Ke 11 pasukan Abu Bakar radhiallahu'anhu tersebut dikirim ke arah Jazirah Arab karena murtad dimana-mana.

◆ Perang di Iraq Persia.

Diantara Pahlawan yang sangat hebat di zaman Abu Bakar radhiallahu'anhu sekitar tahun 11-12-13 Hijriah adalah "Khalid ibnu Walid radhiallahu'anhu."
Setelah beliau berhasil mengalahkan Bani Asad, Bani Tamim kemudian menyusul Ikrimah mengalahkan Musailimah.

Kemudian Khalid bin Walid di kirim menuju daerah Iraq.
Di daerah inilah area peperangan Khalid bin Walid.
1. Perang Dzatul Salasil, perang melawan orang2 Persia.
2. Al Mudzar  المذار
3. Al Walajah  الولجه
4. Al Lais  اليس
5. Al khoiroh  الخيرة
6. 'Ainultamr  عين التمر
7. Al Ambara  الأمبار
8. Al furot  الفر اتي

◆ Perang di Yarmuk Romawi.

Kemudian Abu Bakar radhiallahu'anhu mengirim pasukan untuk menyerang orang-orang Romawi.
Pasukan Romawi lebih hebat dari pada pasukan Persia.

Abu Bakar mengirim 4 pemimpin;
1. Amr bin Ash
2. Syurahbil bin Hasanah
3. Abu Ubaidah bin Jarrah
4. Yazid bin Abu Sofyan

Intinya merek menghadapi kondisi yang sangat sulit sampai akhirnya Raja Romawi yaitu "Heroclius" mengirim 4 pasukan yang banyak.
Karena mereka mendengar bahwasanya Abu Bakar telah mengirim 4 pasukan dengan jumlah yang ribuan tiap pasukan.

Bagaimana luar biasanya Abu Bakar mengatur perjalanan perang, dan beliau di Madinnah dan mengatur seluruhnya.

Para sahabat tau bahwa Heroclius mengirim 4 pasukan yang sangat banyak,
Maka para sahabat membuat ide baru, mereka harus berkumpul.
Dan pasukan Romawi juga akhirnya berkumpul.
Sampailah mereka pada suatu tempat yang bernama "Yarmuk."
Jumlah pasukan Romawi sekitar 240.000.
Jumalah pasukan para sahabat sekitar 45.000 - 50.000

Khalid bin Walid datang dari Iraq menuju ke Yarmuk dan berkata,
"Kami datang dengan kaum yang mereka mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan."
Inilah semangat para sahabat yang membuat musuh menjadi gentar.
Dan akhirnya peperangan dimenangkan oleh kaum Muslimin.

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةًۢ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ 
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah."
(QS. Al Baqoroh : 249)


💠 Abu Bakar radhiallahu'anhu Sakit.

Dibulan Djumadil Akhir thn 13 Hijriah Abu Bakar sakit parah.

Aisyah radhiallahu'anha mengatakan, awal dari sakitnya Abu Bakar radhiallahu'anhu disebutkan habis mandi di waktu yang musim dingin, setelah itu beliau demam 15 hari.
Beliau tidak pergi ke masjid dan beliau menyuruh Umar bin Khattab menjadi Imam.
Para sahabat banyak yang menjenguk Abu Bakar, dan yang paling sering menjenguk adalah "Utsman bin Affan radhiallahu'anhu."

◆ Ketika beliau sakit parah, beliau mengumpulkan para sahabat dan beliau berkata;
"Sungguh kalian lihat apa yang menimpaku sekarang, dan saya menyangka saya akan meninggal dunia dengan apa yang saya alami sekarang. 
Allah telah melepaskan Baiat kalian dariku dan tugasku sudah selesai, dan Allah kembalikan urusan kepada kalian, maka pilihlah Khalifah yang kalian sukai. 
Kalau kalian memilih Khalifah sementara aku masih hidup itu lebih baik agar setelah aku meninggal kalian tidak berselisih."

◆ Ketika Abu Bakar akan meninggal dunia, dikisahkan oleh Aisyah radhiallahu'anhu, Abu Bakar berkata;
"Coba lihat sejak aku jadi Khalifah, hartaku apa saja yang bertambah, bandingkan dengan ketika aku sebelum menjadi khalifah. Kalau ada yang bertambah, tambahannya kirim kepada Khalifah setelahku."

Dan kamipun mengecek harta Abu Bakar.
Ternyata harta yang bertambah setelah Abu Bakar menjadi Khalifah hanya dua,
- ada tambahan budak,
- ada onta untuk mengambil air.
Maka kami kirim 2 harta ini kepada Khalifah setelahnya yaitu Umar bin Khattab.

Dan Umarpun menangis kemudian berkata,
"Semoga Allah merahmati Abu Bakar, dia telah benar2 merepotkan Khalifah setelahnya."

