Ketika Muslimah Jatuh Cinta

Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Oleh : Ummi Lisa
Jumat, 02 Juni 2017
Mushola Akhwat Lt. 2, DMD Cikarang

Allah SWT menciptakan manusia memiliki akal dan perasaan. Inilah yang membedakan manusia dengan hewan dan tumbuhan. Salah satu perasaan yang dimiliki manusia yaitu cinta. Dan rasa cinta itu fitrah, akan dialami oleh laki-laki maupun wanita. Rasa cinta banyak jenisnya, bisa cinta kepada orangtua, suami/istri, anak, sahabat, lawan jenis.

Cinta kepada lawan jenis itu normal dan tidak salah, tetapi kita harus mengetahui batasan-batasannya dalam Islam. Tetapi ada juga cinta yang tidak normal, yaitu cinta kepada sesama jenis. Al Qur'an sudah menjelaskan, menyukai sesama jenis adalah dosa besar dan akan mendapatkan adzab yang besar (baca cerita kaum Nabi Luth).

Bagaimana sikap muslimah yang baik apabila terkena virus merah jambu atau jatuh cinta?
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Menjaga pandangan atau ghodul basar.
Karena semua rasa itu bermula dari mata, maka jagalah pandangan kita. Sehingga jangan melihat lawan jenis lama-lama yaa muslimah. Ingatlah dosa karena pandangan.
2. Menjaga ucapan ketika jatuh cinta.
Bukan hanya sekedar isi dari pembicaraan, tetapi juga cara bicara dan intonasi harus dijaga di hadapan lawan jenis, karena suara juga merupakan aurat bagi wanita. Perlu diingat, bahwa setiap wanita pasti memiliki hal-hal yang menarik pada dirinya. Minimalkanlah interaksi dengan lawan jenis, jangan justru cari-cari perhatian.
3. Jangan BaPer-an.
Jika sudah tidak mencari-cari perhatian, harus dipahami juga bahwa semua hal yang dilakukan oleh lawan jenis kepada kita itu belum tentu "kode-kode" ketertarikannya. Jangan mudah membawa perasaan (baper) dan GR. Jagalah kualitas diri dengan tidak memasukkan ke hati semua yang terjadi di sekitar kita, terutama hal-hal yang berhubungan dengan "virus merah jambu".
4. Yakin bahwa Allah SWT sudah menyiapkan jodoh.
Ingatlah bahwa Allah SWT mengikuti persangkaan hambanya, maka kita pun harus yakin sepenuhnya bahwa Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita. Jangan pernah berputus asa, selalu berkhusnudzon kepada Allah SWT, dan yakinlah Allah SWT akan memberikan jodoh yang terbaik untuk hambanya. Dan jangan pernah sekali-sekali berprasangka buruk.

Bahan muhasabah diri :
Memelihara diri dan hati yang jatuh cinta, lihatlah kisah Ali bin Abi Thalib dan Fathimah putri Rasulullah, mereka berdua mampu menjaga diri mereka dari rasa cinta yang belum halal sampai akhirnya dipersatukan oleh Allah dalam ikatan pernikahan.

Maka, kita sebagai muslimah harus yakin bahwa Allah SWT sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita. Apabila seorang muslim atau muslimah sudah berkeinginan untuk menikah tetapi belum dipertemukan jodohnya, bagi wanita perbanyaklah berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan bagi laki-laki dianjurkan untuk berpuasa dan menundukkan pandangan untuk menahan hawa nafsu. Perbanyaklah berdoa yang baik kepada Allah.

Bagaimana dengan yang mengatakan "saya pacarannya nggak ngapa-ngapain kok", "saya pacarannya islami kok, mengingatkan yang baik-baik", dll..
Perlu diketahui shalihah, tidak ada pacaran islami, itu hanya ngelesnya para pelaku pacaran saja.

Bulan Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk berubah, untuk memperbaiki diri, dan untuk menata hati. Berikanlah hati hanya kepada pasangan yang sudah dipersatukan oleh Allah, jangan mendahuluinya dengan memberikan rasa cinta kepada orang yang belum halal untuk kita.

Wallahualam

Dicatat oleh : Deny Hastuti

Juni 2017
Yeni Suharyani


Agenda Terdekat

Selasa, 23 Okt - 12.00 | Lain-lain

Tahsin Al Qur'an
Ustadzah Marlina

Masjid Al Haqqul Mubiin Sunter
PT Astra Honda Motor

Berita Terkait