Samurai Paling Tajam Di Dunia

Nama Penulis: 
Soni Gunadis
Perusahaan: 
TOYOTA
Naskah Cerpen: 

Pagi ini bias cahaya kekuningan sedikit meredup. Pun tak ada angin seperti biasanya. Aku berpikir pertengahan Maret ini seolah enggan menggerogoti sang waktu. Produksi MDP yang makin bertambah tiap harinya, deadline report akhir bulan yang harus aku selesaikan, belum meeting QCC yang sebentar lagi akan show up konvensi. Ah, seperti mau pecah saja kepala ini. Nyatanya, dalam benak retorikaku terus merangsak menembus jutaan tera byte memori yang tersimpan. Ia tak segan-segan meletup setiap saat bak bom molotov yang siap diledakan.

Bagiku sebuah kehidupan seseorang pasti memiliki sejuta narasi di kepalanya. Seolah sinaps serebrum terus bergerak menelusuri syaraf-syaraf di setiap pola pikirnya. Entah soal mimpi, pencapaian, ambisi pun kontradiksi. Seperti temanku yang satu ini, baginya esensi sebuah problem itu terkadang absurd, dengan segala polemik yang terjadi di akhir-akhir ini.

“Saya pusing mas, kalau harus dijejali tugas seperti ini. Belum harus overtime tiap akhir kerja,” ujar Dimas yang tiba-tiba menghampiri mejaku saat jam istirahat. Ia adalah salah satu anak kontrak tahun pertama yang memang memiliki kewajiban mengumpulkan ide SS (sugestion system) tiap bulan. Mataku menangkap wajah penuh keputus asaan.

“Kenapa, belum nemu ide baru lagi, ya?” Aku berujar dengan penuh simpatik. Menjadi seorang leader tentu harus bisa memahami kondisi timnya. Tak jarang peranku kadang berganti seolah menjadi psikiater yang siap mendengarkan curhatan mereka dari soal pekerjaan hingga masalah pribadi.

“Sebenernya aku udah nemu problemnya, Mas. Aku susah kalau pas ngecek corner sensor harus dibantu sama orang lain. Sementara aku juga harus kejar-kejaran dengan waktu pengecekan,” jelasnya panjang lebar. Memang pada kendaraan model tertentu pengecekan item ini wajib dilakukan. Karena fungsinya sebagai sensor penanda saat parkir. Pada jarak tertentu, sensor ini akan berbunyi ketika ada benda atau objek sekitar mobil. Akan fatal apabila sensor ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Aku mengangguk-angguk mendengar masalahnya, kemudian sepersekian detik pandanganku ke arah langit-langit gedung mencoba mencari solusi. Ah, tiba-tiba ingatanku menuntun kejadian tadi pagi saat mengantri pada penyebrangan jalur kereta. Dengan tersenyum aku melempar sebuah pertanyaan yang tidak biasa. Memang kebiasanku ketika memberikan solusi tidak langsung aku berikan. Tetapi membiarkan timku untuk berpikir, agar ide kreatif yang muncul dari pemikiran mereka sendiri lebih mudah dikembangkan.

“Hah! yang biasa aku lewati sebelum parkir?” tanyanya. Alis Dimas mengeryit. Tatapannya terlihat bingung dengan pertanyaan konyolku. Kemudian ia mencoba mengingat-ingat hal apa yang dilalui sebelum parkir. “Ohh ... maksudnya palang pintu otomatis ya, Mas?” imbuhnya.

Perkiranku tepat. Dimas pasti akan menyebut itu. Tanpa babibu Dimas langsung paham dengan apa yang aku maksud. Kemudian ia menggambar konsepnya. Secara konsep hampir sama dengan palang pintu otomatis, bedanya ide Dimas dibuat bergerak secara horisontal. Namun, melihat biaya bahan dan motor penggerak yang digunakan cukup besar. Ditambah ia membutuhkan empat penggerak untuk setiap sisi depan dan belakang body mobil.

“Gimana ya, Mas?” Dimas mengajaku berdiskui di sela-sela istirahat setelah berhari-hari mencoba mengerjakan project itu. Kalau dihitung-hitung projet ini membutuhkan biaya pembuatan hampir dua puluh juta. Tentu hal ini bakal menambah cost perusahaan dan berbanding terbalik dengan metode efficiency cost yang selama ini diterapkan. “Kalau dibuat manual aja gimana, Mas? Nanti untuk bahan kita pakai pipa-pipa sisa gudang yang masih layak,” usulnya.

“Wah, boleh juga, tuh! Ide kamu ini selain membantu pengecekan juga dapat mengurangi satu MP setiap line, lho!” ujarku penuh berapi-api membayangkan ide yang dikembangkan Dimas bisa segokil itu. Dalam prototype yang ia buat, Dimas menambahkan pulley dan tali sling sebagai penggerak. Bentuknya kecil mirip pengerek timba di sumur. Ketika sling ditarik, maka palang-palang akan bergerak mendeteksi bunyi corner sensor. Cerdas juga idenya, pikirku.

