Hikmah Dibalik Musibah

Secara fitrah tidak seorangpun di muka bumi ini menginginkan suatu musibah yang menimpa pada dirinya. Yang diinginkan seaeorang adalah sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan bagi dirinya.

Bagi seorang mukmin, musibah yang terjadi pada dirinya dipandang sebagai ujian hidup. Maka dibalik ujian itulah yang perlu direnungkan. Apa hikmah dibalik ujian tersebut.
Baginya ukuran baik atau buruknya sesuatu, benar atau salah, suka dan dukanya semua di kembalikan nilainya kepada Allah.

Seorang mukmin tidak akan mudah patah semangat dan berputus asa karena seorang mukmin sangatlah yakin bahwa setiap kejadian pastilah sudah ada dalam kehendak dan takdir Allah.

Allah berfirman dalam QS. At-Tagābun : 11

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Sesungguhnya didalam musibah itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah agar manusia kembali kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya. Dan menjauhi perbuatan maksiat dan mungkar yang selama ini mereka kerjakan.

Allah berfirman dalam QS. Al-An'ām : 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

"Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)."

Mengapa Allah menimpakan musibah, sementara manusia tidaka ada yang menginginkan musibah itu? Maka disinilah Allah ingin menunjukkan kekuasaanya yang mutlak. Tidak ada satu makhlukpun yang dapat mendikte kehendak-Nya. Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Selain itu juga Allah ingin memberikan pelajaran bagi hamba-hambnya agar mau berfikir tentang sebab terjadinya musibah dan apa hikmah dari musibah tersebut.

Maka kewajiban kita ketika musibah datang adalah meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya. Dengan memperbanyak berdzikir dan istighfar.

Uatadz Aswat Sarwat Lc

Oktober 2018
candra kurniawan


Agenda Terdekat

Rabu, 19 Des - 16.30 | Lain-lain
Tahsin Al Qur'an Bersanad Masjid Al Haqqul Mubiin Karawang PT Astra Honda Motor

Berita Terkait