Al Quran Nutrisi Terbaik untuk Ruh

PT United Tractors Tbk. Masjid UI Depok. Dalam kegiatan pembekalan panitia Ramadhan 1437 H PT UT, Ustadz Miftah usai memimpin sholat Subuh mengatakan, "Al Quran itu adalah Nutrisi Terbaik Ruh".

Acara yang dihadiri oleh sekitar 40 panitia Ramadhan 1437 H PT UT di Masjid Ukuwah Islamiah Universitas Indonesia - Depok (27-28 Mei 2016) berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Berikut ulasan kuliah subuh yang disampaikan oleh Ustadz Miftah dalam kajiannya yang berjudul "Al Quran Nutrisi Terbaik Ruh"

Kuliah Subuh (Pentingnya membaca Al Quran)
Ust. Miftah

Tidak ada seorang pun yang berani meninggalkan puasa Ramadhan ketika mengetahui keutamaan bulan Ramadhan.

Satu poin penting yang sering dilupakan adalah interaksi dengan Al Quran.

Keutamaan Al Quran
1. Kenapa harus membaca kitab Allah

Perdagangan yang tidak pernah merugi.

Barang siapa yang membaca Al Quran, 1 huruf akan Allah berikan 1 kebaikan, 1 kebaikan akan Allah lipatgandakan 10 kebaikan.

Barang siapa membaca Al Quran 100 ayat dalam satu malam, maka seperti orang tersebut sholat sepanjang malam.

Bacalah Al Quran, karena Al Quran pada hari kiamat akan menjadi penolong. Karena pada hari kiamat Al Quran akan menjadi syafaat bagi pembacanya.

Carilah sesuatu yang dapat menyelamatkan kita di akhirat dari neraka. Yaitu dengan membaca Al Quran.

Barang siapa yang ingin mengetahui apakah dia mencintai Allah dan Rasul Nya, maka lihatlah dia apakah dia mencintai Al Quran.

Salah satu kisah para sahabat, Allah berikan keberkahan waktu untuk menghatamkan Al Quran dalam 1 bulan. Masyaallah.

Kita harus punya tekad untuk membaca Al Quran lebih banyak dalam bulan Ramadhan.

Tubuh kita terdiri dari 2 unsur :
1. Jasad
2. Ruh
Kedua unsur itu perlu nutrisi, jangan sampai salah memberikan makanan.

Allah ciptakan jasad dari tanah, maka Allah ciptakan makanan dari tanah.

Ruh Allah ciptakan dari lahiriah, maka nutrisi yang dibutuhkan adalah nutrisi ruhiya yaitu dengan membaca Al Quran.

Jika kita tidak memberikan makanan lada jasad kita, maka jasad kita akan sakit. Begitu juga jika kita tidak memberikan nutrisi pada ruh kita, maka ruh kita juga akan sakit. Yaitu kita tidak akan merasakan kebahagiaan. (arifpt)

Mei 2016
arifpt


Berita Terkait