Membentuk Keluarga Samara

Allah berfirman dalam QS. Ar-Rūm ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

" Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

Harus kita akui bahwasanya tujuan pernikahan adalah agar keluarga mendapatkan sakinah mawadah dan warahmah.
Sakinah adalah rasa tenang, rasa tentram, damai yang dirasakan oleh kedua pasangan.
Mawadah maknanya cinta kasih.
Warahmah adalah belas kasih.

Sakinah mawadah warahmah tidak akan terbentuk kecuali bila masing - masing dari pasangan menjadi pribadi yang soleh.

Ahmad bin harf seorang ahli ibadah dari Qurasan, beliau mengatakan: "apabila 5 perkara berkumpul pada diri seseorang maka sungguh sempurna kesolehannya. "

Lima perkara tersebut antara lain:
1. Menjaga solatnya
Mustahil ketenangan, cinta kasih dan belas kasih akan tercipta manakala suami istri tidak menjaga solatnya. Solat adalah dzikir terbesar. Faedah dari dzikir adalah hati menjadi tentram.

2. Berusaha mencari ridho Allah dengan takwa
Hendaklah engkau senantiasa menempati takwa karena sesungguhnya takwa itu ialah inti dari segala kebajikan. Sebaik baik bekal adalah takwa. Dengan takwa Allah akan memberikan rahmat.

3. Memiliki sifat sabar
Setiap rumah tangga pasti ada berbagai macam problem dan ujian, dan semua itu membutuhkan kesabaran. Mendidik istri, mendidik anak membutuhkan kesabaran. Dan kesabaran itulah yang akan membuahkan hasil yang luar biasa.

4. Membasahi lisanya dengan dzikir.
Hendakanya masing - masing pasangan menjaga perkataanya tidak saling mengadu domba, menggunjing. Lebik baik berkata baik, membaca al qur'an, dan berdzikir.

5. Memiliki kezuhudan dunia
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi meletakkan dunia hanya ditangan bukan didalam hati. Menjadikan harta benda sebagai titipan Allah yang digunakan untuk mecari keridhoan Allah.

sumber: Ustadz Ahmad Syaikhu S. Ag

Agustus 2018
candra kurniawan


Agenda Terdekat

Rabu, 19 Des - 16.30 | Lain-lain
Tahsin Al Qur'an Bersanad Masjid Al Haqqul Mubiin Karawang PT Astra Honda Motor

Berita Terkait