Uwais Al-Qarani dan Teladan Baktinya Kepada Orang Tua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ[
]يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا[
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا[
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ r وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, atas segenap apa yang menjadi nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita semua sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala kembali memberikan kemudahan dan kelancaran bagi kita semua untuk menunaikan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai seorang hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, men-tauhidkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berjalan diatas sunnahnya hingga hari kiamat.

Dalam Shohih Muslim disebutkan dari hadits Usair bin Jabir Radhiyallahu 'anhu.
Bahwasanya : “setiap pasukan yang datang dari negeri Yaman datang menghampiri beliau, maka kemudian Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu. Senantiasa bertanya kepada setiap pasukan yang datang dari negeri Yaman ini yaitu sebuah pertanyaan, apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir Al-Qarani ?.

Pertanyaan ini beliau ulang-ulang kepada setiap pasukan yang datang dari negeri Yaman, sampai pada akhirnya beliau Umar Radhiyallahu 'anhu. Bertemu dengan sosok Uwais bin Amir Al-Qarani, orang ini mengatakan, saya adalah orang yang bernama Uwais bin Amir Al-Qarani.

Kemudian Umar Radhiyallahu 'anhu Bertanya “Apakah engkau Uwais bin Amir Al-Qarani yang berasal dari Murad dan juga berasal dari Qaran ?”
“Iya.”

Kemudian Umar Radhiyallahu 'anhu. Kembali bertanya kepada Uwais bin Amir Al-Qarani “apakah dulu engkau pernah ditimpa sebuah penyakit yang mana kemudian engkau berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. maka penyakit tersebut seluruhnya disembuhkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. kecuali satu bagian dari tubuh kamu yang semisal daripada satu logam dirham yang tersisa dari penyakit itu”.
Kemudian Uwais bin Amir Al-Qarani menyatakan “Iya”.

Umar Radhiyallahu 'anhu kembali bertanya “Apakah engkau punya seorang ibu yang kemudian engkau berbakti kepada ibumu tersebut?”. Uwais bin Amir Al-Qarani menyatakan “Iya”.

Kemudian Umar Radhiyallahu 'anhu. Menceritakan terkait sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. “Aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Bahwasanya beliau bersabda akan datang kepada kalian seseorang bernama Uwais bin Amir Al-Qarani bersama dengan pasukan dari negeri Yaman yang mana diantara ciri-cirinya adalah Ia berasal dari Murad dan berasal dari Qarn, yang diantara ciri-cirinya juga adalah bahwasanya Uwais bin Amir dulu pernah ditimpa sebuah penyakit kemudian Ia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. agar disembuhkan penyakitnya tersebut yang tersisa dari penyakitnya itu adalah hanya sebesar satu logam dirham. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Juga mengabarkan diantara ciri Uwais bin Amir Al-Qarani ini yaitu punya seorang ibu yang mana ia kemudian berbakti kepada Ibunya tersebut. Maka pesan yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kepada Umar Radhiyallahu 'anhu. Kalau kamu bertemu dengan seorang yang bernama Uwais bin Amir Al-Qarani ini dengan ciri-ciri yang tadi disebutkan maka hendaklah engkau minta agar kemudian Uwais bin Amir ini berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Agar Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni dosa-dosa mu wahai Umar Radhiyallahu 'anhu.

Maka Umar Radhiyallahu 'anhu. Ketika bertemu Uwais bin Amir Al-Qarani sesuai dengan yang disabdakan oleh Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Maka Umar kemudian meminta agar Uwais bin Amir Al-Qarani mendoakan beliau agar apa yang menjadi dosa Umar ra. diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. kemudian Uwais bin Amir Al-Qarani pun berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar Allah Subhanahu wa Ta'ala. mengampuni dosa-dosa umar maka kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala. pun meng-ijabah doa daripada Uwais bin Amir Al-Qarani.

Maka Umar Radhiyallahu 'anhu. Memperkuat sabda Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Sosok Uwais bin Amir Al-Qarani ini kalau seandainya ia bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. maka niscaya setiap doa yang dipanjatkan oleh Uwais bin Amir Al-Qarani ini akan di ijabah langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.”.

Hadist ini begitu panjang yang diantara dari hadist ini yang bisa kita ambil faedahnya bagaimana seorang Uwais bin Amir Al-Qarani adalah termasuk tabi’in, beliua yang hidup se-zaman nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Akan tetapi beliau tidak digolongkan dengan sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Meskipun beliau kemudian sezaman dengan Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Akan tetapi beliau belum pernah bertemu dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Sehingga beliau bukanlah termasuk sahabat Radhiyallahu 'anhu.

Uwais bin Amir Al-Qarani adalah orang yang mungkin orang-orang disekitarnya tidak mengenalnya tapi dilangit sana Allah Subhanahu wa Ta'ala. perkenalkan siapa Uwais bin Amir Al-Qarani ini, sampai-sampai disana Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Yang tidak pernah bertemu Uwais bin Amir Al-Qarani ini, tapi Uwais bin Amir Al-Qarani begitu familiar disisi Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. sendirilah yang langsung menjelaskan bagaimana keutamaan dari Uwais bin Amir Al-Qarani ini.