Kemudian Abu Bakar meninggal pada hari Senin tgl 22 Djumadil Akhir 13 Hijriah, dihari yang sama dengan hari meninggalnya Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, dan wafat diusia 63 tahun persis seperti usia wafatnya Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.

◆ Abu Bakar ketika akan meninggal dunia, beliau berkata kepada Aisyah,
"Rasulullah meninggal dihari apa..?"
Aisyah menjawab,
"Dihari senin."
Abu Bakar berkata,
"Aku berharap aku meninggal dihari senin juga."
Kemudian Abu Bakar bertanya lagi,
"Kalian mengkafankan Nabi shalallahu'alaihi wasallam dengan apa.?"
Aisyah menjawab,
"Kami mengkafankan Nabi shalallahu'alaihi wasallam dengan tiga lembar kain yang putih yang dari Yaman dan tidak ada padanya Gamis dan Imamah."
Kemudian Abu Bakar berkata,
"Wahai Aisyah lihatlah dua bajuku yang sedang aku pakai ini, cucilah kedua bajuku tersebut dan jadikan dua bajuku ini bersama dua baju yang lain."
Kemudian kata Aisyah,
"Ya Abu Bakar, Allah telah memberikan rezeki maka kami akan mengkafankan engkau dengan pakaian yang baru dan kain kafan yang baru."
Abu Bakar berkata,
"Sesungguhnya yang lebih perlu untuk memakai baju yang baru adalah yang masih hidup untuk melindungi tubuhnya, adapun orang yang meninggal dunia maka akan kembali kepada kesirnaan, maka tidak perlu memakai baju yang baru."

Itulah wasiat Abu Bakar radhiallahu'anhu, beliau tidak inhin dikafankan dengan baju yang baru.
Kemudian beliau mewasiatkan Istrinya yaitu Asma binti Umais memandikannya dan dikuburkan disamping  Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.

◆ Ucapan terakhir yang diucapkan Abu Bakar ketika beliau meninggal dunia, beliau membacakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yaitu doa dari Nabi Yusuf.
★ Firman Allah QS Yusuf ayat 101 :

تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

"Ya Allah, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh."
(QS. Yusuf : 101)

Kemudian dikuburkan disamping kuburan Nabi shalallahu'alaihi wasallam dimana agak mundur dari kuburan Nabi. 
Posisi kepala Abu Bakar dipundak Nabi shalallahu'alaihi wasallam.
Demikianpun kuburan Umar, posisi kepala Umar dipundaknya Abu Bakar radhiallahu'anhu.

Inilah yang bisa disampaikan kisah tentang Abu Bakar radhiallahu'anhu.
Wallahu'alam bishowab.

📔  SOAL - JAWAB

1️⃣ Kalau boleh tau buku yang digunakan sebagai referensi kisah Abu Bakar buku apa.?
↪️  Jawab :
Banyak buku referensi, ada tulisan2 para Ulama, Ustadz tidak mengambil pada satu buku tertentu tapi diambil dari beberapa buku.
Kalau berkaitan dengan kejian yang kemarin tentu dari Shahih Bukhori dan Shahih Muslim yang berkaitan tentang tentang keutamaan Abu Bakar.
Semua buku isinya mirip2 hanya penyajiannya berbeda, tinggal kita rangkum.
Ustadz tidak terikat pada satu buku saja.
Wallahu'alam bishowab.

2️⃣ Ijin untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab banyak muslim yang murtad setelah wafatnya Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam dan dari mana Khalifah Abu Bakar mengetahui info mengenai murtadnya mereka, sedangkan saat itu jarak wilayahnya jauh2.!
↪️  Jawab :
Wallahu'alam bishowab.
Tentu Abu Bakar adalah kepala negara, memiliki informan2 juga, mereka bisa dengan kuda yang cepat atau dengan sarana yang lain, wallahu'alam, yang jelas Abu Bakar tau.
Nabi juga demikian, ketika di zaman Nabi, beliau juga punya informan2 dana mata2 yang mengabarkan dari sana dari sini, ada yg dikirim dengan surat dgn kuda yang cepat yang mungkin perjalanan 5 hari bisa menjadi 2 hari.
Bisa jadi estafet dari informan tersebut sehingga cepat sampai ke Abu Bakar. Dan itu terjadi, makanya ketika mereka memutuskan suatu perkara, mereka tunggu kabar dari Madinnah.
Terkadang kalau kabar datang terlambat mereka harus ijtihad.
Wallahu'alam bishowab.

3️⃣ Bagaimana batasan berhungan dengan keluarga yang non muslim, misalnya dari keluarga suami.!
↪️  Jawab :
Landasan kita adalah,
★ Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala QS. Mumtahanah ayat 8 :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8)

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
(QS. Mumtahanah : 8)
Kita tidak mensikapi sama terhadap non muslim.
Karena diantara mereka ada yang benci terhadap syariat Islam dan memusuhi, dan ada juga yang baik dan ramah dan membantu kaum muslimin.
Begitu juga si zaman Nabi, kaum kafir beda2, ada kaum Nazasy yang menolong kaum muslimin, ada Abu Jahl dan Yahudi yang berkhianat.
Nabi mensikapi mereka dgn sikap yang berbeda2.
Intinya kalau ada orang kafir yang tidak memusuhi agama Islam, kita berperilaku baik kalau bisa kita dakwahi tentu itu yang terbaik.
Wallahu'alam bishowab.

