Dunia Di Balik Helm - Part 2

Nama Penulis: 
Soni Guandis
Perusahaan: 
TOYOTA
Naskah Cerpen: 

Sebuah patung dengan hamparan sungai yang indah lengkap dengan barisan gedung-gedung pencakar langit di belakangnya menambah decak kagum cowok itu. Ya, Patung Merlion, landmark Singapura yang membuat negara maju yang satu ini digandrungi para wisatawan baik domestik maupun international. Buru-buru ia berlari menuju jembatan yang tak jauh dari lokasi. Jembatan kokoh yang menyambungkan antara Merlion Park dengan Esplanade sebuah bangunan yang mirip dengan durian ini menjadi spot menarik untuk berfoto dengan latar Patung Merlion. “Singapuraaaa....Im Commiiiiiing!” Cowok itu berteriak dengan sedikit mengejutkan beberapa pengunjung. Sebuah kenangan khayalan indah yang tidak akan pernah dilupakannya.

Ya, cowok pengkhayal itu adalah aku. Di dalam dekapan helm yang gelap dan sempit inilah aku menciptakan banyak dunia. Perjalanan rutin kerja PP dari Telukjambe-Klari atau sebaliknya ini membutuhkan waktu 45 menitan. Membuat gejolak sel abu dalam serebrum ini harus tetap aktif dan fokus di perjalanan agar tidak bosan. Asyik banget bisa mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Mencoba mereview tempat atau kondisi yang pernah aku kunjungi atau rasakan dengan situasi berbeda tentunya. Itulah enaknya mengkhayal. Bebas menambahkan apa saja di lokasi real sekalipun. Jika tidak suka, tinggal singkirkan dari hadapan hingga raib dari tempat itu. Dalam dunia khayalan aku yang menciptakan aku juga penguasanya. Hahaha ...!

Namun, kali ini ada yang sedikit berbeda. Setelah berhasil mengahalu kemacetan di pagi hari. Mata ini menangkap sesosok perempuan tua pada tanah lapang area masuk menuju kawasan KIIC-Karawang. Cara berjalannya membunguk dengan bantuan tongkat. Uniknya setiap pagi ia terlihat mengumpulka sampah-sampah di sekitaran tanah lapang.

Aku tahu betul, puluhan mata orang-orang yang berseliweran sepanjang jalan itu juga melihatnya. Sebagain terlihat cuek, mungkin karena takut telat menuju PT tempat mereka bekerja masing-masing. Dan aku pikir nggak sedikit orang yang menganggapnya (maaf) orang gila. Selama tiga hari berturut-turut aku lihat aktifitas dan penampilannya masih sama, memunguti sampah-sampah di pinggiran lapangan.

Besoknya untuk mengusir rasa penasaran, aku sengaja berangkat lebih pagi dengan membawa nasi bungkus yang aku beli dekat perumahan. Begitu aku jumpai sosok perempuan itu, aku sandarkan motor di pinggir jalan. Karena kondisi lapangan yang sedikit menurun dan becek, aku harus turun secara perlahan untuk lebih menjangkau posisinya. Astaga! (maaf) baru sekitar dua meter hidungku mencium aroma yang sangat mengganggu inderaku. Tak ingin membuat beliau tersinggung, aku langsung mendekat sembari mencoba menjabat tangan. Pikiran ini berkecambuk takut kalau memang benar ia seorang dengan masalah kejiwaan. Iris mata ini tak henti memandangi beliau. Pawakannya kurus dengan rambut gimbal yang menghiasi kepalanya. Perempuan dengan mata sayu dan muka penuh kerutan ini menjawab salam begitu aku menghampirinya. Aku taksir usianya kisaran tujuh puluh tahunan. Terasa kasar dan lemah menyentuh ari kulit telapak tanganku saat berjabat.

Ada perasaan lega dalam hati ini, karena ternyata beliau adalah orang yang masih ‘normal’. Dengan balutan kain yang mulai memudar dipadu dengan kaos partai yang sudah tidak terlihat warnanya membuat terlihat sedikit menakutkan. Segera kutepis pikiran itu. Sesaat setelah berjabat beliau tersenyum.

“Aduh, haturnuhun, Aa. Repot-repot mawakeun ka emaman, Alhamdulillah bisa kanggo sarapan,” ujarnya dalam bahasa Sunda. Aku yang nggak begitu paham maksudnya hanya membalas dengan senyuman.

Tanpa disadari puluhan pasang mata di jalan itu memandangi kami. Begitu aku menoleh terlihat karyawati yang berboncengan memotret aktifitas kami. Buru-buru kupakai helm yang ada dalam genggamannku. Tanpa mengurangi rasa hormat aku berpamitan dengan beliau. Akhirnya hampir setiap hari aku putuskan membawa bekal tambahan untuk disedekahkan beliau.

