Peran dan Tanggung Jawab Muslimah

Langkah-langkah kecil menelusuri jalan, koridor serta ruangan menuju Ruang Auditorium 2, Masjid Al Haqqul Mubiin Pegangsaan. Pelan tapi pasti, maklum rasa penuh di perut setelah makan siang sangat terasa, Alhamdulillah. Dari berbagai bagian dan gedung dengan tujuan yang sama, majelis kecil tempat para malaikat berkumpul menyanjungkan doa. "Ya Allah rahmati".

Diantara berbagai pilihan juga, waktu tidur diantara sepinya karyawan sangat menggiurkan, ke Mall yang jarak tempuhnya tak sampai sepuluh menit memakai kendaraan atau kerjaan yang bertumpuk permintaan si Bos untuk segera diselesaikan. Bukankah hidup diantara pilihan, pun tak terkecuali siang ini.

Ustadzah Lanny sudah menunggu sekian menit sembari ditemani si buah hati, anak sulung perempuannya, menanti karyawan muslimah untuk sama-sama mencari ridho Nya di majelis ilmu.

Dengan Al-Fatihah majelis dibuka, lalu Ustadzah Lanny memberikan penjelasan kenapa tema yang diambil kali ini tentang Peran dan Tanggung Jawab Muslimah. Madrasah ilmu generasi bermula. Memberikan contoh muslimah teladan penghuni surga.

Siti Asiyah, istri Firaun yang keji di zamannya. Lebih memilih taat kepada Allah meski sang suami tak segan-segan menyiksanya.

Ibu Musa, Yukabit, yang ikhlas dengan ketentuanNya, merelakan Musa hidup bersama orang lain, menahan rasa berharap Musa memanggilnya bunda, asal Firaun tak tahu.

Siti Hajar, bolak-balik mencari sumber air demi anak tercinta. Mengikhlaskan suami meninggalkan ia seorang diri karena percaya ini adalah perintah Tuhan.

Khadijah Ra, setia sampai wafat, menyerahkan jiwa raga demi mensupport dakwah suami tercinta. Hartanya habis untuk Islam semata.

Asma binti Abu Bakar, dengan perut besar kehamilannya berani mengantarkan diam-diam makanan untuk Rasulullah dan sang ayah ke tempat persembunyian mereka dari orang kafir Quraisy.

Fatimah binti Muhammad, putri Nabi yang ikhlas dengan kemiskinan rumah tangganya bersama Ali, rela tidak makan selama tiga hari dan tidak berani mengeluh kepada suami, takut suami semakin sulit hidupnya.

Ustadzah Lanny pun menjelaskan banyak hal lagi bahwa menjadi muslimah harus kuat akidah, akhlak serta pengetahuan. Diujung jam istirahat Ustadzah memutar video inspirasi keluarga.

Jam satu pun sudah lewat lima menit, majelis kecil ini pun ditutup. Semoga keistiqomahan selalu terpatri dalam mencari ilmu, dalam menjadi muslimah yang lebih baik.

Wallahu 'alam.
Jumat, 2 September 2016.

September 2016
Anonymous


Agenda Terdekat

Sabtu, 28 Apr - 8.00 | Seminar/Workshop
Satu Hari Berantas Buta Huruf Al - Qur'an
Ustadz Yadi Rosidi
Masjid Al Furqaan - PT United Tractors Tbk Head Office, PT United Tractors Tbk


Berita Terkait