4️⃣ Mengapa Abu Bakar radhiallahu'anhu selalu menjadi bahan olokan bagi kaum Syiah, padahal yang saya ketahui Syiah itu pengikut Ali bin Abi Thalib radhiallahu'anhu dan Ali mencintai Abu Bakar.!
↪️  Jawab :
Sudah dijelaskan bahwasanya orang2 Syiah meyakini bahwasanya yang berhak menjadi Khalifah setelah Nabi shalallahu'alaihi wasallam adalah Ahlul Bait yang mereka anggap Ahlul Bait tersebut maksum.
Yang Maksum menurut mereka adalah,
- Ali bin Abi Thalib
- Hasan bin Ali
- Husein bin Ali
- dan seterusnya sampai 12 Imam.
Adapun Abu Bakar, Umar dan Utsman bukan dari Ahlul Bait. Mereka menganggap bahwa Abu Bakar, Umar dan Utsman telah merampas kepemimpinan dari Ali bin Abi Thalib.
Dan inilah kedustaan dari mereka. Kalau Ali bin Abi Thalib tau bahwasanya dia yang berhak jadi Khalifah, maka dia akan berjuang merebut kekuasaan. Tidak mungkin Ali diam saja sampai setelah Utsman meninggal baru dia jadi Khalifah.
Ini semua tidak mungkin dan hanya khayalan orang2 Syiah yang menganggap kekhilafahan Abu Bakar tidak sah.
Dari situ maka mereka mengkafirkan Abu Bakar dan sahabat2 yang lain dan mereka menganggap semuanya murtad.
Dan ini penghinaan kepada Nabi shalallahu'alaihi wasallam, seakan2 Nabi selama 23 thn mendidik para sahabatnya gagal, karena Nabi meninggal semuanya murtad. Ini semua kedustaan dan penghinaan kepada Nabi shalallahu'alaihi wasallam.
Kita semua tau bahwa hubungan semua sahabat itu baik, sebagai bukti hubungan mereka semua baik adalah ketika Umar menikahi anaknya Ali bin Abi Thalin yaitu Ummu Kultsum bin Ali yang merupakan ade dari Hasan dan Husein. Dan punya anak yang bernama Zaid bin Khattab.
Wallahu'alam bishowab.

5️⃣ Mohon nasihat untuk tidak futur ngaji di zaman pandemik seperti ini, kadang kajian online rasanya beda dengan kajian langsung, kadang merasa tidak semangat. Mohon nasihatnya Ustadz..!
↪️  Jawab :
Apa yang Allah berukan kenikmatan kepada kita harus kita syukuri, kita masih bisa ngaji online. Tentunya kita senang ke masjid sholat bersama dengan shaf rapat, pengajian2 rame, bertemu dengan kawan2.
Apa yang Allah berikan ujian kepada kita harus kita syukuri dan kita tetap semangat.
Kita tahu bahwasanya majelis ilmu tetap ini adalah majelis ilmu, kita di masjid atau kita online sama2 majelis ilmu, dan orang yang terbiasa ke masjid untuk ikut pengajian, ketika ada halangan dia tidak bisa ke Masjid dan kajian lewat online, Insyaa Allah pahalanya sama karena itu kebiasaan dia.
Karena Allah menilai adalah bagaimana seorang sebelum ada udzur, ketika ada udzur pahalanya sama seperti ketika aktivitas dia sebelum ada udzur.
◆ Sabda Nabi :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

"Kalau seorang sakit atau bersafar maka tetap dicatat amal baginya seperti apa yang biasa dia kerjakan."
[HR. Bukhari]
Kalau sehat selalu puasa sunnah, sholat rawatib, sholat tahajud, kemudian sakit maka pahala puasa sunnahnya, sholat rawatibnya, sholat tahajudnya tetap dicatat. Walaupun dia sakit selama 5 thn maka pahalanya tetap dicatat selama 5 thn karena iti kebiasaan dia dan itulah Rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Begitupun ketika dia safar.
Kata Nabi sesunguhnya di Madinnah ada orang2,
"Tidaklah kalian menempuh suatu jalan kecuali mereka ikut jalan bersama kalian, tidaklah kalian melewati satu lembah kecuali mereka juga ikut melewati lembah bersama kalian."
Artinya pahalanya mereka sama.
Maka yang Allah nilai adalah kebiasaan seseorang.
Ketika kajian di Masjid kita serius, maka hendaknya ketika kita kajian online kita juga serius.
karena menuntut ilmu adalah ibadah sebagaimana Sholat dan baca Quran juga ibadah.
Wallahu'alam bishowab.

📔  PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~