Adab kedua : LEMAH LEMBUT DAN BERKASIH SAYANG

Telah dibicarakan sebelumnya bahwa tawadu’ adalah pelajaran adab pertama yang diisyaratkan dalam al-Qur’an. Hal itu tersirat pada lafazh bismillah di surat al-Fatihah, surat pertama al-Qur’an. Susunan lafazh bismallah dengan Ba’ (huruf yang bersifat mustafil / berposisi rendah) terletak di depan kata ismu (sumuw / keagungan) Allah memberi isyarat bahwa siapa pun di hadapan Allah yang Maha Agung adalah makhluq yang rendah dan hina. Merasakan kehinaan dan kerendahan di hadapan Allah justru akan menghadirkan cinta-Nya. Oleh sebab itu setelah lafazh bismillah hadir sifat ar-Rahmaan dan ar-Rahiim (yang Mahapemurah lagi Mahapengasih)
Untuk mendapatkan rahmat Allah dibutuhkan ketawadukan. Dan dengan rahmat Allah hati seseorang akan dipenuhi rasa kasih sayang, lemah lembut, pemaaf dan suka bermusyawarah. Allah berfirman, “Maka disebabkan oleh rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka akan menjauh dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam suatu urusan…” (Ali Imran: 159)
Maka pelajaran adab qur’ani kedua adalah bersifat penyayang. Itulah cerminan dari sifat ar-Rahman dan ar-Rahiimnya Allah. Allah mempunyai 100 rahmat, satu bagiannya dipercikkan kepada semua makhluqnya di dunia. Dengan satu saja rahmati-Nya, bahkan “seekor kuda pun tahu mengasihi anaknya, maka diangkatlah kakinya agar tidak menginjak anaknya yang baru dilahirkan.” Sedangkan Rahmat Allah yang 99 lagi masih disimpan untuk hamba-Nya yang beriman nanti di akhirat. (Makna hadits riwayat Bukhori dari Abu Hurairah)
Orang beriman mengerti betapa pentingnya rahmat Allah. Kehilangan rahmat-Nya dalah sebuah kerugian besar, bahkan mengancam keselamtannya di akhirat. Sebagaimana Nabi Adam, as. dan Hawa mengerti bahwa kehilangan rahmat Allah adalah suatu kerugian. Mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.“ (al-A’raf: 23)
Agar cadangan energi cinta dan kasih sayang kita terus terbaharukan, maka tetaplah bersifat tawadu’. Dengan Tawadu’, Allah akan memberikan cinta-Nya kepada kita. Dengan cinta-Nya, energi cinta kita akan bertambah. Dan jangan lupa, gunakanlah untuk mengasihi sesama dan berbagi empati, niscaya cinta dan kasih Allah kepada kita semakin bertambah. Rasulullah, s.a.w. bersabda, “Orang-orang yang bersifat pengasih akan dikasihi Tuhan yang Mahapengasih. Kasihilah (makhluq) yang ada di bumi niscaya kau akan dikasihi oleh yang ada di langit.” (Hr. Abu Dawud dari Ibnu Umar).
Para nabi disebut sebagai manusia yang penuh dengan sifat kasih sayang. Nabi Muhammad, s.a.w. didiskripsikan dalam al-Qur’an sebagai berikut. “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (at-Taubah: 128)
Keteladanan Nabi Muhammad, s.a.w. dalam hal mengasihi ummat manusia tidak ada tandingannya. Ketika beliau dihinakan dan diperlakukan sangat tidak manusiawi oleh penduduk Thaif, datang malaikat meminta ijin untuk menghukum mereka dengan menjatuhkan bukit Abu Qubaisy kepada mereka, beliau justru menjawab, “Biarlah! Mereka belum faham. Saya berharap agar kelak dari keturunan mereka akan lahir generasi yang hanya menyembah Allah semata.”
Ketika penaklukan kota Mekah, beliau dengan tentaranya masuk Mekah dengan membawa kemenangan yang gemiling. Di saat itu semestinya beliau bisa melaksanakan hukuman dan pembalasan kepada kaum musyrikin Qurasy, beliau justru mendeklarasikan hari itu sebagai hari kasih sayang, bukan hari pertumpahan darah, bahkan mereka yang dijadikan tawanan dibebaskan. “Al-yauma yaumul marhamah, wa laa yaumul malhama

Februari 2018
budiman


Agenda Terdekat

Rabu, 25 Jul - 16.30 | Lain-lain

Tahsin Al Qur'an Bersanad

Masjid Al Haqqul Mubiin Karawang
PT Astra Honda Motor

Berita Terkait