Memahami Sabar, Renungan Dari DKM Al Barokah PAMA KPCS

Sabar adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dari kata "shobaro". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Banyak sekali ayat dalam Al-Qur'an yang menandaskan pengertian dasar itu. Salah satunya seperti yang terdapat dalam Surah Al Kahfi ayat 28 tentang perintah menahan diri "keluar" dari golongan hamba yang senantiasa menyeru dan mengharap keridhoanNya, sekaligus mencegah keinginan manusia bersama orang-orang yang lalai dari ingat kepadaNya.

Sedangkan dari segi istilah, sabar dapat berarti menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, menahan berkeluh kesah baik lisan maupun hati serta menahan anggota tubuh dari perbuatan sia-sia.

Sabar sebenarnya bukan semata berarti pasrah. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada perjuangan mengalahkan hawa nafsu insani. Dalam bermujahadah, sabar diimplementasikan dengan perjuangan melawan hawa nafsu. Saat waktu shalat tiba, dorongan nafsu menginginkan seseorang itu tetap santai dan asyik dengan aktifitas keduniaannya. Jika ia tidak segera bergerak untuk berwudhu kemudian berangkat menunaikan panggilan shalat, berarti dapat dikatakan ia masih belum mampu bersabar. Dalam hal ini melaksanakan ketaatan kepadaNya.

Jadi adalah keliru bila kesabaran itu hanya diartikan sebagai perwujudan sikap yang pasif. Karena sebenarnya sabar mengandung dua unsur sikap secara berimbang, pasif dan aktif. Bahkan dalam dimensi yang lain, sabar dapat diartikan sebagai sikap aktif untuk dapat merubah suatu keadaan atau kondisi, baik pribadi maupun sosial agar menjadi lebih baik. Seseorang belum dikatakan bersabar jika ia tidak berusaha berbuat sesuatu ditengah kerusakan atau kemaksiatan yang terjadi.

Puncak kesabaran adalah keberuntungan. Untuk mencapainya memang tidaklah mudah. Harus melalui proses berupa latihan atau riyadhoh. Oleh karena itu, seseorang yang menempuh jalan ini harus pula senantiasa, rajin berdo'a memohon pertolonganNya. Lengkapi juga bagian latihan itu dengan ikhtiar menggali ilmu tentang keutamaan bersabar dari Al-Qur'an dan Hadits.

Mencoba semampunya berbuat semata-mata hanya untukNya. Barangsiapa yang berupaya sungguh-sungguh, niscaya DIA akan menolongnya dan akan memberikan ganjaran pahala yang lebih baik dari kesabaran seseorang itu sendiri. Hanya Allah yang kuasa menganugerahkan kesabaran pada siapa yang dikehendakiNya dan itulah sebaik-baik pemberian.

Umumnya para ulama membagi bentuk kesabaran itu dalam 3 hal, yaitu sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar menyikapi ujian Allah Subhaanahu wata'aala.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan bimbingan berikhtiar melakukan latihan bersabar yang dengannya kita kemudian pantas menerima anugerah terindah, termasuk dalam golongan sebagai hamba-hambaNya yang sabar. Aamiin aamiin ya Robbal 'aalamiin.

Kajian Aqidah Akhlak DKM Al Barokah PAMA KPCS
Oleh Ustadz Hamim Tohari
26 Desember 2017

Januari 2018
Agus Parawansa


Agenda Terdekat

Selasa, 24 Apr - 18.00 | Kajian Rutin
Begadang untuk Membicarakan Ilmu
Ustadz Firanda Andirja, MA
Masjid Astra Sunter, PT Astra International Tbk


Berita Terkait