Syarat Bahagia

Anisa Septiani • 10 April 2021

Tertampar rasanya melihat salah satu postingan instagram dari akun @abun_nada, yang membicarakan tentang sebuah “Syarat bahagia”. mungkin benar selama ini yang membuat hati gelisah bukan karena hilanganya kebahagian dihidup kita, tapi karena hilangnya rasa syukur.

 

Setiap hari bergelut mengejar pencapaian dunia yang tiada akhir. Dahulu pada saat tidak memiliki kendaraan, mempunyai sepeda menjadi syarat bahagia, ketika sudah memiliki sepeda,rasanya kebahagiaan seakan hilang, dan memiliki kendaraan bermotor menjadi syarat bahagia yang baru, dan begitu seterusnya. Syarat yang terus berganti dan kian lama kian tinggi menjadikan rasa bahagia seolah tak pernah mengisi hati.

 

Padahal bukankah berkumpul bersama orangtua merupakan mimpi untuk seorang anak yatim?, bisa makan dan minum bukankah keinginan dari seorang yang sedang kelaparan? bekerja di sebuah perusahaan bukankan itu harapan dari seorang pengangguran? Bertemu kembali dengan bulan RAMADHAN bukankan hal yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang telah tiada ? tapi mengapa dengan tercukupinya hal tersebutpun, kebahagiaan masih belum menetap dihati kita? Jelas ada yang salah di hati dan cara pandang kita selama ini.

 

Perbesar rasa syukur, turunkan syarat bahagia. Barangkali itu membuat rasa bahagia lebih mudah menghampiri. Terima kasih @abun_nada sudah mengingatkan hal yang seringkali lupa untuk disadari.

Perusahaan Grup Astra
TD Automotive Compressor Indonesia
Wilayah Grup Astra
Jadetabek