Bahkan dari kelanjutan hadist tersebut pernah salah seorang dari penduduk Yaman pada musim haji bertemu dengan Umar Radhiyallahu 'anhu. Maka Umar Radhiyallahu 'anhu. Bertanya kepada orang yang berasal dari kufah ini beliau bertanya apakah engkau mengenal Uwais bin Amir Al-Qarani maka kemudian sahabat yang berasal dari negeri kufah ini berkata iya. Uwais bin Amir Al-Qarani ini yang aku kenal yang tinggal di negeri kufah saat sekarang ini adalah sosok yang miskin, memiliki rumah yang reot, memiliki makanan yang sedikit, memiliki harta yang juga sangat sedikit sekali. Maka kemudian kata Umar Radhiyallahu 'anhu. Menceritakan bagaimana keutamaan yang disebutkan Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Terkait tentang siapa sebenarnya sosok daripada Uwais bin Amir Al-Qarani ini. Maka ketika kemudian pemuda ini mengetahui begitu luar biasa keutamaan daripada Uwais bin Amir Al-Qarani maka kemudian ia pergi mendatangi Uwais bin Amir Al-Qarani kemudian sama seperti yang dilakukan Umar Radhiyallahu 'anhu. Maka kemudian orang dari negeri kufah ini meminta dari Uwais bin Amir Al-Qarani untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. agar Allah Subhanahu wa Ta'ala. mengampuni segala apa yang menjadi dosa-dosanya , maka Uwais bin Amir Al-Qarani pun kemudian mendoakan orang tersebut agar kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni apa yang menjadi dosa-dosanya.

Uwais bin Amir Al-Qarani adalah teladan bagi kita semua. Beliau bukanlah orang yang dari sisi jabatan, dari sisi kedudukan, lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang hidup pada zamannya. Bahkan beliau kemudian rela meniggalkan diantara keutamaan mendapatkan sebutan dan gelar sahabat Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Demi untuk berbakti kepada kedua orang tuanya tidak ada hal yang kemudian menghambat dan mengalangi Uwais bin Amir Al-Qarani untuk bertemu Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dan untuk mendapatkan predikat sahabat Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. yang begitu diimpi-impikan oleh setiap orang melainkan dikarenakan baktinya beliau kepada ibundanya. Beliau tidak pernah ingin sedetikpun menginggalkan ibunya melainkan setiap saatnya dalam setiap waktunya senantiasa bersama ibunya senantiasa berbaktidan juga berbuat kebaikan kepada ibunya.

Hal inilah yang juga menyebabkan Uwais bin Amir Al-Qarani diagung-agungkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. sampai kemudian diceritakan oleh Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Bahkan sahabat Umar Radhiyallahu 'anhu. Yang merupakan sahabat terbaik yang merupakan manusia terbaik setelah Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dan juga Abu bakar Radhiyallahu 'anhu. Diperintahkan oleh Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Untuk menemui Uwais bin Amir Al-Qarani dan diminta oleh Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Untuk kemudian meminta doa kepada Uwais bin Amir Al-Qarani agar Uwais bin Amir Al-Qarani mendoakan Umar Radhiyallahu 'anhu. Agar Allah Subhanahu wa Ta'ala. mengampuninya. Padahal dari sisi kedudukan tentunya lebih utama Umar Radhiyallahu 'anhu. Siapa yang tidak mengenal Umar Radhiyallahu 'anhu. Yang disabdakan Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kalau seandainya ada diantara umatku ada orang yang diberikan ilham oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. orang-orang yang diberikan petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala maka orang tersebut adalah Umar Radhiyallahu 'anhu.

Uwais bin Amir Al-Qarani adalah teladan bagi kita semua terkait tentang bagaimana bakti seorang Uwais bin Amir Al-Qarani dan karena bakti beliau kepada ibundanya inilah yang kemudian mengantarkan beliau mendapatkan kemuliaan disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. yang dimana setiap doa yang ia panjatkan pasti akan di ijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kadang kala kita sebagai seorang hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala. hanya memperhatikan terkait tentang ibadah-ibadah yang terlihat dan yang bisa kita lakukan saja tanpa memperhatikan ibadah yang lainnya, yang tentunya ibadah ini di kategorikan mulia disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. yaitu berbuat baik kepada kedua Orang Tua. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala menyandingkan Antara tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. dengan berbuat baik kepada kepada Orang Tua. “Allah Subhanahu wa Ta'ala. Telah menetapkan agar seluruh manusia beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. semata dan hendaklah kemudian kalian berbuat baik kepada kedua Orang Tua Kalian”

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Ketika seorang Sahabat bertanya terkait tentang amalan yang paling baik yang harus kemudian Ia lakukan maka diantara amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kepada Sahabat tersebut adalah berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang Tua. Maka bersyukurlah bagi Kita yang saat sekarang ini masih dipertemukan dengan kedua Orang Tua kita masih ada waktu untuk berbakti kepada Kedua Orang Tua. Bukan hanya dalam rangka untuk membalas jasa dari Kedua Orang Tua kita tetapi murni bahwasanya apa yang menjadi perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. dari kedua orang tua inilah yang menjadi dasar bagi kita untuk memuliakan Orang Tua Kita.

Maka sekali lagi, marilah kita berbuat baik dan berbakti kepada kedua Orang Tua kita, mendoakan mereka, menyambung tali silaturahim dengan keluarga-keluarga dan sahabat-sahabat mereka, menyajak mereka kepada kebaikan, mengantarkan mereka kepada hidayah Allah Subhanahu wa Ta'ala. dengan harapan bahwasanya dengan bakti kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan bakti kita kepada kedua Orang Tua kita maka kita akan dimasukkan kedalam surga Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Agustus 2016
Anonymous


Agenda Terdekat

Rabu, 21 Nov - 16.30 | Lain-lain
Tahsin Al Qur'an Bersanad Masjid Al Haqqul Mubiin Karawang PT Astra Honda Motor

Berita Terkait