Make a New Start in RAMADHAN (Pekan Pertama) : Peningkatan Kualitas Ibadah

Make a New Start in RAMADHAN (Pekan Pertama) : Peningkatan Kualitas Ibadah
Rabu, 4 Ramadhan 1438 H
Oleh : Ustadz Qomaruddin Ibrahim
Masjid Al Haqqul Mubiin DMD Cikarang

Puasa adalah ibadah lahiriah dan batiniah.
Ibadah lahirnya yaitu menahan lapar, haus dll.
Ibadah batin yaitu menahan ghibah, sombong, dan sifat buruk lainnya.
Rasulullah pernah bersabda : “Berapa banyak orang yang puasa, tapi tidak dapat apa-apa kecuali haus dan lapar.” (HR. Bukhari-Muslim)
Maka dari itu hendaklah kita berpuasa secara lahir dan batin.

Ada satu ibadah yang apabila ibadah itu baik maka ibadah yang lain akan ikut baik pula, begitupun sebaliknya. Ibadah itu ialah sholat, karena sholat adalah tiang atau pangkalnya ibadah.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-`Ankabūt : 45)

Penjelasan dari Ibnu Katsir tentang ayat diatas yaitu, sesungguhnya dalam sholat ada 3 hal yang harus dilakukan. Jika tidak terdapat 3 hal tersebut dalam sholatnya maka bisa dikatakan tidak sah dan sempurna sholatnya. 3 hal tersebut yaitu :

1. Ikhlas Sholat agar bermanfaat bagi diri sendiri harus ikhlas.
Ciri-ciri orang yang ikhlas, apabila mendengar adzan langsung bersegera berangkat menuju masjid (khususnya bagi Ikhwan). Bersegera memenuhi panggilan-Nya. Bagi Ikhwan wajib sholat berjamaah di masjid, kecuali orang yang sedang sakit keras, orang yang sedang tidak aman hidupnya, orang yang sedang tidak aman harta bendanya. Maka manfaatkan badan yang sehat untuk ibadah kepada Allah SWT.
2. Disaat sholat fikiran dan hati tertuju hanya kepada Allah.
Cara agar fikiran dunia kita hilang saat melakukan sholat menurut Imam Ghazali yang telah dijelaskan dalam kitabnya yaitu : Perhatikan bacaan-bacaan sholat kita dari awal sampai akhir. Meresapi dan memahami maknanya seperti sedang berkomunikasi dengan Allah. Orang yang suka berkomunikasi dengan Allah adalah orang yang suka membaca Al Qur'an.
3. Tanamkan rasa takut yang besar kepada Allah dalam melakukan semua ibadah.
Dimanapun kita berada, sesibuk apapun, dalam keadaan apapun kita akan bersegera memenuhi panggilan-Nya jika dalam diri kita tertanam rasa takut yang besar kepada Allah SWT.

Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas ibadah kita dengan banyak belajar, bertholabul ilmi.

Wallahu a'lam bishowab

Ditulis oleh : Heni Susanti

Juni 2017
Yeni Suharyani


Agenda Terdekat

Selasa, 21 Agu - 12.00 | Lain-lain

Tahsin Pekanan
Ustadzah Marlina

Masjid Al Haqqul Mubiin Sunter
PT Astra Honda Motor

Berita Terkait