Kajian Tafsir - Panen 700 Kebaikan by Ust Hamim Tohari

Assalamu'alaikum wr wb
Di zaman modern seperti saat ini setiap orang tidak lepas dari benda kecil bernama gadget, mungkin tidak pernah lepas dari genggaman dan pengamatan. Setiap kali level baterai kurang/habis pastilah diisi ulang dengan charging.
Lantas, pernahkah kita lakukan hal demikian pada hati kita, selalu memonitornya dan charging setiap level inti hati kita turun.

Mari sodaraku seiman, kita jaga terus kestabilan hati kita dengan rutin berinteraksi dengan Al Quran. (Hp saja rutin kita charge, masa hati tidak ^_^)

QS Al Baqarah ayat 261-263

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
261. Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا مَنًّا وَلَآ أَذًىۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
262. Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًىۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ
263. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun. 263

Intisari :
Berinfak itu layaknya kita menanam pohon, dengan satu tunas yang kita tanam akan tumbuh menjadi satu pohon dengan 7 cabang tangkainya, kemudian setiap tangkai akan menghasilkan 100 buah. (bukankah itu bisnis yang sangat menguntungkan .pen)

Perawatan pohon juga berpengaruh terhadap kualitas buah yang dihasilkan, konsistensi penyiraman, pemilihan pupuk, tanah, dan intensitas cahaya. Begitu pula dalam berinfak, motivasi dan niat kita berinfak, cara berinfak, menjaga infak dengan membisu tanpa mengungkit dan mencela penerima. Itu semua sangat berpengaruh terhadap kualitas balasan yang kita terima, sempurna atau rusaknya pahala selalu mempunyai sebab.

Perkataan yang santun sesuai konteks budaya setempat dan ikhlas memberi maaf itu lebih indah daripada infak yang diiringi dengan kata atau tindakan yang menyakitkan. Seperti ketika si penerima memberi feedback yang tidak baik, bahkan menyakiti kita karena menerima infak yang sedikit, maka sabar dan ikhlas memaafkan itu jauh lebih indah pada hakikinya.

Sejatinya harta kita hanyalah apa yang sedang kita gunakan dan harta yang abadi milik kita iyalah harta yang kita infakan dijalan Allah subhanahu wa ta'ala.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita untuk terus Istiqomah dalam kebaikan, aamiin
Wassalamu'alaikum wr wb

Januari 2018
budiman


Agenda Terdekat

Selasa, 24 Apr - 18.00 | Kajian Rutin
Begadang untuk Membicarakan Ilmu
Ustadz Firanda Andirja, MA
Masjid Astra Sunter, PT Astra International Tbk


Berita Terkait