3 Kelompok Manusia Dalam Menyikapi Kebenaran

Setiap manusia selalu mendambakan yang namanya kebahagiaan. Akan tetapi dalam realitanya, sangat sangat sedikit sekali manusia yang bisa menggenggam kebahagiaan dunia juga akhirat.

Sehingga islam mengolongkan manusia itu dalam empat golongan: Bahagia di dunia sengsara di akhirat, Sengsara di dunia bahagia di akhirat, Sengsara di dunia dan akhirat, dan Bahagia di dunia dan akhirat.

Tentu kita semua menginginkan masuk dalam golongan yang terakhir yaitu bahagia dunia dan akhirat. Lalu apa yang harus kita lakukan agar dapat masuk dalam golongan tersebut? Jalan mana yang harus kita tempuh?

Islam memberikan sebuah jawaban. Salah satu cara yang harus kita lakukan atau salah satu jalan yang harus kita tempuh untuk bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat adalah mengikuti sebuah kebenaran. Kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang bersumber dari Al Qur'an dan hadist.

Adapun kebenaran yang di ada adakan atau di rekayasa oleh manusia itu merupakan kebenaran yang semu. Dan kebenaran yang semu tidak akan pernah bisa mengantarkan kita untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat.

Akan tetapi manusia ketika menerima kebenaran yang mutlak, Allah mengelompokkan manusia di dalam Qs. Al-Fatir:32 menjadi tiga kelompok

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."

Tiga kelompok manusia dalam menyikapi sebuah kebenaran yaitu;
1. Kelompok yang menolak kebenaran
Dalam Al qur'an, kelompok yang menolak kebenaran disebut kelompok yang dzolim kepada dirinya sendiri.

2. Kelompok pertengahan
Kelompok yang mengambil jalan tengah. Artinya seimbang antara kebaikan dan keburukan. Di satu tempatia menabur kabaikan, tetapi di tempat yang lain ia menabur keburukan. Ada satu ayat yang di amalkan ada pula ayat yang tidak ia kerjakan.

3. Kelompok yang menerima kebenaran
Kelompok yang selalu menerima kebenaran yang mutlak yang tertera dalam al qur'an dan hadist.

Akan tetapi semua itu adalah dengan ijin Allah. Kembali kita kepada fitrah kejadian kita sebagai manusia. Laa haula walaa quwata illa billah. Manusia tidak punya daya dan kekuatan kecuali hanya dengan pertolongan Allah. Karna itulah kita selalu berdoa ketika kebenaran itu datang kita terima dengan lapang dada agar kita bisa meraih bahagia dunia dan akhirat.

Ustadz Ahmad Rojab Lc, MA

September 2018
candra kurniawan


Agenda Terdekat

Selasa, 23 Okt - 12.00 | Lain-lain

Tahsin Al Qur'an
Ustadzah Marlina

Masjid Al Haqqul Mubiin Sunter
PT Astra Honda Motor

Berita Terkait