Etika Dalam Islam

Etika Dalam Islam
Oleh : Ummi Nur Hasanah
Jum’at,18 Maret 2016
Musholla Akhwat Lt.2, AHM DMD Cikarang

Prolog :
Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT ke bumi sebagai Rahmatanlilaalamin, dan untuk memperbaiki akhlak manusia.
Beberapa tipe akhlak dalam diri manusia, yaitu :
1. Akhlak Rabbaniah.
Yaitu akhlak yang bersumber dari Allah SWT yang mau tidak mau ada di dalam diri kita
2. Akhlak Alamiah.
Yaitu akhlak yang memang sudah ada, akhlak yang dimiliki seluruh umat manusia secara alamiah. Contoh : Mengucapkan salam saat bertemu dengan seseorang.
3. Akhlak Insani.
Yaitu akhlak yang di inginkan di dalam diri setiap manusia. Tidak hanya seorang Islam, tetapi termasuk fitrah setiap manusia. Contoh : Semua orang pasti ingin kejujuran.
4. Akhlak Tawazhu
Yaitu akhlak pada manusia untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dab akhirat. Setiap manusia memiliki akhlak tersebut, tetapi kadarnya berbeda-beda. Setiap pribadi Muslim tentunya akan bertujuan pada akhirat.

Pembahasan :
Allah senantiasa meminta kepada manusia untuk ber-akhlakul kharimah, berakhlak baik.
Dan manusia yang paling mulia akhlaknya adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Ketika kita berbicara tentang akhlak maka ada dua, yaitu Habluminallah dan Habluminanaas.
Apapun yang Allah berikan kepada kita, kita wajib mensyukurinya, kesenangan atau kesusahan.
Allah pasti tau kapasitas kemampuan hambaNya, maka Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas hambaNya.
Wajib berprasangka baik (Khusnuzon) kepada Allah, jika kita berprasangka baik maka Allah juga akan berprasangka baik pada kita.

Ucapkanlah kalimat-kalimat yang baik, atau diam. Beristighfar itu dapat membersihkan dosa-dosa kita.
Allah memiliki 99 nama yang baik yaitu Asmaul Husna, yang mana jika kita menghafal & mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kita akan masuk syurga.

Hubungan dengan manusia (Habluminanas).
"Ketika Rosulullah sedang berada dalam suatu majelis, ada seseorang yang lewat di depan Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabat yang ada di majelis itu, " Si Fulan adalah ahli syurga". Kemudian salah seorang sahabat memperhatikan kebiasaan si Fulan sepanjang hari, tetapi beliau melihat bahwa ibadahnya biasa saja seperti orang pada umumnya, tidak terlihat ada yang istimewa.
Kemudian beliau pun bertanya kepada si Fulan "Rasulullah bersabda bahwa engkau adalah seorang ahli syurga, apa yg membuat engkau jadi ahli syurga?" Si Fulan menjawab "Setiap malam sebelum tidur, aku selalu mengikhlaskan /memaafkan saudara-saudaraku yang menyakiti hatiku."

Hadist lain nengatakan, :
"Barang siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti hati tetangganya."
"Tidak bermalam dengan baik orang yang dalam keadaan kenyang, padahal ia tau bahwa tetangganya kelaparan."

Contoh pada zaman kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, setiap malam beliau selalu berkeliling untuk memastikan rakyatnya tidak ada yang kelaparan, suatu malam ia melihat ada seorang ibu dan anak yang sedang menangis karena menahan lapar, Umar pun langsung pulang kerumahnya dan membawakan gandum yang dipikul sendiri diatas pundaknya untuk ibu tersebut. Pengawalnya meminta agar ia saja yg memikul gandum tersebut, tapi Umar menolak dan berkata "Jangan kau jerumuskan aku ke neraka, kau bisa saja menggantikan aku memikul gandum ini tapi apa kau juga mau memikul beban tanggung jawabku di Hari Pembalasan nanti?"
Itulah kepribadian muslim. Simpati & Empati kita bermain didalam islam yang sudah mengatur itu.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada Ibunda Aisyah r.a. bagaimana menjaga masalah hati & lisan.
Ketika Aisyah r.a. akan berbelanja maka Rasulullah menyuruh Aisyah r.a. berkumur dengan air putih dan jangan ditelan sebelum pulang kerumah. Tujuannya untuk menjaga lisan dan ghibah, selama di pasar, Aisyah r.a. banyak berkomentar dalam hati apa yang ia lihat di pasar. Setelah pulang ke rumah dan pada saat di keluarkan air tersebut berubah menjadi darah.
Maka hendaknya kita sebelum berbelanja berdoa kepada Allah, agar selalu dalam lindunganNYA.

Muslim yang baik adalah yang meringankan beban saudaranya, maka niscaya Allah akan meringankan bebannya di Yaumil akhir nanti.

==================================

Sesi Tanya Jawab :

T : Apa yg harus kita lakukan jika ada tetangga yang berbuat maksiat?

J : Langkah pertama adalah menasehatinya atau dengan musyawarah, tapi jika dengan itu ia tetap dengan maksiatnya maka kita laporkan pada pihak yg berwenang (RT/RW, Kepolisian, dll). Sebab jika kita tidak mencegah perbuatan munkar disekitar lingkungan kita, atau tetangga kita (40 rumah dari depan, belakang, kanan dan kiri), kita akan ikut menanggung dosanya.

T : Apakah cobaan Allah itu hanya kesusahan? Atau Allah tidak menguji dengan kesenangan sebab takut hambaNya akan lalai / tidak bersyukur?

J : Allah memberikan cobaan kepada hambaNya berupa Kesusahan dan Kesenangan, keduanya adalah ujian. Allah memberikan cobaan kesusahan kepada kita bukan karena Allah tidak sayang, melainkan agar kita semakin dekat dan banyak mengingatNya.

T : Saya orang yang easy going, mudah diterima dimana saja, tetapi tiba-tiba ada yang bilang dia tidak cocok dengan saya, apa yang harus saya lakukan?

J : Seharusnya kita bersyukur mempunyai teman yang berani berkata jujur didepan kita. Kita jadi tau kekurangan kita, dan bisa jadi introspeksi untuk jadi lebih baik. Jangan langsung memutuskan tali silaturahim, buktikan kepadanya bahwa kebaikan kita lebih banyak dari kesalahan yang pernah kita perbuat.

T : Saya menjadi sebab teman saya dimarahi oleh bosnya, karena saya menyampaikan apa yangg ia katakan kepada saya. Padahal saya tidak bermaksud agar ia dimarahi bosnya. Apa yg harus saya lakukan?

J : Minta maaf secara langsung kepadanya, sampaikan bahwa kamu tidak ada niat seperti itu.

Agustus 2016
Anonymous


Agenda Terdekat

Rabu, 21 Nov - 16.30 | Lain-lain
Tahsin Al Qur'an Bersanad Masjid Al Haqqul Mubiin Karawang PT Astra Honda Motor

Berita Terkait