Satu Bulan Itu Cukup Untuk Berhenti Merokok

PTUT. Kehadiran KH. Tengku Zulkarnain, MA selalu mendapat sambutan antusias dari jamaah masjid Al Furqaan UT. Demikian pula saat mengisi Taklim Bersama Istirahat Ramadhan (TAKBIR) (8/6) selepas shalat dzuhur berjamaah di masjid Al Furqaan UT.

Dalam taklim yang dihadiri sekitar 700 an jamaah, salah satu yang beliau sentil adalah perilaku kaum muslim yang hingga hari ini masih banyak mengkonsumsi rokok.

"Saat sidang komisi fatwa MUI pada tahun 2009 berkumpullah ulama-ulama dari perwakilan propinsi di Indonesia. Dari semua ulama yang memberikan ijtihadnya mengenai rokok 17% menyatakan makruh dan sisanya (83%) mengharamkannya", ustadz Tengku menjelaskan.

Lalu beliau menjelaskan kisah asal muasal tanaman tembakau. " Saat setan diusir dari surga yang penuh keharuman dan diturunkan ke bumi, setan kalut karena bumi tidak nyaman dan bau tidak sedap. Dia tumpahkan air seninya dimana-mana. Dari bekas buang air seni tersebut tumbuhlah tanaman dengan daun lebar-lebar. Naah itulah tanaman tembakau bahan rokok yang sekarang banyak dihisap orang", kata Ustadz Tengku. Suasana ruang taklimpun jadi riuh mendengarnya. " Dalam rokok juga terkandung ribuan racun yang mematikan dan merusak organ tubuh manusia, salah satunya adalah nikotin", tambahnya.

"Nikotin itu tahan di tubuh manusia sampai 22 hari, artinya jika setelah 22 hari tidak merokok lagi maka nikotin akan bersih dari tubuh. Puasa Ramadhan itu lamanya 1 bulan. Artinya itu bisa menjadi sebuah langkah awal untuk berhenti merokok.

Kurang lebih 45 menit ceramah yang di sampaikan KH. Tengku Zulkarnain, MA. Setelah menjawab beberapa pertanyaan jamaah, pada jam 13.00 WIB taklim ditutup dengan pembacaan do'a penutup majelis. (Teguh)

Juni 2016
Teguh P


Berita Terkait