Mengejar Bahagia, Tapi Salah Jalan?

Oleh : Bakharudin Yusuf

 

Kultum Dzuhur di Masjid Baabut Taubah hari ini sedikit berbeda. Para jamaah tampak antusias menyimak untaian nasihat dari Ustadz Asep Masdinar. Dengan pembawaan yang khas—renyah namun sarat akan makna—beliau membedah fenomena manusia yang seringkali "salah arah" dalam mencari ketenangan hidup.

Kegiatan
Ustadz Asep Masdinar Saat Menyampaikan Tausiyah

 

Berikut adalah tiga poin utama yang menjadi sorotan dalam kajian tersebut:

1. Kekayaan Bukan di Dompet, Tapi di Hati (Qona'ah)

Banyak orang yang menghabiskan umurnya menumpuk harta demi mencapai rasa "cukup". Padahal, rasa cukup tidak akan pernah datang dari angka di rekening. Ustadz Asep menegaskan bahwa kekayaan sejati adalah Qona'ah.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati." (HR. Bukhari & Muslim)

2. Sibuk Menghitung, Lupa Bersyukur

Kekeliruan kedua adalah saat seseorang terlalu sibuk menghitung-hitung kekayaan (akumulasi) hingga lupa hakikat keberkahan. Fokus pada angka seringkali membuat manusia lalai dari tujuan penciptaannya.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur'an:

"Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya." (QS. Al-Humazah: 2-3)

3. Salah Definisi "Santai" dan Ketenangan

Banyak yang mengira hidup santai adalah ketika memiliki sedikit beban atau hanya mengejar kesenangan duniawi yang semu. Padahal, ketenangan yang hakiki hanya didapat melalui zikir dan kedekatan kepada Sang Khalik.

Sebagaimana firman Allah SWT:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Kegiatan
Suasana Kwgiatan Kultum Dzuhur
Kamis 26/2 di Masjid Baabut Taubah

 

Kajian ini ditutup dengan pesan kuat bahwa kebahagiaan adalah masalah manajemen hati, bukan manajemen aset. Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya jamaah yang tetap fokus hingga akhir sesi, terhipnotis oleh cara penyampaian Ustadz Asep yang segar namun menohok realita kehidupan sehari-hari.

Team Media DKM Baabut Taubah.                             PT. Denso Indonesia