Meneladani Sikap Nabi Kepada Anak Kecil

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu uswatun hasanah bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(Q.S. Al Ahzab : 21)

Prolog :
Anak adalah titipan dari Allah SWT sekaligus karunia yang tak ternilai bagi kebahagiaan sebuah keluarga. Anak merupakan generasi penerus di hari esok kelak yang diharapkan bisa menjadi seorang yang berguna bagi keluarga dan masyarakat. Rasulullah SAW. telah memberikan teladan yang baik tentang kasih sayang kepada generasi Muslim, agar mereka mengambil contoh dalam hal menyebarkan dakwah menuju agama Allah, khususnya bagi para orang tua dan para pendidik dalam melakukan kegiatan pendidikan kepada anak.

Berikut ini contoh dari sikap kasih sayang Rasulullah Nabi Muhammad saw. terhadap anak :

Berteman dengan teman baik
Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang negative (jelek). Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Tidak hanya keluarga, teman juga mempunyai peranan penting dalam pergaulan anak.

Jujur dalam mengajarkan pendidikan kepada anak
Seringkali tanpa sadar, orang tua mengajarkan ketidakjujuran kepada anak sejak dini. Suatu hal yang dianggap sepele itu ternyata bisa menjadikan tumbuhnya sifat ketidakjujuran dari sang anak. Contoh sewaktu kecil, ketika sang anak sedang belajar berjalan, biasanya orang tua memancing sang anak untuk berjalan dengan menjanjikan akan memberikan barang yang dipegangnya untuk menjadi milik sang anak. Namun ketika anak itu sudah hampir menggapai barang yang dijanjikan, orang tua tidak lekas memberikan barang tersebut, tetapi melemparkan barang tersebut kepada orang lain agar sang anak kembali berjalan. Memang terlihat biasa dan sepele, namun hal sepele ini bisa terekam dalam memori sang anak yang mengakibatkan tumbuhnya sifat ketidakjujuran.

Membiasakan anak untuk solat berjamaah di Masjid sejak dini
Ketika Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, hal pertama yang Rasulullah lakukan adalah membangun masjid. Rasulullah selalu menganjurkan kepada ummatnya untuk selalu solat berjamaah di Masjid, namun terkadang hal ini menjadi sesuatu yang cukup sulit dilakukan oleh para muslim. Oleh karenanya, Rasulullah menganjurkan agar membiasakan hal ini sedari kecil. Memang terkadang anak-anak seringkali bercanda ketika solat berjamaah di masjid, namun jangan pernah sekalipun kita sebagai orang tua membentak atau memarahinya, cukup memberitahu mereka dengan cara yang halus agar tidak menjadikan mereka takut (enggan) untuk solat berjamaah di masjid karena memang sudah tabiatnya seorang anak : belajar sambil bermain.

Membuat perpustakaan kecil dirumah
Membaca mempunyai peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang pendidikan sang anak. Namun tidak hanya memfasilitasi, peran orang tua juga sangatlah penting dalam hal ini. Jangan sampai orang tua selalu menuntut anaknya gemar membaca, namun orang tuapun tidak pernah membaca. Berikan contoh yang terbaik kepada sang anak.

April 2016
dewisetya


Agenda Terdekat

Rabu, 21 Nov - 16.30 | Lain-lain
Tahsin Al Qur'an Bersanad Masjid Al Haqqul Mubiin Karawang PT Astra Honda Motor

Berita Terkait