Pernah waktu itu selepas subuh, rasa kantuk menggelayuti mata sehingga sedikit kesiangan dan tidak sempat membeli nasi bungkus. Namun, tanpa diduga begitu melewati jalan itu pemadangan yang membuatku lebih tersenyum lebar. Beberapa pengguna motor terlihat berhenti memberinya makanan. Yang lain terlihat karyawati memberikan sebungkus plastik berukuran sedang. Aku tebak mungkin itu berisi beberapa potong baju dan kain. Lumayan, bisa untuk bergantian. Sepanjang perjalanan menuju PT, di balik helm berwarna gelap ini tak henti-hentinya memuji Keagungan Allah SWT.

Betapa tidak, dalam hal kecil yang kita lakukan kepada orang lain, jika dilakuan dengan hati yang ikhlas dan tulus ternyata akan memberikan energi positif juga pada orang-orang sekitar. Dengan begitu tanpa disadari kita sudah belajar bersama tentang arti berbagi dan rasa syukur yang sesungguhnya.

Lomba Cerpen

No. Judul Cerpen Nama Penulis Perusahaan
1 Makkah, I'm coming Zain Udin AS Astra Daihatsu Motor
2 Mengetuk Pintu Langit daitoryoo_95 Astra Daihatsu Motor
3 Gerakan 1000 Masjid Fadlu Rohman Astra Daihatsu Motor
4 Birrul Walidain i_sur Astra Daihatsu Motor
5 Dermawannya Rosulullah SAW Ahmad Rosyidi Chuhatsu Indonesia
6 Hikmah Kisah Nabi Allah Yusuf AS Jajat Supriatna Astra Daihatsu Motor
7 BUKAN ORANG BAIK Part 1. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
8 BUKAN ORANG BAIK Part 2. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
9 BUKAN ORANG BAIK Part 3. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
10 BUKAN ORANG BAIK Part 4. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
11 Rezeki Terbaik dari Ar-Razzaq @putripramudyo Astra Daihatsu Motor
12 Allah pasti beri jalan terbaik Part 1 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
13 Allah pasti beri jalan terbaik Part 2 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
14 Allah pasti beri jalan terbaik Part 3 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
15 Allah pasti beri jalan terbaik Part 4 (End) Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
16 Kacang dan Kulitnya - Part 1 armelyadhika Astra Daihatsu Motor
17 Kacang dan Kulitnya - Part 2 armelyadhika Astra Daihatsu Motor
18 Kacang dan Kulitnya - Part 3 (END) armelyadhika Astra Daihatsu Motor
19 Manfaat Tak Terbatas Tempat - Part 1 Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
20 Manfaat Tak Terbatas Tempat - Part 2 (End) Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
21 Broker Hidayah Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
22 BUKAN ORANG BAIK Part 5. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
23 BUKAN ORANG BAIK Part 6. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
24 BUKAN ORANG BAIK Part 7. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
25 BUKAN ORANG BAIK Part 8. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
26 BUKAN ORANG BAIK Part 9 END. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
27 Belajar Peduli Andika Dwi Saputra Pamapersada Nusantara
28 Ustadz Ku Motivasi Hidup Ku USTUKRI Astra Graphia
29 Dunia Di Balik Helm - Part 1 Soni Guandis TOYOTA
30 Dunia Di Balik Helm - Part 2 Soni Guandis TOYOTA
31 Inovasi, Motivator Muljono AUTO 2000
32 Bermanfaat Meski Tanpa Materi Andika Dwi Saputra Pamapersada Nusantara
33 Samurai Paling Tajam Di Dunia Soni Gunadis TOYOTA
34 BERSYUKUR ATAS NIKMAT ALLAH Jajat Supritana Astra Daihatsu Motor
35 Pejuang Sodaqoh Fadlu Rohman Astra Daihatsu Motor
36 MUSLIMAH IN ACTION Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
37 [Bukan] Jumpa Yang Terpaksa Soni Gunadis TOYOTA
38 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
39 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
40 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
41 Ketika Hidayah Menyapa Basyiruddin Asyrof Astra Daihatsu Motor
42 RAMADHAN HENING Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
43 MENGGAPAI ASA Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
44 Aku Anak Sawit Gede Ardiantara, S.Pd. Gr. Astra Agro Lestari
45 DETAK REKAM JEJAK Dita Ramadhani Astra Daihatsu Motor
46 Menapak langkah kepasrahan Askar Isuzu Astra Motor Indonesia
47 Labirin Askar Isuzu Astra Motor Indonesia

Cerpen Nominasi

Belum ada cerpen yang masuk dalam tahap nominasi.

Bermuamalah di Amaliah