Selang beberapa hari setelah mengumpulkan paper project, aku mendapat kabar dari atasan kalau project ini disetujui dan sudah dibubuhi tanda tangan hingga level division head. Wow, suatu pencapaian yang luar biasa dari seorang Dimas selama ini. Bagaimana tidak, sebuah ide yang berhasil menembus division head sudah pasti point rewardnya bisa mencapai jutaan. Dimas kemudian dipanggil dan dimintai untuk mempresentasikan idenya. Alhasil kinerja Dimas sangat diapresiasi. Aku tidak menyangka berawal dari pertanyaan konyolku Dimas berhasil mengembangkan idenya.

Pada akhirnya dalam sel abu otak ini aku menyadari bahwa waktu dan proses adalah 'samurai' paling tajam di dunia. Kita bisa menjadi pemenang jika menguasainya atau kalah jika dikuasainya. Dan kami sudah berhasil menguasai 'samurai' itu dengan segala kuasa-Nya.

Lomba Cerpen

No. Judul Cerpen Nama Penulis Perusahaan
1 Makkah, I'm coming Zain Udin AS Astra Daihatsu Motor
2 Mengetuk Pintu Langit daitoryoo_95 Astra Daihatsu Motor
3 Gerakan 1000 Masjid Fadlu Rohman Astra Daihatsu Motor
4 Birrul Walidain i_sur Astra Daihatsu Motor
5 Dermawannya Rosulullah SAW Ahmad Rosyidi Chuhatsu Indonesia
6 Hikmah Kisah Nabi Allah Yusuf AS Jajat Supriatna Astra Daihatsu Motor
7 BUKAN ORANG BAIK Part 1. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
8 BUKAN ORANG BAIK Part 2. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
9 BUKAN ORANG BAIK Part 3. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
10 BUKAN ORANG BAIK Part 4. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
11 Rezeki Terbaik dari Ar-Razzaq @putripramudyo Astra Daihatsu Motor
12 Allah pasti beri jalan terbaik Part 1 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
13 Allah pasti beri jalan terbaik Part 2 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
14 Allah pasti beri jalan terbaik Part 3 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
15 Allah pasti beri jalan terbaik Part 4 (End) Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
16 Kacang dan Kulitnya - Part 1 armelyadhika Astra Daihatsu Motor
17 Kacang dan Kulitnya - Part 2 armelyadhika Astra Daihatsu Motor
18 Kacang dan Kulitnya - Part 3 (END) armelyadhika Astra Daihatsu Motor
19 Manfaat Tak Terbatas Tempat - Part 1 Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
20 Manfaat Tak Terbatas Tempat - Part 2 (End) Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
21 Broker Hidayah Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
22 BUKAN ORANG BAIK Part 5. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
23 BUKAN ORANG BAIK Part 6. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
24 BUKAN ORANG BAIK Part 7. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
25 BUKAN ORANG BAIK Part 8. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
26 BUKAN ORANG BAIK Part 9 END. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
27 Belajar Peduli Andika Dwi Saputra Pamapersada Nusantara
28 Ustadz Ku Motivasi Hidup Ku USTUKRI Astra Graphia
29 Dunia Di Balik Helm - Part 1 Soni Guandis TOYOTA
30 Dunia Di Balik Helm - Part 2 Soni Guandis TOYOTA
31 Inovasi, Motivator Muljono AUTO 2000
32 Bermanfaat Meski Tanpa Materi Andika Dwi Saputra Pamapersada Nusantara
33 Samurai Paling Tajam Di Dunia Soni Gunadis TOYOTA
34 BERSYUKUR ATAS NIKMAT ALLAH Jajat Supritana Astra Daihatsu Motor
35 Pejuang Sodaqoh Fadlu Rohman Astra Daihatsu Motor
36 MUSLIMAH IN ACTION Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
37 [Bukan] Jumpa Yang Terpaksa Soni Gunadis TOYOTA
38 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
39 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
40 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
41 Ketika Hidayah Menyapa Basyiruddin Asyrof Astra Daihatsu Motor
42 RAMADHAN HENING Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
43 MENGGAPAI ASA Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
44 Aku Anak Sawit Gede Ardiantara, S.Pd. Gr. Astra Agro Lestari
45 DETAK REKAM JEJAK Dita Ramadhani Astra Daihatsu Motor
46 Menapak langkah kepasrahan Askar Isuzu Astra Motor Indonesia
47 Labirin Askar Isuzu Astra Motor Indonesia

Cerpen Nominasi

Belum ada cerpen yang masuk dalam tahap nominasi.

Bermuamalah di Amaliah