Dunia Di Balik Helm - Part 1

Nama Penulis: 
Soni Guandis
Perusahaan: 
TOYOTA
Naskah Cerpen: 

Seorang cowok berbadan sedang dengan wajah yang lonjong dipadu hidung yang nggak terlalu mancung bersiap melakukan perjalanan ajaib penuh petualangan. Ia telah melingkarkan masker pada mulut dan hidung lengkap dengan kacamata hitam yang menghias kelopaknya. Tubuh dengan sedikit tambun itu duduk tegak penuh keyakinan dan kepercayaan diri. Sarung tangan yang melilit di kedua tangannya mencengkeram erat dua buah pegangan yang sekaligus digunakan untuk mengatur ritme perjalanan kemana pun yang ia mau. Ditariknya kaca pelindung hingga menutupi wajah. Ditarik tuas secara perlahan. Si cowok pengkhayal itu mulai merasa relax. Suara klakson membuncah, hingar bingar sepanjang perjalanan mulai berganti pada sebuah ketenangan. Saatnya berangkaaat!!!

Kini ia menelusuri sebuah lorong gelap. Konsentrasinya ia jaga penuh agar ujung buntu di sana membuka dengan sendirinya. Sebuah pintu terhebat. Jalan menuju negeri absurd dengan segala antah berantahnya.

Dengan tetap fokus memegang dua buah handle, ia terus menerobos menelusuri lorong gelap itu. Kuncinya 30% pengetahuan, 70% khayalan. “Kreeeet......!!” bunyi kernyitan pintu yang lebih mirip gerbang dengan dua tuas pintu berbentuk kepala singa berwarna perak gelap mulai terbuka lebar.

Dan petualangan pun dimulai. Secara ajaib ia sudah berada di tempat asing dengan hiruk pikuk orang di sudut perkotaan. Tepatnya di sebuah taman dengan susunan arsitek yang mengagumkan. Bunga adenium dan peruvian lily berjejer rapi di pinggiran pembatas jalan. Lampu taman yang ditata apik lengkap dengan air mancur yang melingkar di pusat taman. Beberapa muda mudi terlihat sedang melakukan olahraga kecil sekedar merengangkan otot-otonya. Di jalur setapak dengan batuan marmer mengkilap sebagai pembatas terlihat orang-orang jogging dengan asyiknya.

Kemudian cowok itu duduk di salah satu bangku taman mencoba mengedarkan pandangannya, hingga segerombolan burung merpati dengan gesit mendekati cowok itu. Mungkin mengajaknya bermain. Oh tidak ...! Segerombolan burung itu mematuki kepala hingga ke tangan. “Ah, siaaal!” pekiknya. Ia mencoba mengusir dengan tas selempang hitam yang di ayunkan. Beberapa orang terlihat tertawa geli melihat tingkah lucu cowok itu.

Seorang bapak tua berwajah bule dengan kepala pelontos menunjuk sebuah kedai. Cowok itu menengok dengan tetap mengayunkan tas selempangnya. “Take Your Corn In Here! Just S$10.” Hanya tulisan itu yang terpampang di banner kedai. “Oh, jadi pengunjung di sini biasa membeli jagung untuk memberi makan merpati ini,” ujar cowok itu menganguk-angguk sembari langsung beranjak dari bangku taman.

Sepersekian detik langakahnya menuntun ia menuju ke salah satu jantung kota. Para turis wisatawan terlihat berjalan beriringan menuju lorong bawah tanah. Cowok itu mengikuti dengan hati-hati takut dicurigai seorang pencopet atau penjahat. Oh, tenang ini bukan di Indonesia, pikirnya. Setelah keluar ia berbelok kanan dengan tetap mengikuti orang-orang. Menyusuri sungai yang cukup luas dengan beberapa perahu wisata berwarna warni yang dihias menarik mondar mandir mengantar para wisatawan. Sepanjang menyusuri tepian sungai aroma bumbu rempah dan penggorengan menerobos paksa hidungnya. Banyak stan-stan yang menjual makanan dan minuman seperti gulali, hot dog, pizza, es krim, sosis, kentang goreng dengan saus tomat dan mayonise di atasnya sungguh menggugah selera.

Beberapa orang terlihat berduyun-duyun mengarah bangunan megah bertuliskan Fullerton Hotel. Hotel yang mirip dengan bangunan Yunani ini berdiri kokoh dengan sebuah kolam renang memanjang yang berbatasan langsung dengan pembatas sungai. Uniknya pondasi hotel ini dibentuk menyerupai kapal. Jadi kalau dari jauh hotel ini terlihat mirip kapal pesiar raksasa dengan segala kemegahanannya. “Oh, apakah aku salah mengikuti orang? Jangan-jangan mereka mau pulang ke penginapan. Uang dari mana aku bisa menginap di hotel ini?” ujar cowok itu sambil menghentikan langkahnya mengikuti para turis.

