Terlarangkah Berdoa Dengan "Insya Allah"?

ย 

Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal : Sabtu, 28 Februari 2026
Ustadz : Farid Nuโ€™man Hasan
==================

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz...saya mau bertanyaโ€ฆ Kadang kita dengar berdoa, "Semoga kita dikumpulkan lagi di surga, Insya Allah" .. apakah benar ini doa terlarang? Karena ada kesan tidak yakin dan tidak serius. (dari hamba Allah)

Jawaban
========

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillahirrahmanirrahim..

Ucapan Insya Allah, adabnya dipakai dalam janji, bukan dalam doa, sebagian ulama mengatakan makruh. Tapi, jika pemakaian Insya Allah untuk meyakinkan atau tabarruk (mencari berkah) maka boleh. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri yang mengajarkan salah satu doa untuk orang sakit: Laa ba'sa Thahurun, Insya Allah sebagaimana dalam hadits Imam Bukhari.

Syaikh Abdullah Al Faqih mengatakan:

ูˆุงู„ู†ู‡ูŠ ุงู„ูˆุงุฑุฏ ุนู† ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุฏุนุงุก ุจุงู„ู…ุดูŠุฆุฉ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- -ูƒู…ุง ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู†-: ู„ุง ูŠู‚ูˆู„ู† ุฃุญุฏูƒู…: ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ูŠ ุฅู† ุดุฆุชุŒ ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฑุญู…ู†ูŠ ุฅู† ุดุฆุชุŒ ู„ูŠุนุฒู… ุงู„ู…ุณุฃู„ุฉุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ู…ูƒุฑู‡ ู„ู‡. ู‡ูˆ ู„ูƒุฑุงู‡ุฉ ุงู„ุชู†ุฒูŠู‡ ู„ุง ู„ู„ุชุญุฑูŠู… ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญุŒ ูˆู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ู† ูŠุฑู‰ ุฃู† ู‚ูˆู„: ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡. ุนู‚ุจ ุงู„ุฏุนุงุก ุฅู† ูƒุงู† ุนู„ู‰ ุณุจูŠู„ ุงู„ุชุจุฑูƒุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠูƒุฑู‡.

ูˆู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ู† ูŠุฑู‰ ุฃูŠุถุง ุฃู† ุงู„ุฏุนุงุก ุฅุฐุง ูƒุงู† ุจุตูŠุบุฉ ุงู„ุฎุจุฑุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ุชุนู„ูŠู‚ู‡ ุจุงู„ู…ุดูŠุฆุฉุŒ ูƒุงู„ุฏุนุงุก ู„ู„ู…ุฑูŠุถ ุจู‚ูˆู„: ุทู‡ูˆุฑ ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡.

Ada larangan yang datang tentang menggantungkan doa dengan kehendak (masyiโ€™ah) dalam sabda Nabi ๏ทบ โ€” sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim โ€”:

โ€œJanganlah salah seorang dari kalian mengatakan: โ€˜Ya Allah, ampunilah aku INSYI'TA ( jika Engkau menghendaki). Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki.โ€™

Hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena tidak ada yang dapat memaksa-Nya.โ€

Larangan ini menurut pendapat yang shahih adalah untuk makruh tanzih (tidak sampai haram), bukan untuk pengharaman. Sebagian ulama berpendapat bahwa ucapan โ€œinsya Allahโ€ setelah doa, jika dimaksudkan sebagai bentuk tabarruk (mengharap keberkahan), maka tidaklah makruh.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa apabila doa itu berbentuk kalimat berita (bukan permintaan langsung), maka tidak makruh menggantungkannya dengan masyiโ€™ah, seperti mendoakan orang sakit dengan ucapan: โ€œSemoga menjadi pembersih (dosa), Insya Allah.โ€

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 443119)

Demikian. Wallahu A'lam

Sumber : https://t.me/UstadzFaridNuman
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :ย 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812