Ternyata mereka menuju ke arah belakang hotel, cowok itu melanjutkan langkah kakinya. Kemudian menyeberangi jalan ke arah bangunan bertuliskan One Fullerton. Cowok itu menatap heran sejenak melihat suasana jantung kota yang begitu tertib, nggak macet dan pastinya tanpa ada bunyi klakson yang terus-terusan membuncah di area traffic light. Warga di sini tampaknya begitu menghargai sebuah peraturan pemerintah. Setelah menyebrangi jalan, tepat di samping bangunan One Fullerton berdirilah sebuah mahakarya dengan begitu anggunnya mampu menarik wisatawan ke sini.

Lomba Cerpen

No. Judul Cerpen Nama Penulis Perusahaan
1 Makkah, I'm coming Zain Udin AS Astra Daihatsu Motor
2 Mengetuk Pintu Langit daitoryoo_95 Astra Daihatsu Motor
3 Gerakan 1000 Masjid Fadlu Rohman Astra Daihatsu Motor
4 Birrul Walidain i_sur Astra Daihatsu Motor
5 Dermawannya Rosulullah SAW Ahmad Rosyidi Chuhatsu Indonesia
6 Hikmah Kisah Nabi Allah Yusuf AS Jajat Supriatna Astra Daihatsu Motor
7 BUKAN ORANG BAIK Part 1. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
8 BUKAN ORANG BAIK Part 2. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
9 BUKAN ORANG BAIK Part 3. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
10 BUKAN ORANG BAIK Part 4. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
11 Rezeki Terbaik dari Ar-Razzaq @putripramudyo Astra Daihatsu Motor
12 Allah pasti beri jalan terbaik Part 1 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
13 Allah pasti beri jalan terbaik Part 2 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
14 Allah pasti beri jalan terbaik Part 3 Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
15 Allah pasti beri jalan terbaik Part 4 (End) Dani Herdiana Astra Daihatsu Motor
16 Kacang dan Kulitnya - Part 1 armelyadhika Astra Daihatsu Motor
17 Kacang dan Kulitnya - Part 2 armelyadhika Astra Daihatsu Motor
18 Kacang dan Kulitnya - Part 3 (END) armelyadhika Astra Daihatsu Motor
19 Manfaat Tak Terbatas Tempat - Part 1 Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
20 Manfaat Tak Terbatas Tempat - Part 2 (End) Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
21 Broker Hidayah Dini Kurnia Wardhani Astra Agro Lestari
22 BUKAN ORANG BAIK Part 5. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
23 BUKAN ORANG BAIK Part 6. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
24 BUKAN ORANG BAIK Part 7. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
25 BUKAN ORANG BAIK Part 8. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
26 BUKAN ORANG BAIK Part 9 END. Yudha Prawira Gatra Putra United Tractors
27 Belajar Peduli Andika Dwi Saputra Pamapersada Nusantara
28 Ustadz Ku Motivasi Hidup Ku USTUKRI Astra Graphia
29 Dunia Di Balik Helm - Part 1 Soni Guandis TOYOTA
30 Dunia Di Balik Helm - Part 2 Soni Guandis TOYOTA
31 Inovasi, Motivator Muljono AUTO 2000
32 Bermanfaat Meski Tanpa Materi Andika Dwi Saputra Pamapersada Nusantara
33 Samurai Paling Tajam Di Dunia Soni Gunadis TOYOTA
34 BERSYUKUR ATAS NIKMAT ALLAH Jajat Supritana Astra Daihatsu Motor
35 Pejuang Sodaqoh Fadlu Rohman Astra Daihatsu Motor
36 MUSLIMAH IN ACTION Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
37 [Bukan] Jumpa Yang Terpaksa Soni Gunadis TOYOTA
38 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
39 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
40 HABLUM MINALLAH HABLUM MINANNAS Brian Edwin Astra Daihatsu Motor
41 Ketika Hidayah Menyapa Basyiruddin Asyrof Astra Daihatsu Motor
42 RAMADHAN HENING Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
43 MENGGAPAI ASA Devi Feriyanjani Astra Agro Lestari
44 Aku Anak Sawit Gede Ardiantara, S.Pd. Gr. Astra Agro Lestari
45 DETAK REKAM JEJAK Dita Ramadhani Astra Daihatsu Motor

Cerpen Nominasi

Belum ada cerpen yang masuk dalam tahap nominasi.

Bermuamalah di Amaliah